Daddy I Love You

Daddy I Love You
D_I L You (46) Sesuatu?


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Selama hampir dua jam lamanya Ayana terus menerus mengoceh tanpa henti, rasa ingin tahunya semakin menjadi kala Ritz dengan sengaja mengatakan ada sesuatu dalam waktu dekat ini.


Sesuatu? Ayana rasa itu semua tidak jauh dari masalah kesembuhannya.


Entah apa itu dia pun tidak tahu, bertanya salah apalagi meminta Devan untuk buka suara, yang ada Ayana malah mendapatkan ledekan tanpa henti dari sang papi.


"Emangnya ada apa sih? Heran bangat deh perasaan dari kemarin gelagat Eyang, papi Devan, Paman dan Bibi terlihat aneh." Kesal Ayana menatap malas ke arah luar jendela kamar, tempatnya menginap selama di rumah sakit.


Yah sudah satu bulan lamanya Ayana berdiam diri di rumah sakit dengan berbagai macam obat dan terapi yang di jalaninya, tidak mudah bagi penderita psikologis seperti Ayana untuk cepat sembuh dari rasa Trauma nya.


Akan tetapi, berkat dukungan dari orang-orang terdekatnya serta keinginan kuat yang timbul dalam diri, Ayana mampu melewati masa sulitnya meski harus dengan rasa sakit yang lumayan menguras emosi.


Suara pintu kamar yang terbuka mampu mengalihkan fokus Ayana menatap jalanan yang ramai kendaraan berlalu lalang.


Klek!


Senyum manis seorang Dokter langsung terlihat kala Ayana menatap wajah wanita itu, tidak ada perawat yang ikut mendampingi membuat Ayana sedikit khawatir.


"Dokter sendirian?" tanya Ayana sekedar basa basi.


Jantungnya berdetak lumayan cepat, dia sadar Dokter yang masuk ke dalam kamar inap bukanlah Dokter yang biasa menanganinya.


Melihat raut wajah ketakutan Ayana tentu Dokter tersebut paham, mungkin gadis itu merasa ada yang tidak beres.


"Jangan takut Nona," seru Dokter tersebut berbicara lembut.


"Perkenalkan, saya Rania. Salah satu Dokter khusus yang di perintahkan Eyang, tetapi saya hanya bekerja di bagian Laboratorium." Lanjutnya seraya memberi penjelasan


Ayana masih diam sambil memperhatikan gerak gerik Dokter wanita yang mengaku orang suruhan dari Eyang.

__ADS_1


Benarkah wanita ini adalah orang yang Eyang, pekerjakan? Bathin Ayana.


"Apa yang bisa membuat ku percaya jika anda merupakan Dokter yang di pilih, Eyang?" tanya Ayana masih belum percaya.


"Nona adalah kesayangan Tuan muda Alfaritz Rendra, satu-satunya gadis kesayangan Nyonya besar. Menyakiti Nona seujung rambut saja berarti mencari kematian diri sendiri," jawab Dokter tersebut dengan suara lantang.


Mulut Ayana menganga sempurna mendengar kalimat yang di lontarkan Dokter tersebut, sebegitu berharganya kah dirinya sampai-sampai ada mantra seperti itu.


...****...


Saat ini, Ayana tengah berada di dalam mobil milik Rania.


"Kita mau kemana Aunty?" tanya Ayana penasaran.


Gadis itu mengubah panggilannya pada Rania sebab permintaan dari sang Dokter.


"Rahasia dong," jawab Rania dengan kekehan.


Selama perjalanan keduanya tidak berhenti saling melempar ledekan dan kekesalan, baru beberapa jam mereka saling kenal tapi seperti sudah lama mengenal satu sama lain.


...****...


#Di Tempat Lain


Ritz belum lama tiba di bandara, semalam ia menerima telefon dari sang Eyang, memintanya datang ke Australia.


Dan di sinilah ia sekarang, sedang berdiri sambil mengumpat kesal karena Devan yang lama datang menjemputnya.


Tidak tahukah sahabatnya itu kalau dirinya sudah sangat merindukan si gadis cantik kesayangannya, terlebih ada sesuatu yang akan ia lakukan setelahnya.


Tin tin tin.

__ADS_1


Bunyi klakson mobil milik Devan begitu menggelitik indra pendengaran Ritz, dengan wajah masam bercampur kesal pria itu melangkah cepat menuju mobil sahabatnya.


BRAKKK!!


"Omegod, bisa pelan-pelan ngga sih kalau mau tutup pintunya." Sungut Devan tidak suka bagaimana kalau sampai mobilnya lecet


Mata Ritz menatap tajam ke arah sahabatnya, seakan ingin memakan pria itu hidup-hidup.


"Lo mau gue pecat jadi Dokter pribadi Ayana," berang Ritz sedikit emosi.


Rasa lelah dan panasnya terik matahari di sore hari membuatnya mudah terpancing emosi.


"Yaelah telat 15 menit ajah udah mau main pecat segalah, lo pikir jalanan cuma mobil gue doang yang lewat. Hello, ini hari senin dan pastinya lo juga tahu gimana padatnya jalan raya apalagi sekarang jam pulang kerja." Sahut Devan memberi penjelasan


Ritz enggan menanggapi ucapan sahabatnya, ia terlalu rindu akan gadis kecil manja yang mampu menguasai hati dan pikirannya selama sebulan ini.


Daddy merindukan mu, sayang. Bathin Ritz


.


.


.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Baru bisa up lagi😴


Beberapa hari mangkir istirahat, lelah hati dan pikiran.😩


Like dan komennya yuk ikut ramaikanπŸ€—πŸ™

__ADS_1


__ADS_2