
...πΎπΎπΎπΎ...
Kenzo di buat heran dengan perkataan yang di lontarkan si gadis manis tapi cerewet itu.
"Skandal gimana maksud kamu?" tanya pria tampan itu seraya menarik pinggang Letta sampai menempel di tubuhnya.
Ide jahil mulai muncul di otak pria dewasa yg memiliki umur jauh lebih tua dari gadis manis itu, Kenzo tersenyum menyeringai setelah melihat raut wajah panik Letta.
Sayang banget kalau ngga aku kerjain. Bathinnya tersenyum penuh arti
Letta yang mendapatkan pelukan tiba-tiba, refleks menahan dada bidang milik pria tampan yang sukses membuatnya merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya.
"Paman ngapain sih?" cicitnya mendorong kuat dada bidang Kenzo agar menjauh.
Akan tetapi, usaha dan tenaganya terbuang sia-sia.
Semakin keras Letta melakukan perlawanan justru yang dia dapatkan adalah himpitan lumayan kuat dari tubuh kekar dan tinggi milik Kenzo.
Ya ampun, bisa remuk tubuh langsing gue kalau kayak gini. Jerit Letta dalam hati
Posisi Letta bisa di bilang sangat di sayangkan, memiliki postur tubuh tinggi yang langsing dengan balutan dress tanpa lengan dan panjangnya hanya satu jengkal di atas lutut membuatnya berada dalam bahaya.
Pakaian yang dia kenakan memperlihatkan bahu mulusnya serta tulang selangka yang setitik saja tanpa noda sama sekali, mata Kenzo sedari tadi terus melirik ke arah bagian belahan yang sedikit terlihat.
__ADS_1
Mengenakan dress dengan bagian dadanya sedikit terlihat tentu mengundang mata pria yang tanpa sadar terus memperhatikan Letta, hal yang sama seperti yang di lakukan oleh pria tampan di hadapannya sekarang.
PLAKK!
Satu tamparan lumayan kuat mendarat sempurna di pipi kiri Kenzo.
"Aaw, apa yang kamu lakukan?" kaget pria tampan itu sembari memundurkan tubuhnya.
Kenzo meringis kesakitan seraya mengusap pipi kirinya perlahan.
"Mata,," jawab Letta dengan hidung kembang kempis menahan amarah.
Melihat di bahu sebelah kanan Kenzo terdapat jaket kulit yang sengaja pria tampan itu sampirkan, tanpa permisi Letta menarik paksa kain berbahan tebal itu kemudian langsung memakainya.
"Jaketnya buat aku, hitung-hitung sebagai hadiah kenang-kenangan mungkin." Seru Letta setelah berhasil menutupi bagian tubuhnya yang terlihat oleh mata tajam Kenzo
Belum sempat Kenzo menyahut, dering ponsel di saku celananya terdengar begitu nyaring.
"Cepat angkat! palingan juga dari kekasih cantik yang paling ter-in-dah," cebik gadis manis itu sengaja mengeja kata di akhir kalimat.
Kenzo membuang nafasnya kasar.
"Bicara lagi jangan harap bibir kecil mu itu bisa lepas dari bibir ku," ancamanya tak main-main.
__ADS_1
Kedua tangan Letta langsung menutup bagian yang di sebut Kenzo barusan.
Astaga paman tampan jadi mesyum.
Letta bergidik ngeri mendengar nada penuh ancaman yang keluar dari mulut si paman tampan tersebut.
"Jadi pengen ajak paman tampan belok dikit," ceplosnya asal.
Kenzo yang kebetulan berada di dekat gadis manis itu tentu mendengarnya dengan sangat jelas.
"Berani?" godanya dengan bibir menyeringai.
"Berani lah, masa iya ngga berani." Jawab gadis manis itu sengaja menantang Kenzo
Kekasih dari Maira itu memilih tidak lagi menanggapi jawaban Letta, fokusnya beralih pada seeorang yang berbicara melalui sambungan telefon.
"Terus awasi! lima menit lagi aku kesana," titah Kenzo sebelum mengakhiri pembicaraan.
Entah apa yang terjadi di tempat sang kekasih berada, dari pada nantinya akan menimbulkan rasa curiga berujung pertengkaran hebat antara dirinya dengan wanuta cantik itu.
Lebih baik Kenzo cepat kembali sebelum terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan pada Maira dan si gadis cantik kesayangan dari pengusaha terkaya nomor satu yang juga merupakan lawan bisnisnya tersebut.
ππππ
__ADS_1