Daddy I Love You

Daddy I Love You
D_I L You (29) Cemburu


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Jam 06 pagi, Ayana sudah bangun dan membersihkan diri. Dia keluar FILA sekedar jalan-jalan di sekitar melihat pemandangan indah pagi hari, sejak kejadian kemarin gadis itu masih tetap mendiamkan Ritz.


Sarapan pagi sudah tiba, di ruang makan Ayana melihat sang Daddy tengah duduk santai sambil memainkan ponsel.


Kedatangan Ayana mengalihkan fokus Ritz dari layar ponsel miliknya, ada kerinduan yang mendalam timbul di hati Ritz pada putri angkatnya tersebut.


Selama sarapan keduanya diam tanpa adanya obrolan ringan, ingin sekali Ritz menanyakan alasan mengapa putrinya menjadi pendiam dan cuek. Akan tetapi, semua di tahannya, takut bila gadis itu akan menganggapnya lain.


Usai sarapan Ayana pergi lebih dulu meninggalkan sang Daddy di ruang makan, dia tidak ingin sampai lepas kontrol.


"Daddy marah ngga ya?" Gumam Ayana pelan sesekali matanya melirik ke arah ruang makan


Jika bukan karena permintaan Eyang sebelum datang ke FILA, mana mungkin Ayana begitu tega mendiami pria tampan kesayangannya.


Ayana masih bingung soal maksud Eyang, yang mengatakan perihal sikap sang Daddy terhadapnya mulai berbeda. Tidak ingin percaya tapi semua yang terjadi memang benar adanya, semenjak kejadian Ayana masuk rumah sakit, perilaku pria tampan itu mulai berbeda.


Sikap Ritz yang mulai terlihat posesif, sangat jelas dapat Ayana rasakan. Terlebih sekarang fokus sang Daddy lebih banyak padanya, adapun Maira yang jelas-jelas kekasih dan calon istri dari Daddy nya tidak lagi di hiraukan.


Entah apa yang terjadi, semenjak Eyang datang semuanya jadi berbeda. Apalagi Eyang sampai melarang Maira masuk ke ruangan Ritz bila tanpa izin darinya.


Lagi asik-asiknya Ayana membalas pesan dari sahabatnya, tiba-tiba Ritz menghampiri gadis itu tanpa meminta izin lebih dulu.


"Daddy ngapain?" Tanya Ayana bingung melihat sang Daddy yang berbaring dengan posisi kepala di atas pangkuannya


"Hanya sebentar, Daddy tidak akan melakukan hal lain." Jawab Ritz tanpa menatap manik mata putrinya


"Hmm, apa Daddy tidak jalan-jalan keluar?" Tanya Ayana basa basi


"Untuk apa? Daddy sengaja membawa mu kemari agar kita bisa menghabiskan waktu berdua, tapi kamu sendiri malah menghindari Daddy."


Ayana mengulum senyumnya mendengar kalimat yang keluar dari mulut sang Daddy.


"Ayana lagi malas jalan-jalan, lagi pula tetap berada di FILA lebih nyaman dan tenang." Ucap Ayana jujur


"Kalau begitu Daddy juga akan tetap di FILA, putri Daddy lebih penting sekarang." Sahut Ritz tak kalah jujur


Pria tampan yang awalnya hanya berbaring sebentar, nyatanya malah tertidur begitu nyenyaknya.


"Kebiasaan bangat, katanya cuma sebentar tapi malah ketiduran." Cebik Ayana menatap gemas wajah damai sang Daddy yang tertidur

__ADS_1


Satu jam kemudian Ritz terbangun dari tidurnya, masih dalam posisi yang sama dimana kepalanya berada di atas pangkuan sang putri.


"Udah tidurnya? Mau jalan-jalan sebentar sekalian lihat matahari terbenam." Ucap Ayana tersenyum manis


"Yakin mau jalan-jalan? Ngga lagi bohong sama Daddy kan?" Tanya Ritz memastikan ucapan putrinya


"Ngapain Ayana harus bohong segala, bukannya tujuan kita datang kemari untuk liburan?" Jawab Ayana


"Tadi katanya ngga mau jalan-jalan, sekarang malah minta keluar untuk jalan-jalan." Sindir Ritz seraya bangkit dari tidurnya


Mata Ayana membulat sempurna dengan mulut yang menganga, apa sekarang waktunya untuk berdebat?


