Daddy I Love You

Daddy I Love You
Panggil Mami


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺...


"Berani membandingkan Daddy dengan Boneka Beruang?" tatapan mata Ritz membuat nyali Ayana semula berani langsung menciut takut.


Gadis cantik kesayangan banyak orang itu memilih diam seraya memainkan jemari besar dan panjang milik Ritz.


"Lain kali jangan sembarangan sembunyi, kalau sampai kamu terluka bagaimana?" lanjutnya pura-pura marah pada gadis manja kesayangannya terebut.


Bukan tanpa alasan Ritz begitu khawatir bila terjadi sesuatu pada gadisnya, terlalu banyak masalah yang ia hadapi bahkan sampai lupa jika masih ada sosok paling penting yang harus menjadi prioritas utamanya.


Mendengar nada khawatir keluar dari mulut pria pujaan hatinya membuat Ayana tidak tega bila harus ikutan marah dan kesal hanya karena mengetahui sebuah kebenaran.


"Pulang ajah yuk Dad!" seru Ayana berusaha bangkit dari duduk.


Rasa nyeri di bagian kedua lututnya coba di tepis jauh tidak ingin membuat sang Daddy kembali khawatir.


"Biar Daddy menggendong mu sampai parkiran," balas Ritz ingin meraih tubuh mungil gadis cantik itu namun dengan cepat di tahan oleh Ayana.


"Nggak usah Daddy, lagian ini salah Ayana sendiri kenapa juga harus ngumpet dalam lemari." Ditolaknya dengan halus tidak menerima bantuan dari pria tampan tersebut


"Kalau sakit bilang ya," sahut Ritz pasrah ketika bantuannya justru di tolak gadis kesayangannya.


Tanpa menunggu lama Ritz ikut bangkit seraya memegang lengan kanan gadisnya saat hendak keluar dari ruangan.


Keduanya langsung masuk ke dalam lift yang sudah terbuka, entah kemana perginya sang sekertaris cantik Amalia setelah keluar dari ruangannya sendiri.

__ADS_1


"Aunty Amalia kemana?" tanya Ayana sadar sejak keluar dari ruangan milik wanita cantik kepercayaan Ritz itu tidak melihat keberadaan Amalia.


"Daddy tidak tahu sayang, mungkin keluar sebentar atau sudah pulang ke Apartement." Jawab Ritz asal sebab ia sendiri pun sama sekali tidak tahu kemana perginya sang Sekertaris


.


.


TRING!


Sampai di parkiran Ritz dengan cepat membawa masuk Ayana ke dalam mobil miliknya, hari ini hanya ada mereka berdua yang akan mengendarai kereta besi berwarna putih tersebut tanpa adanya sang sopir.


Ritz sendiri yang akan mengemudikan mobilnya menuju arah pulang ke rumah, kali ini tujuan utama mereka bukan pergi ke rumah utama melainkan pulang ke rumah milik pria tampan tersebut.


Lima belas menit perjalanan yang hanya di selingi keheningan selama perjalan akhirnya mobil yang di kendarai Ritz memasuki halaman rumah setelah satpam membukakan pintu gerbang utama.


Kereta besi tersebut berhenti tepat di depan halaman rumah yang sangat luas dan bersih, Ritz akan meminta sang sopir untuk memarkirkan mobilnya di garasi nanti.


"Mau Daddy gendong ajah?" tawar Ritz bertanya saat pintu mobil bagian samping kemudi dibukanya lebar.


Ayana menggelengkan kepalanya cepat tidak ingin merepotkan pria tampan itu.


"Jangan terlalu memanjakan ku selagi masih bisa melakukan semuanya dengan sendiri Daddy," balas Ayana sembari turun dari mobil.


Kakinya sebenarnya masih terasa sakit dan perih, tetapi kondisi tubuh pria pujaannya jauh lebih penting sekarang.

__ADS_1


Aku tahu pasti Daddy sangat lelah dan perlu banyak istirahat. Ucap Ayana dalam hati


Seketika ingatannya kembali tertuju pada satu sosok cantik yang selama ini begitu dirindukan.


"Kira-kira andai kita bertemu kembali apa Ayana harus panggil Mami dan bukan lagi Bibi cantik?" gumam gadis cantik itu pelan takut jangan sampai terdengar oleh Ritz.


Ada begitu banyak yang ingin di ketahui Ayana mengenai masa lalunya dan sang Mami, semoga dalam waktu dekat dirinya akan di pertemukan kembali dengan wanita yang sering dipanggilnya Bibi Cantik tersebut.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Lama nggak up gara-gara mood anjlokπŸ˜ͺπŸ˜ͺ


Semoga masih ada yang mau bacaπŸ€—πŸ€—


Siapa tahu ada yang suka dan ikut mampir ke karya novel yang tidak kalah bagus dan tentunya tidak membosankan.😁


Napen : Alitha Fransika


Judul Novel : Cinta Terhalang Masa Lalu


Jangan



Jangan lupa mampir yaπŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2