Daddy I Love You

Daddy I Love You
D_I L You (55) Kejutan?


__ADS_3

...💕💕💕💕💕...


"Happy Birthday Bautiful Princess," seru mama Ritz dan lainnya secara bersamaan, membuat Ayana tidak berkedip padahal barusan dia habis menangis.


Matanya menatap takjub melihat satu buah kue ulang tahun yang ukurannya lumayan besar kini sudah berada tepat di hadapannya, lengkap dengan lilin yang bertuliskan angka 18.


Di sana sudah ada Eyang, Devan, Radit, orang tua Devan, mama dan papa Ritz serta Amalia dan Arsinta yang baru saja datang akibat terkena macet di jalan menuju hotel.


...****...


"Wiih, kayaknya malam ini Princess nya si Bos bakalan jadi pemeran utama dan tentu menjadi pusat perhatian banyak orang." Sorak Arsinta kesenangan


"Kamu jangan senang dulu, Ntaa! Sebab malam ini Eyang tentu akan memperkenalkan siapa gadis cantik kesayangan Bos itu." Timpal Amalia dengan mata yang terus melihat ke arah Ayana


"Ya bagus dong kalau Nyonya besar akan memperkenalkan Nona Ayana ke semua orang, bukannya itu yang selama ini di inginkan si Bos?" sahut Arsinta sebenarnya tidak paham dengan maksud dari ucapan Amalia barusan.


Amalia yang mendengarnya menatap malas ke arah wanita cantik itu, andai saja otak wanita itu sedikit encer.


"Duh, capek kalau ngomong sama orang yang otaknya lola" kesal Amalia berlalu pergi meninggalkan Arsinta.


...****...


Masih di posisi yang sama dimana Ayana dengan wajah terkejutnya namun tanpa menghentikan isak tangisnya karna ulah Ritz.


Pria tampan itu entah sudah pergi kemana meninggalkan gadis manjanya sendirian menghadapi kejutan dari semua orang.


Dasar Daddy nakal main ninggalin aku sendirian di sini. Umpat Ayana berbicara dalam hati


Semua anggota keluarga meminta Ayana untuk meniup lilin dengan angka 18 itu, nyanyian ucapan selamat ulang tahun menggema di dalam Aula beriringan dengan tangis Ayana yang belum juga berhenti.


Betapa bahagianya dia mendapatkan kejutan luar biasa dari orang-orang yang begitu menyayanginya tanpa mempermasalahkan statusnya.


Menjadi bagian dari keluarga pria tampan yang dulu menabraknya dan kini menjadi ayah angkatnya tentu merupakan anugerah terindah.


Beberapa menit kemudian, Eyang mendekat ke arah Ayana lalu memeluknya sayang, senyum bahagia jelas terpancar di wajah cantik wanita baya tersebut.


"Sudah, jangan menangis lagi" ucap Eyang seraya menghapus air mata Ayana.


"Malam ini adalah waktu bahagia mu, jadi tersenyum lah dan buang jauh-jauh semua beban yang ada di hati mu! OK. " lanjut Eyang tersenyum manis setelah Ayana menganggukkan kepalanya.


Amalia, Arsinta dan Radit begitu antusias menghampiri si cantik yang menjadi Princes malam ini.


"Ayo Nona Cantik, cepat tiup lilinnya!" sorak ketiganya secara bersamaan.


"Tapi tunggu dulu, sebelum tiup lilinnya mintalah sesuatu! Buatlah permohonan mu, gadis kecil." Seru Radit tertawa gemas melihat raut wajah kaget Ayana


Si cantik kesayangan Ritz itu menatap ke semua anggota keluarga yang hanya di balas anggukan kepala oleh mereka, sedetik kemudian gadis itu mulai berdoa dalam hatinya.


...💕...


Tuhan, terima kasih masih sudah memberikan ku umur yang panjang dan napas sampai hari ini, aku sangat bahagia bisa di pertemukan dengan orang-orang baik, begitu sayang dan perhatian pada ku dan terima kasih sudah mengirimkan ku sosok yang sangat baik dan begitu tulus menyayangi ku.


...*DADDY*...


Semoga ada jawaban untuk sebuah rasa yang sulit di ungkapkan, jika benar ia jodoh ku maka buatlah kami terus bersama! Tetapi jika ia bukanlah jodoh ku, tolong hilangkan rasa cinta ini dari dalam hatiku.


Aku memang mencintainya dengan tulus, tetapi jika tidak bisa, paling tidak ajarkan aku bagaimana caranya untuk mengikhlaskan.

__ADS_1


...💕...


...HUUFFT!...


Ayana segera membuka mata dan meniup lilin, tepukan tangan dari semua orang terdengar jelas di telinganya.


