Daddy I Love You

Daddy I Love You
Manja Sekali


__ADS_3

...💕💕💕💕...


Jam menunjukkan pukul 02 sore, masih ada beberapa jam lagi sebelum Ritz menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk.


Si cantik kesayangan memilih masuk ke dalam ruangan pribadi milik sang Daddy untuk istirahat sejenak, gadis cantik itu berutang penjelasan pada Ritz mengenai pertemuannya dengan seorang wanita cantik sering di panggilnya Bibi Cantik tersebut.


.


.


Tok tok tok


Bunyi suara ketukan pintu ruangan menggelitik indra pendengaran Ritz.


"Masuk!" sahut Ritz dari dalam ruangan.


.


.


CEKLEK!


Amalia membuka pintu dengan perlahan kemudian melangkah masuk menuju meja kerja sang Presdir.


"Maaf mengganggu Pak Bos, di bawah ada seorang wanita yang ingin menemui anda." Ucap Amalia hati-hati


Alis Ritz nyaris menyatu ketika mendengar apa yang barusan di ucapkan sekertaris nya.


"Wanita? Siapa?" heran pria tampan itu.


"Beliau adalah pewaris tunggal Mahestra Group," jawab Amalia.


.


.


...****...


Selang lima belas menit Amalia meninggalkan ruangan, Ritz bergegas turun ke lantai bawah untuk menemui seseorang yang bermarga Mahestra tersebut.


TRING!


Pintu lift terbuka dengan langkah kaki santai di sertai aura dingin yang mendominasi, Ritz berjalan keluar menyusuri area lantai dasar menuju resepsionis.

__ADS_1


Dari arah jauh dapat di lihat sosok tinggi semampai tengah berdiri membelakangi, wanita cantik itu begitu asik menikmati suasana sore hari dari balik jendela.


Tak tak tak


Derap langkah kaki yang kian mendekat menggelitik indra pendengaran Syifana, perlahan tubuhnya berbalik untuk melihat siapa yang datang.


Senyum hangat di berikan Syifana pada sosok pria tampan berwajah datar tersebut.


"Selamat sore, Tuan Alfaritz Rendra." Sapanya menyambut kedatangan Ritz


"Sore, aku pikir anda tidak akan berani menginjakkan kaki anda di perusahaan milik ku." Balas Ritz setengah mencibir


Hati Syifana terenyuh mendengar kalimat tak bersahabat yang baru saja keluar dari mulut pria itu.


"Silahkan," sambung Ritz mempersilahkan wanita cantik tersebut untuk duduk.


"Terima kasih," balas Syifana tersenyum.


Ritz meminta salah satu bagian resepsionis untuk menghubungi Amalia, ia harus memastikan jangan sampai Ayana terbangun lalu mencari keberadaanya.


Seorang wanita berusia sekitar 30 tahun datang membawa dua cangkir teh dan satu piring kue.


"Silahkan di nikmati teh sekaligus kuenya pak Bos dan Nyonya," ucap wanita itu.


Baik Ritz maupun Syifana hanya menjawab dengan anggukan kepala.


.


.


Ia ingin memastikan sesuatu tetapi memilih diam dan menunggu wanita itu yang buka suara sendiri.


"Maaf atas kelancangan saya, Tuan Alfa. Sebab membuat janji pertemuan dengan gadis cantik itu tanpa persetujuan darimu." Jawab Syifana berkata jujur


Terlihat pria tampan itu menarik napas panjang lalu membuangnya kasar.


"Anda jelas tahu keadaannya tidak baik-baik saja bukan?" sarkas Ritz mengingatkan.


"Aku tidak akan melarang anda bila ingin menemui gadis itu, tetapi lihat dulu situasinya seperti apa jangan langsung ambil keputusan sepihak." Tambahnya dengan nada terkesan marah


Hampir saja pria tampan itu mengamuk kala mendengar kabar orang suruhan dari suami Syifana menemukan keberadaan wanita itu, terlambat sedikit saja Devan membawa Ayana pulang.


Kemungkinan besar sekarang gadis kesayangannya itu sudah berada di hadapan ayah kandungnya sendiri.

__ADS_1


Takan aku biarkan milik ku di ambil secara paksa dariku. Bathin Ritz


.


.


Entah apa yang di perbincangkan Syifana dengan pria tersebut, melihat adanya sedikit perdebatan kecil sebelum akhirnya wanita cantik itu pamit pulang.


...****...


#Ruangan Milik Presdir


Setelah satu jam lamanya Ayana tertidur saking merasa lelah dan kantuk, saat terbangun hal yang pertama kali di carinya adalah Ritz.


Amalia yang ikut menenangkan gadis cantik itu hampir kehilangan akal sehatnya, beruntung dia memahami kebiasaan Ayana.


"Daddy lagi keluar sebentar sayang, ngga akan lama kok. Ayana jangan nangis terus dong, ini Aunty jadi pusing." Rayu Amalia berusaha menenangkan


Dalam hatinya mengumpati sang Bos yang entah mengapa sampai begitu lama pergi keluar.


Hampir sepuluh menit lamanya Ayana menangis tak mau berhenti, suara pintu ruangan yang terbuka mengalihkan fokus gadis cantik itu.


"Huaaa, DADDY.." Teriak histeris Ayana seraya berlari ke arah sosok tinggi tegap masih berdiri mematung di depan pintu masuk


BUKKK!


Benturan lumayan kuat di rasakan kala punggungnya menempel di dinding.


"Loh kenapa menangis? Ini ada apa Amalia?" heran Ritz mendapati gadis kecilnya berlinang air mata.


"Biasa, penyakit sensitifnya kumat lagi." Jawab Amalia santai sembari tertawa pelan


"Maksudnya?" tanya pria itu kebingungan.


.


.


.


"Ya itu, kalau ngga lihat wajah Bos pas bangun tidur ujung-ujungnya pasti nangis."


"Manja sekali," cebik Amalia tanpa dosa.

__ADS_1


Dari pada melihat drama tangisan gadis cantik kesayangan sang Bos, lebih baik wanita itu kembali ke ruangannya.


🍃🍃🍃🍃🍃


__ADS_2