Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Zio....


__ADS_3

" Bangunlah Delanie.... Delanie...."


Suara samar samar aku dengar membuat aku terbangun dari mimpi indah ke mimpi buruk yang berada di dunia nyata.


" Delanie..."


" Ini bukan suara Ricardo tapi..."


Aku kemudian membuka mata dan melihat si pemilik suara, dengan kepala yang masih sangat sakit aku berusaha untuk bangun dan segera tersadar.


Dengan mata yang masih ingin tidur aku membuka mata dengan usaha ekstra, rasanya aku masih melayang


"Zi......o" kataku dengan suara yang sangat serak, aku sempat tidak percaya dengan penglihatan ku apalagi aku berada dalam sebuah tempat yang tidak aku kenal


Seketika aku langsung terperanjat menyadari bahwa diriku sedang berada dalam sebuah hotel dan bersama dengan laki laki yang bukan suami ku


Aku segera mengingat kejadian terakhir saat aku sadar,


" Ya ampun" Aku menepuk jidat ku karena aku nekat untuk minum tanpa meminta pengawal dan hasilnya aku sedang berada dalam hotel bersama mantan suami ku


Aku segera memegang dadaku dan melihat semua baju yang aku pakai.


"Uh...masih lengkap"


"Aku tidak melakukan apa apa kamu tenang saja, seandainya aku ingin aku sudah melakukan nya dari awal kita menikah" kata Zio sambil memberikan segelas air putih hangat untukku.


Awalnya aku tidak menerima tapi Zio memaksaku agar otakku kembali sadar.

__ADS_1


" Mengapa aku ada disini?? " tanyaku pada Zio, rasa bersalah muncul dalam benakku karena telah berduaan dengan lelaki yang bukan suamiku.


"Apa Ricardo menyakiti mu hingga kau mabuk mabukan seperti orang Yang tidak waras??"tanya Zio


"Sama sekali tidak aku hanya suntuk saja dan aku ingin menikmati waktu sendiri" kataku berusaha menutupi apa yang terjadi antara aku dan Ricardo


" Sudahlah Delanie untuk apa menyembunyikan semua nya aku tau siapa Ricardo dan sekarang adalah kesempatan mu untuk menceraikan dia"


" Duggggg"


Jantung ku langsung berdegup dengan sangat kencang mendengar kata kata perceraian lagi, rasanya kepalaku pun hendak meledak karena tidak ingin mendengar kata kata yang membuat kita trauma.


Aku sangat takut jika harus kehilangan lagi tapi aku juga tidak tahu apakah aku bisa mempertahankan hubungan ini karena ada tangisan Nur dan juga Ryana di balik pernikahan yang dilandasi kebohongan ini.


Aku masih terdiam sambil memegangi kening ku saat itu Zio membantu ku untuk memijat kepala ku yang terasa sakit. Aku segera menepis Zio dan menjauh darinya aku tidak ingin bersentuhan dengan lelaki yang sama saja bejad nya


" Aku tau Delanie aku sadar telah menyia-nyiakan mu dan tidak percaya padamu, aku sangat menyesal karena justru Ricardo lah yang mendapat kan keperawanan mu"


Seketika aku terkejut Mengapa Zio tau bahwa aku masih perawan saat berhubungan dengan. Ricardo.


" Ba... Bagaimana kau tau??" Tanyaku


" Tentu saja Ricardo sendiri yang mengatakan nya, dia mengatakan bahwa dia telah menemukan berlian yang bahkan belum tersentuh. Aku salah menilai mu ternyata kau wanita terhormat dan aku sungguh menyesal"


" Sudah terlambat lagipula aku tau kau hanya akan mencintai masa lalumu tuan Zio dan aku sama sekali tidak ingin terlibat dalam hal yang rumit itu" kataku


"Aku menyesal Bagaimana kalau kau bercerai saja dan kita menikah lagi dan pindah keluar negeri"

__ADS_1


" Apa???"


Mendengar ide gila Zio aku malah semakin ilfeel melihat kelakuanku para lelaki yang begitu mudah mempermainkan kata kata pernikahan


"Tidak Sampai matipun aku tidak akan pernah kembali padamu, aku tidak akan" kataku


" Tapi Delanie...." kata Zio tapi aku segera menyuruh nya Keluar dan mengucapkan terima kasih kerena sudah membawa ku dari Club semalam


Aku kemudian mengambil ponselku yang berada di dalam Tas, aku ingin memesan baju ganti sebelum aku Keluar dari hotel ini. Tapi tanpa kuduga ternyata Ricardo sudah menghubungi ku selama 213 kali dan mengirimkan ratusan pesan.


" Sayang kamu dimana?? Kamu sudah makan?? Apa kamu baik baik saja?? Cepatlah kembali!! Aku merindukan mu!! Aku sangat mencintaimu Delanie!"


Itulah sebagian kecil isi dari pesan yang dikirim kan oleh Ricardo, aku rasa ia juga mengalami hal yang sama.


Aku hanya bisa menghela nafas panjang dan kembali memikirkan apakah yang akan kulakukan setelah ini. Tiba tiba saja pintu kamar hotel diketuk dan seseorang memberikan sebuah tas belanja yang berisi baju baru, ketika aku menanyakan siapa pengirimnya, ternyata itu adalah Zio.


Kulempar saja pemberian itu ke lantai, aku Segera membasuh wajah tanpa mengganti pakaian ku, rencana nya aku mau kembali ke rumah keluarga Okta untuk sementara waktu.


" Sampai kapan Delanie"


Suara pelan seperti bisikan suara Ricardo membuatku cukup kaget, aku melihat sekeliling dan tidak ada orang. Aku rasa aku berhalusinasi karena aku sangat merindukanmu lelaki yang sudah menjadi suamiku itu.


" Kembali lah sayang aku merindukan mu" Suara itu kembali menggema di telinga ku


" Stoooopp" Kataku sambil menutup telinga ku


" Aku harus bertemu Ricardo sekarang"'

__ADS_1


__ADS_2