Semua tamu yang hadir terus bergantian memberikan ucapan selamat ulang tahun dan kado yang sengaja mereka siapkan.


Setelah semuanya selesai, mereka baru mencicipi hidangan yang tersaji di atas meja makan, lengkap dengan berbagai macam minuman bersoda dan beberapa kue.


"Selamat ulang tahun gadis kecil," ucap Radit seraya memberikan satu buah kado lumayan besar.


Ayana menerimanya dengan senang hati.


"Terima kasih paman, jadi penasaran apa isinya" balas Ayana sambil tertawa.


"Nanti ajah bukanya kalau udah sampai rumah, lagian masih banyak tuh yang belum kamu ambil." Tunjuk Radit ke salah satu meja panjang tempat semua hadiah di letakkan


...*****...


Ayana menyusuri sebuah lorong lumayan panjang yang sudah di hiasi, beberapa menit yang lalu dia menerima satu lembar surat berisikan petunjuk.


"Duh kenapa banyak bangat sih kamarnya," sungut Ayana sedikit kesal.


Lama gadis itu berjalan pelan sampai akhirnya tiba juga di salah satu ruangan tersendiri yang berada di lantai paling atas.


"Yang ini bukan ya," gumamnya pelan sambil sesekali melirik ke semua sudut ruangan.


Satu,


Dua,


Takkk!


"Huaaa, Daddy lampunya tiba-tiba saja mati. Ayana takut," jerit si cantik yang kelihatan begitu panik akibat ulah kejahilan yang di buat Ritz.


Teriakan Ayana sukses membuat Radit terkejut setengah mati.


"Buset anak ayam nyaring juga suaranya," umpatnya kesal seraya mengusap telinga.


Radit yang di minta Ritz untuk mematikan lampu dalam ruangan tersebut langsung berlari keluar menuju lantai bawah.


Lebih baik aku pergi ajah dari pada malah jadi obat nyamuk. Ucapnya dalam hati


Selepas kepergian Radit, tinggal lah Ayana sendiri yang masih setia berdiri mematung di tengah ruangan.


"Daddy," panggil gadis itu sebenarnya takut bagaimana jika itu bukan surat pemberian dari Ritz.


"Dad, Daddy."


"Ish, jangan becanda dong ini ngga lucu tau"


Gadis cantik itu terus memanggil Ritz, berharap tidak ada hal yang buruk menimpanya.


"Daddy kalau ngga keluar juga Ayana pergi,"


Ayana sengaja mengucapkan kalimat ancaman agar pria tampan kesayangannya itu mau keluar.

__ADS_1


"Duh, mana mata ku ngga bisa lihat apa-apa." Gumamnya pelan tanpa ada niat bergerak sedikit pun


.


.


Satu menit,


Dua menit,


Tiga menit..


...HUUUFT....


Klik!


Ruangan yang sebelumnya gelap, kini terang kembali di ikuti dengan kemunculan Ritz dari arah luar.


Mata Ayana masih menatap takjub seisi ruangan yang di penuhi taburan bunga mawar dan beberapa lilin bertebaran di lantai, dalam sekejab semuanya berubah menjadi sangat indah dan terkesan begitu romantis.


"Kamu menyukainya, sayang?" tanya Ritz setelah gadis itu berjalan pelan ke arahnya.


Air mata Ayana terus mengalir tanpa di minta, hanya anggukan kepala yang mampu dia berikan.


"Selamat ulang tahun Tuan putri, tanpa terasa sudah lewat 8 tahun lamanya kita bersama," ucap Ritz sembari menyodorkan sebuket bunga mawar putih ke arah gadis itu.


"Cantiknya Daddy kok nangis sih, nanti make up nya luntur sayang." Lanjut Ritz sengaja menggoda gadis kesayangannya tersebut


Menangis, gadis cantik dengan mata indah yang selalu membuat hati Ritz menyejuk itu kembali menangis.


Bagaimana tidak, semua yang dia lihat saat ini bukanlah kejutan yang biasa melainkan sesuatu yang hanya di ketahui Ritz apa artinya.


Mata indah Ayana kembali menatap penuh tanya ke arah pria itu, berharap apa yang ada dalam otaknya tidaklah benar.


"I-ini, ini A-apa Daddy?" tanya Ayana masih belum percaya dengan kejutan yang Ritz berikan.


Sungguh gadis itu masih mencoba untuk mencerna semua kejutan yang pria tampan itu berikan.


Sementara Ritz nampak diam sejenak sebelum menjawab pertanyaan Ayana, detak jantungnya semakin kuat seolah ingin keluar dari tempatnya.


.


.


.


.


.


.


..."Will You Marry Me, Princess?"...


...💕...


🍃🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


Maaf ya jarang up🙏🙏🙏


__ADS_2