Daddy I Love You

Daddy I Love You
Wanita Serakah


__ADS_3

...☘☘☘☘...


#Ruangan Sekertaris


BRAKKKK!


Bunyi suara pintu rungan di buka lumayan keras oleh Ayana, memperlihatkan raut wajah tanpa dosa setelah berhasil membuat jantung kedua anak manusia yang berada di dalam ruangan tersebut ingin meloncat keluar dari tempatnya.


Radit nyaris terjatuh dari pinggiran meja karena posisinya tengah duduk seraya memperhatikan sekertaris Amalia menyelesaikan beberapa berkas penting.


Sedangkan wanita cantik kesayangan Ayana tersebut hampir saja membanting laptop miliknya di atas meja kerja, Amalia begitu syok saking kerasnya pintu ruangan yang di buka dengan kasar.


Asisten tampan dan sekertaris cantik itu langsung menoleh ke arah pintu yang sudah terbuka lebar, di mana ada seorang gadis cantik yang masih setia berdiri di sana.


.


.


"Huaaa, paman Radit tolong Ayana" jerit gadis cantik kesayangan Ritz itu sambil berlari pelan menuju le arah Radit.


Posisi Radit lebih dekat dari arah pintu masuk, itu sebabnya orang pertama yang Ayana tuju adalah pria tampan itu.


GREBBB

__ADS_1


Tanpa rasa bersalah gadis cantik dengan balutan dress selutut itu langsung menabrak cukup kuat tubuh tinggi milik Radit, bahunya yang lebar dan memiliki dada bidang serta perut tercetak kotak-kotak yang terkesan seksi merupakan kesukaan setiap kaum hawa termasuk Ayana.


"Aduh, ini Ayana bukan lagi nabrak tembok kan?" keluh gadis cantik itu meringis kesakitan seraya mengusap dahinya lembut.


Hidung mancung Ayana juga ikut terbentur saking kerasnya tubuh kekar milik si paman tampan, setiap hari selalu berolahraga dan membentuk tubuh agar terlihat lebih bagus dan sempurna menjadi impian setiap pria termasuk Radit.


Radit yang kaget pun hanya bisa menghela napas panjang lalu membuangnya secara kasar, apa yang di lakukan Ayana barusan membuat kesabarannya kembali di uji.


"Salah kamu sendiri kenapa juga datang-datang langsung main peluk, giliran sakit baru ngomel." Sahut Radit rasanya ingin sekali memakan gadis kecil yang berada dalam pelukannya saat ini


Terbiasa di manjakan oleh Ritz beserta anggota keluarga Mahendra lainnya sedikit membuat karakter Ayana belok, kadang seperti gadis yang anggun penuh kelembutan, atau menjadi garang dan sensitif bersamaan.


Namun kali ini sikap bar-bar gadis itu lah yang keluar, jika boleh memilih Radit ingin sekali membuat bidadari cantik milik sang kakak tersebut menangis saat ini juga.


"Mau sampai kapan nemplok di situ, hmm?" gemas Radit sedikit merasakan geli sebab Ayana bersembunyi di bawah ketiaknya.


Pria tampan yang memiliki wajah mirip Ritz itu menggelengkan kepalanya seraya tersenyum manis.


"Kenakalan apa lagi yang kamu lakukan, hmm?" tanya Radit penuh selidik membuat Ayana tertawa lepas.


Bayangan wajah kaget bercampur masam bersiap marah langsung terlintas di matanya.


"Biasa, apa lagi coba kalau bukan gangguin Daddy," jawab Ayana menyengir tanpa dosa.

__ADS_1


Amalia yang sedari tadi menyimak percakapan mereka sedikit penasaran, kali ini apa yang sudah di lakukan gadis kecil kesayangannya itu.


"Adek sini!" pintanya seraya bangkit dari tempat duduk.


Mendengar suara Amalia memangggilnya, dengan cepat Ayana berlari ke arah wanita cantik yang bersiap menyambut untuk memeluknya.


Kecupan sayang di bagian pucuk kepala Ayana di berikan Amalia, rasa sayang dan ingin menjaga gadis kecilnya itu semakin hari kian membesar.


"Mau jajan di luar tidak?" tawar Amalia setelah melepas pelukannya.


Si cantik kesayangan keluarga Mahendra itu langsung menganggukkan kepala pertanda iya.


"Mau, mau banget Aunty. Nanti beli kue di toko Bibi Fara ya?" seru Ayana tersenyum manis.


Dia begitu bahagia karena selalu di kelilingi oleh orang-orang yang baik dan sangat menyayanginya.


Terlepas dari masalah sang Daddy yang masih menyimpan rasa pada wanita cantik bernama Maira, ada baiknya menghibur hatinya sendiri dengan keluar jalan-jalan bersama sekertaris cantik bernama Aunty Amalia.


"Tidak usah pedulikan wanita serakah itu," ucap Amalia seakan bisa menebak isi kepala Ayana.


"Wanita serakah?" tanya Ayana bingung.


"Iya, apa lagi coba julukan yang cocok untuk wanita itu kalau bukan wanita serakah. Alias tidak puas dengan memiliki satu kekasih yang selama ini sengaja di sembunyikan, masih juga mencari pak Bos demi sebuah keuntungan." Terang Amalia sedikit mengungkit masalah pribadi milik wanita cantik bernama Adinda Maira itu

__ADS_1


Tidak ingin ada pertanyaan beruntun karena rasa penasaran terucap dari mulut Ayana, cepat-cepat Amalia membawa gadis kecil kesayangannya itu keluar dari ruangannya menuju lift yang akan membawa mereka ke parkiran.


🍃🍃🍃🍃


__ADS_2