Daddy I Love You

Daddy I Love You
D_I L You (41) Bagian - 1


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


#Flasback On


Suara petir menggelegar dengan hujan yang turun begitu deras, di salah satu Apartement yang jauh dari pusat kota. Beberapa penghuni memilih masuk setelah acara makan-makan yang di adakan seorang wanita selesai, tampak raut wajah khawatir dan takut terlihat jelas dari beberapa pelayan dan dua orang pria kepercayaan wanita tersebut.


"Awww, sshhh." Ringis seorang wanita berusia 18 tahun tengah menahan sakit di bagian perutnya


Keringat sebesar biji jagung sudah membanjiri dahi dan tubuhnya, rasa sakit yang teramat dahsyat tiba-tiba saja menghantam.


Seseorang yang berdiri tidak jauh dari wanita itu dengan sigap menangkap tubuhnya yang hampir saja menyentuh lantai.


"NYONYA,," teriak panik semua penghuni dalam Apartement.


Napas wanita itu tersengal sambil menahan rasa sakit yang semakin menyakitkan.


"Adelia,," panggil wanita tersebut dengan suara begitu pelan.


Gadis berusia 16 tahun bernama Adelia dengan cepat menghampiri wanita itu.


"Kakak, apa yang sakit?" tanya Adelia khawatir bahkan kini air matanya sudah jatuh mengalir.

__ADS_1


"Panggil paman Hanzen kemari!" titahnya pada sang adik.


Belum sempat Adelia melangkah pergi, dari arah lantai atas seorang pria turun ke bawah sambil berlari.


"Apa yang terjadi? Aku mendengar suara teriakan dari dalam kamar," tanyanya begitu panik setelah sampai di ruang keluarga.


Rasa lelah yang tidak terbendung seketika hilang saat suara teriakan dari arah lantai bawah mengusik indra pendengarannya.


"Paman, sepertinya kakak kesakitan." Sahut Adelia menangis sesegukan


Hanzen yang merupakan kepercayaan wanita itu segera mendekat ke arah sang majikan.


"Nyonya, apa anda merasa sakit?" tanya Hanzen hati-hati.


"Sepertinya aku akan melahirkan, Hanzen" jawabnya dengan napas tidak beraturan.


Semua pelayan dan beberapa pengawal ikut di buat panik, pasalnya keberadaan sang majikan sangat di rahasiakan. Jika keluar dari Apartement tersebut dan membawa sang majikan ke rumah sakit, akibatnya akan sangat fatal.


Adelia menangis histeris tidak tega melihat wajah kesakitan milik sang kakak, dunia benar-benar tidak adil untuk mereka.


"Paman jangan diam saja, lebih baik bawah kakak ke rumah sakit dengan cepat!" sentak Adelia setengah berteriak.

__ADS_1


"Semua pasti akan baik-baik saja kan, paman?" lanjutnya masih menangis tanpa mau melepaskan genggaman tangannya pada sang kakak.


"Adelia takut terjadi sesuatu pada kakak, tolong lakukan sesuatu paman! Jangan diam saja," geram gadis itu mulai terpancing amarah


Henzen benar-benar dilema antara bertahan di Apartement atau keluar membawa wanita itu ke rumah sakit.


"Nyonya, apa sebaiknya yang harus saya lakukan? Saya tidak ingin mengambil keputusan yang salah, orang-orang itu masih berkeliaran di sekitar kita."


Wanita tersebut manahan sakit dengan menutup matanya sebentar, bisa saja dirinya melahirkan di dalam Apartement. Tetapi dia tidak ingin mengambil resiko yang akan membahayakan bayi di dalam kandungannya.


"Pergi ke rumah sakit yang berada di ujung kota terpencil! Di sana ada sahabat ku sudah menunggu, hanya saja kita perlu waktu sekitar setengah jam untuk sampai kesana." Titahnya pada Hanzen yang masih diam membeku


"Nyonya, resikonya sangat besar. Apa bisa pergi kesana dengan kondisi anda yang seperti ini?" sahut Hanzen masih menimang perintah sang majikan.


"Kamu tentu tahu siapa aku sedari dulu Hanzen, jangan menunda keberangkatan kita!" jawab wanita tersebut berusaha tetap tenang.


Tanpa menunggu lama lagi Hanzen memerintahkan semua orang untuk bersiap, tidak ada yang boleh tinggal. Semua harus ikut pergi meninggalkan Apartement yang mungkin sewaktu-waktu bisa di temukan orang-orang suruhan dari seseorang yang sangat misterius.


10 menit kemudian semua sudah berada dalam mobil yang sengaja di sembunyikan datanya, semua demi keamanan sang majikan yang lebih baik nyawa mereka hilang dari pada menyerahkan wanita itu pada orang yang salah.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ

__ADS_1


Like dan komennya yuk ramaikanπŸ™πŸ€—


__ADS_2