
...πΎπΎπΎπΎ...
Letta heboh sendiri ketika matanya tidak sengaja menangkap sosok wanita cantik yang merupakan adik sepupu dari sang mama.
"Wah, parah banget." Cicit gadis manis itu seraya menatap tajam penuh permusuhan ke arah Maira
Kenzo yang tidak menyangka jika keluarnya mereka sekedar makan siang akan berpapasan dengan dua anak gadis yang jelas satunya merupakan keponakan dari sang kekasih.
"Adek," panggilnya pada Letta.
Mata tajam gadis manis itu beralih ke arah pria tampan yang begitu di kaguminya hampir dua tahun terakhir.
"Paman kok bisa ada di sini?" cecar Letta menatap penuh selidik pada Kenzo.
Rasa sakit di hatinya kala melihat pria tampan itu jalan berdua dengan sang tante semakin menambah rasa bencinya pada wanita cantik tersebut.
"Ikut paman sekarang!" ucap Kenzo menarik pelan lengan gadis manis itu menuju arah lain.
Maira yang kaget bisa bertemu dengan gadis kesayangan dari tunangannya mulai terlihat raut wajah paniknya.
Jauh di dasar hati Maira tidak ingin ada pikiran lain terlintas di otak gadis kesayangan keluarga Mahendra tersebut, belum lagi tatapan penuh arti dari sorot mata indah tanpa polesan apapun itu seolah mengisyaratkan sesuatu.
...****...
Letta yang tiba-tiba di bawa pergi oleh Kenzo sedikit memberontak akibat jemari lentiknya sedari tadi terus di genggam erat.
"Paman ngapain tarik Letta segalah sih," kesalnya berusaha melepaskan genggaman tangan besar milik Kenzo.
__ADS_1
"Diam atau paman cium!" sarkas Kenzo tak main-main.
DEG!
Jantung Letta berdetak kencang mana kala kata cium terucap dengan mudahnya dari mulut pria tampan itu.
"Adek mau pulang," tangis Letta pecah seiring dengan genggaman di jemarinya mulai melonggar.
Otaknya tidak mampu lagi berpikir jernih, cukup dengan melihat bagaimana kedekatan antara adik sepupu dari sang mama bersama pria tampan itu sudah jelas mereka ada hubungan yang bisa di bilang sesuatu.
"Paman jahat," jerit gadis manis itu sembari memukul sekuat tenaga dada bidang milik Kenzo.
"Kenapa? Kenapa harus wanita itu yang bersama mu?" marahnya.
"Jawab!"
Letta hampir saja kehilangan akal sehatnya mendapati pria tampan yang di kiranya tidak memiliki kekasih justru merupakan kekasih dari sang tante, Maira.
Hatinya sakit melihat betapa hancurnya perasaan gadis manis itu, entah apa lagi yang harus ia lakukan demi menenangkannya.
"Sakit paman," jerit Letta sembari memukul cukup kuat bagian dadanya yang terasa begitu menyiksa.
Kenzo mengusap pelan punggung kecil gadis manis itu penuh rasa bersalah, bukan ini yang ia inginkan.
Cukup lama Letta menangis tanpa pelukannya terlepas dari tubuh kekar milik paman tampannya tersebut, di rasa sudah mulai tenang baru gadis manis itu perlahan mendorong dada bidang Kenzo menggunakan kedua tangannya.
Mata Letta kembali menatap manik kecoklatan milik Kenzo meski harus sedikit menengadah, memiliki tubuh mungil tidak jauh berbeda dari Ayana memang terlihat lucu.
__ADS_1
Tingginya dan sang sahabat tidak bisa di bandingkan dengan tinggi badan milik Kenzo dan Ritz yang rata-rata memiliki tubuh tinggi sekitar 185 cm, sedangkan dirinya dan Ayana hanya memiliki tinggi kurang lebih 165 cm.
Tanpa sadar bibir tipis Kenzo menempel sempurna di atas kening Letta, rasa hangat menjalar sampai ke dalam hati gadis manis itu.
"Apa yang paman lakukan?" kaget Letta sedikit menjauh dari si paman tampan.
"Jangan pernah membenciku," ucap Kenzo dengan nada memohon.
Gadis manis itu mengerjap beberapa kali.
"Paman tadi bilang apa?" tanya Letta memastikan ucapan pria itu.
"Apa kurang jelas di telinga mu itu gadis cerewet?" tanya balik Kenzo.
"Hei, aku dengar tapi justru aku ingin paman mengatakannya sekali lagi" jawab Letta mulai kesal.
"Lagian apa susahnya coba tinggal ngomong doang," gumammnya pelan namun masih bisa di dengar Kenzo.
"Paman dengar loh," kekeh pria tampan itu seraya mengusap lembut pucuk kepala keponakan dari kekasihnya.
Kenzo sendiri justru tidak tahu harus dari mana lagi menceritakan semuanya pada gadis manis itu, pertemuan mereka terbilang sangat di sayangkan sebab dirinya sudah memiliki seorang kekasih yang sangat ia cintai.
.
.
"Kalian bisa terlibat skandal pasal hubungan perselingkuhan loh paman," seru Letta refleks terucap dari bibir mungilnya.
__ADS_1
Gadis manis itu sungguh tidak tahu seperti apa situasi di tempat adik sepupu dari mamanya berada, keberadaan sang sahabat bisa di pastikan akan menimbulkan masalah besar.
πππππ