Daddy I Love You

Daddy I Love You
D_I L You (50) Shopping


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Beberapa hari sudah berlalu, hari yang di tunggu Ritz dan anggota keluarganya akhirnya telah tiba.


Sehari setelah kedatangan Ritz, ke esokan harinya anggota keluarga termasuk kedua orang tua pria itu datang ke Australia.


Kabar yang mereka terima dari sang Nyonya besar lumayan cepat, dan di sinilah mereka sekarang.


Berkumpul di salah satu Hotel bintang lima milik Eyang, atau lebih tepatnya sebuah tempat yang sengaja di kosongkan selama dua hari hanya untuk merayakan ulang tahun si gadis cantik kesayangan mereka yang akan menginjak usia ke 18 tahun.


"Kemana Ritz membawa Ayana pergi?" tanya Eyang pada kedua orang tua cucunya.


"Keluar jalan-jalan, Mih." Jawab mama Ritz segera menghentikan aktifitasnya merangkai bunga


"Apa gadis itu ingat hari ulang tahunnya?" tanya Eyang lagi.


"Aku rasa tidak, Mih. Soalnya dari semalam gadis itu sangat sibuk mengganggu Ritz, mana punya waktu buat ingat kapan dia berulang tahun." Balas sang menantu kesayangan Eyang seraya tertawa


Kedua wanita beda usia tersebut memilih menyibukkan diri mereka dengan membantu para pelayan menata Aula.


...*****...


Di lain tempat atau lebih tepatnya pusat perbelanjaan milik Nyonya Besar Mahendra, beberapa menit yang lalu sengaja di dikosongkan Ritz.


Ayana masih belum terbiasa dengan suasana keramaian terlebih di pusat perbelanjaan seperti ini, Ritz tidak ingin terjadi sesuatu pada gadis kesayangannya.

__ADS_1


"Daddy, boleh ngga Ayana beli boneka yang besar?" tanya si cantik meminta izin.


"Boleh, apapun yang Ayana mau beli langsung ambil ajah." Jawab Ritz sembari tersenyum manis


Gadis cantik tersebut berjingkrak senang setelah mendapat izin dari pria kesayangannya, kapan lagi dia bisa shopping sesuka hati tanpa takut menggunakan kartu ajaib milik Daddy nya.


Hampir 3 jam lamanya ayah dan anak angkat itu mengelilingi pusat perbelanjaan, berbagai macam barang sudah terbungkus rapih di dalam paper bag di bawa Ritz termasuk satu buah boneka beruang besar yang sengaja di beli Ayana.


"Mau beli apa lagi?" tanya Ritz saat keduanya baru saja keluar dari toko sepatu langganan Ayana.


"Mmm, Ayana bingung Daddy. Tadi sebelum kemari banyak bangat yang mau Ayana beli, tapi mendadak lupa semuanya." Jawab Ayana sedih sambil mengerucutkan bibir mungilnya


CUP.


Kecupan singkat Ritz di bibir mungil gadis itu.


"Mau, mau. Ayo Daddy keburu nanti ice cream nya habis," sahut Ayana bersorak senang mendengar salah satu kesukaannya di sebut.


Ritz yang melihat perubahan suasana hati gadis manjanya hanya bisa menggelengkan kepala.


Tanpa di sadari, dari arah tidak jauh seorang wanita terus memperhatikan kemana mereka pergi dengan air mata yang sudah mengalir membasahi wajah cantiknya.


Melihat kesedihan sang majikan, membuat pria tampan yang ikut bersama wanita itu merasa iba.


"Nyonya, apa sebaiknya kita temui saja mereka?" saran Alfi tersebut pada wanita itu

__ADS_1


"Aku ingin, tapi apa mereka mau melihat ku?" jawabnya lirih.


Pria yang biasa di panggil Alfi tersebut bukannya menjawab melainkan nekat menggenggam jemari sang majikan dan membawanya pergi menuju tempat dimana Ayana dan Ritz berada.


Cukup sudah selama dua minggu ini mereka bagaikan penguntit yang terus mengawasi si cantik kesayangan Ritz dari arah jauh.


Tanpa rasa malu Alfi langsung menyapa kedua orang yang begitu asik mengobrol sambil memakan ice cream.


"Selamat siang Tuan Ritz," sapa Alfi sangat sopan.


Wanita tersebut hanya diam menunduk tanpa berani mengangkat wajahnya.


Belum sempat Ritz membalas sapaan pria itu, tiba-tiba Ayana meminta izin ke toilet sebentar.


"Daddy, perut Ayana mules mau ke toilet sebentar." Ucap Ayana langsung berjalan cepat tanpa menunggu jawaban dari Ritz


Sadar masih ada orang lain di sana membuat Ritz cepat mengalihkan pandangannya dari Ayana ketika sudah menghilang dari balik pintu.


"Selamat siang Alfi," balas Ritz kemudian matanya menatap ke arah sosok cantik yang bersembunyi di balik punggung Alfi.


Ya Tuhan, apa yang wanita ini lakukan di sini? Bathin Ritz terkejut


.


.

__ADS_1


.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


__ADS_2