
Aku berkutat lagi di dapur aku berusaha mengiris bawang bawang, cabai dan segala bumbu masakan dapur yang tidak biasa aku pegang.
Bu Mina tertawa melihat airmata yang terus keluar dari mataku, perih yang dihasilkan oleh bawang merah membuat aku kesulitan untuk mengirisnya.
" Biar Bibi saja Nyonya" Kata Bi Mina dan aku membiarkan nya untuk mengambil alih bawang merah itu.
" Ini adalah salah satu kesukaan Tuna Zio" kata Bi Mina sambil mengaduk Cumi peras yang berada di atas trflon
" Jadi dia suka tumis pedas cumi,balado telur, opor ayam dan masih ada beberapa lagi" kata Bu Mina
"Bakso juga bi??"
" Oh iya itu juga Bibi hampir melupakan nya, tuan Zio sangat berbeda dengan Yuna yang lebih menyukai sayuran dan buah dia tidak suka makanan yang berat"
Aku langsung teringat pada Ben, dia juga lebih menyukai wanita yang lebih mengutamakan makanan sehat dan ringan.
" mereka ternyata cocok" kataku dalam hati
" Coba ini" kata Bi Mina sambil memberikan Cumi panas yang baru saja matang
" Bagaimana??" tanya Bi Mina
" Enak sekali Bi" kataku
Rasa sedikit manis, gurih dan pedas bercampur menjadi satu, cita rasa cumi buatan Bi Mina benar benar sangat cocok di lidah ku.
"Nah Nyonya bisa membuatnya seperti yang Bibi Ajarkan tadi"
__ADS_1
" Rasanya aku tidak akan bisa Bi" kataku sedikit pesimis
" Pasti Bisa, bibi sangat yakin pada nyonya" kata Bi Mina memberikan semangat
"Semoga bisa, aku ingin bisa jadi wanita yang bisa memasak setidaknya untuk suamiku" kataku penuh harap
Aku menunggu Zio di ruang tamu, entahlah kenapa aku ingin sekali makan malam dengannya. Yuna yang terlebih dahulu pulang sudah berada dalam kamar dan menolak untuk makan malam.
Yuna lebih memilih meminum susu Soya dan beberapa jenis buah untuk makan malam. Aku tidak bisa membayangkan kalau itu bisa membuatnya kenyang.
" Kamu belum tidur"
Suara Zio mengagetkan aku di jam yang menunjukkan hampir jam 10 malam barulah Zio menunjukkan batang hidungnya.
Aku segera berdiri dan meminta tas yang berada di tangan Zio, akupun mencium punggung tangannya seperti yang aku lakukan pagi tadi.
Zio kemudian mengacak rambut ku sambil tersenyum lebar juga.
" Ya sudah kita makan"kata Zio, iapun merangkul pinggangku menuju meja makan
Begitu melihat semua makanan yang ada di atas meja, aku langsung berinisiatif untuk memanaskan nya tapi Zio melarang ku.
" Tidak usah aku suka jika dalam keadaan dingin " kata Zio
Aku sedikit bingung aku merasa jika makanan dalam keadaan hangat akan lebih nikmat dan lezat.
Aku dan Zio pun memulai makan malam, hanya ada aku dan dia.
__ADS_1
" Bagaimana pekerjaan mu Hubby" kataku sambil membuka pembicaraan
" Semuanya baik hanya saja aku sedang menjalani beberapa proyek yang cukup serius dan menyita banyak waktu dan perhatian"
" O.... bagaimana dengan Perusahaan Dady??"
"Berjalan sesuai ekspektasi"
Aku sebenarnya ingin meneruskan perusahaan yang dipimpin oleh keluarga Okta tapi kurangnya kemampuan ku dalam hal bisnis membuat aku tidak percaya diri untuk menjalankan perusahaan milik keluarga ku.
Makan malam berakhir dengan baik Zio memilih mandi setelah kami menghabiskan waktu untuk makan malam
Aku menunggu Zio hingga selesai mandi, entah kenapa aku melakukan hal hal konyol itu.Begitu melihat Zio keluar aku tiba-tiba saja terpana dengan tubuh sixpack nya.
Zio keluar bertelanjang dada, ia begitu kharismatik ketika dalam keadaan seperti itu. Hanya menggunakan celana pendek dengan rambut yang masih basah
"Kenapa kau menatapku seperti itu??" kata Zio dan kau langsung mengalihkan pandanganku. Rasanya malu juga ketika Zio melihat ku memandangi dirinya...
" Tidak aku hanya berpikir kau akan masuk angin setelah ini" kataku
" Oh ya...aku sudah biasa melakukan ini aku tidak akan bisa tidur kalau belum mandi"
" O...." lagi lagi hanya itu yang biasa kukatakan
Hari hari berlalu begitu saja, aku menjalani hidup sebagai istri yang tidak sempurna bagi Zio. Aku beri semampuku untuk melakukan apa saja yang bisa membuat Zio terkesan
Hubungan kami memang mengalami banyak kemajuan hanya saja sampai 6 bulan pernikahan kami belum melakukan hal itu.
__ADS_1
Jujur aku mulai bingung dengan hubungan ini sebagai seorang wanita aku butuh kejelasan apalagi aku sering menahan sakit hati karena Zio terkadang masih mengingat Zea.