"Daddy nyebelin bangat tahu ngga, kan Ayana tiba-tiba ajah pengen keluar jalan-jalan." Kesal Ayana menatap jengkel ke arah sang Daddy


"Ok, ok. Kita keluar jalan-jalan, ngga usah cemberut gitu." Balas Ritz mengalah


Masih dengan perasaan kesal Ayana keluar FILA lebih dulu tanpa menunggu sang Daddy, ingin rasanya gadis itu mengomel tanpa henti.


Ritz membawa putrinya jalan-jalan menggunakan mobil, arah FILA yang lumayan jauh dari tempat melihat matahari terbenam mengharuskan mereka naik kendaraan untuk bisa sampai kesana.


Hanya butuh waktu dua puluh menit mobil yang di kendarai Ritz akhirnya tiba di salah satu tempat favorit banyak orang, dengan tidak sabarnya Ayana keluar dari mobil meninggalkan Ritz.


Beberapa pasang mata melihat ke arah gadis itu, wajah cantik alami dengan pakaian santai menambah kecantikan Ayana.


Dengan beraninya ia berjalan mendekat ke arah gadis itu.


"Hai Nona, apa anda datang sendiri kemari?" Sapa pria itu seraya tersenyum


Ayana sempat kaget dengan kehadiran pria tersebut, pasalnya dia sejak tadi begitu asik melihat pemandangan sekitar.


"Maaf, saya tidak datang sendiri." Sahut Ayana tanpa menoleh


"Benarkah? Lalu dimana orang yang datang bersama anda? Bukankah tidak baik membiarkan gadis cantik seperti anda duduk sendirian?" Tanya pria itu tanpa rasa malu


Ingin rasanya Ayana mengumpat kesal, kesenangannya harus terganggu karena pria itu.


"Tuan, sebaiknya anda mencari tempat lain untuk bersantai. Jangan mengganggu orang lain apalagi kita tidak saling kenal." Usir Ayana dengan nada halus


Namun rupanya pria itu tidak mendengarkan perkataan Ayana, dengan sangat berani ia justru ikut duduk di samping gadis itu.


"Tidak baik mengusir orang tanpa alasan, aku hanya ingin berkenalan dengan anda, siapa tahu kita bisa saling komunikasi di masa depan." Ucap pria itu dengan percaya diri

__ADS_1


Ayana mulai merasakan tidak nyaman di dekati pria asing yang tidak di kenalnya, sejak tadi gadis itu mengumpat kesal belum juga melihat batang hidung sang Daddy.


Daddy mana sih? Bikin risih ajah nih orang. Kesal Ayana berbicara dalam hati


Yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga, senyum Ayana langsung mengembang melihat sang Daddy.


"Daddy,," Jerit Ayana melompat kegirangan


Tanpa sadar apa yang baru saja dia lakukan ternyata di perhatikan pria asing tersebut.


"Kenapa lama sekali? Ayana sampai bosan nungguin Daddy." Kesal Ayana dengan bibir mengerucut


"Maaf sayang, tadi di depan ada sahabat Daddy." Jawab Ritz menyesal sudah membuat putrinya menunggu


Belum sempat Ayana kembali buka suara, pria asing yang sejak tadi membuatnya jengkel ikut bersuara.


"Permisi, nona apa ini orang yang anda maksud tadi?" Tanya pria itu pada Ayana


Kening Ritz mengkerut ketika sadar ada seorang pria di sekitar putrinya.


"Iya, pria ini yang aku maksud tadi. Sebaiknya anda pergi dari sini! Bukankah kita tidak saling kenal?" Jawab Ayana dengan nada dingin


"Haha, jangan marah nona. Aku tidak memiliki maksud tertentu, justru aku hanya ingin mengenal anda." Balas pria tersebut tidak peduli semasam apa wajah tampan milik Ritz sekarang


"Kau," Geram Ayana


Ehemmm!


Deheman kuat Ritz mengalihkan fokus pria tersebut.


"Apa anda tidak punya pekerjaan lain selain menganggu orang? Sebaiknya anda pergi dari hadapan saya sebelum sesuatu yang tidak di inginkan bisa saja terjadi." Tekan Ritz dengan nada seakan mengancam


Aura dingin dan mencekam mampu membuat nyali pria asing tersebut menciut, betapa murkanya Ritz kala melihat putri kesayangannya di ganggu.


Antara cemburu dan marah bercampur jadi satu, Ritz sangat membenci bila ada pria lain selain dirinya dekat dengan sang putri.


.


.


.

__ADS_1


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Jangan lupa like dan komennyaπŸ™


__ADS_2