
Beberapa Hari menginap di hotel Zacheri membuat ku sedikit bosan, aku merasa jenuh karena aku hanya bisa berkeliaran di sekitar hotel. Selama beberapa hari di sana tidak seharipun aku menghabiskan waktu dengan Zio.
Bisa dibayangkan betapa kesepian nya aku di tempat yang begitu mewah ini, Aku tidak merasakan apa yang dirasakan oleh pengantin pada umumnya.
Zio begitu sibuk dengan segala urusannya, bahkan sehari setelah menikah Zio terus saja sibuk dan meninggalkan aku sendirian. Bukan hanya Zio Yuna pun sibuk dengan bisnis yang juga sedang ia geluti.
Meskipun bergelimang harta Yuna sama seperti Zio, dia wanita yang cukup tangguh dan memiliki beberapa toko kue yang beroperasi secara online. Aku baru mengetahui bahwa keluarga sekaya Zacheri juga berjuang keras untuk mendapatkan apa Yang mereka inginkan.
Aku sedikit bersalah kepada Dady karena tidak mau terlibat dalam bisnis nya, aku merasa telah menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar dan menjadi orang yang handal dalam bisnis.
Pagi itu aku tetap sendiri menikmati secangkir teh dan juga beberapa potong roti sementara Zio sudah berangkat sebelum aku bangun.
"Pagi kak Delanie"
Sapaan itu terdengar dari mulut Yuna, ternyata ia juga sudah rapi dan siap untuk berangkat.
" Pagi Yuna kamu mau pergi lagi??" tanyaku, aku merasa Yuna satu satunya orang yang bisa kuajak mengobrol.
" Iya nih kak, hari ini aku ada pemotretan dengan salah satu model pendatang baru, aku mau meluncurkan produk terbaru" kata Yuna yang kelihatan sangat semangat
"Oh ya?? produk apa??" tanyaku
" Produk shampo untuk pria kak, Kak Zio memberikan aku kesempatan untuk merambah bisnis selain bakery dan aku memilih produk produk yang laris dipasaran"
" Wah.... kedengarannya menarik" kataku
__ADS_1
" Aku ingin memulai dengan produk shampo pria dan aku sudah memilih salah satu model untuk iklan terbaru ku. Aku begitu bersemangat" kata Yuna sambil sambil memasukkan potongan roti ke mulutnya
" Wah... semoga berhasil" kataku sambil tersenyum
" Modelnya tampan kak dan sepertinya dia orang baru di Indonesia" kata Yuna semakin bersemangat
" Oh ya???" kataku seolah oleh tertarik dengan pembicaraan itu walaupun sebenarnya aku sama sekali tidak terlalu tertarik
" Oh ya bagaimana kalau kakak ikut?? daripada kakak sendirian dan tidak melakukan apa apa" kata Yuna menawarkan
" Boleh juga" kataku tanpa pikir panjang, aku juga merasa bosan berada di hotel.
Akhirnya aku dan Yuna menyelesaikan sarapan dengan cepat dan sesuai keinginan Yuna iapun membawa ku ke salah satu studio pemotretan yang Cukup besar
Seperti dugaan ku studio itu milik Zacheri juga, segala produk akan melakukan sesi pemotretan dan juga syuting iklan disana.
Kami berdua pun masuk kedalam sebuah ruangan yang begitu luas dan dilengkapi oleh barang barang yang berhubungan dengan pemotretan. Mulai dari kamera, Lampu pencahayaan dan lain sebagainya.
" Itu dia" kata Yuna sambil menunjuk ke salah satu laki laki yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya
" Ayo" kata Yuna sambil menarik tangan ku
" Sepertinya kamu bersemangat sekali" kataku menggoda Yuna, aku rasa ia tertarik dengan pria itu.
Terkejut bukan main, itulah yang aku rasakan saat bertemu lelaki yang diperkenalkan Yuna Secara langsung. Yuna memperkenalkan aku sebagai kakak iparnya dan aku bisa melihat wajah Ben yang sedikit terkejut
__ADS_1
" Ben"
Jantungku hampir melayang melihat Ben ada disana, Ya...dia adalah Ben Ben kekasih yang aku tinggal kan di Inggris.
" Delanie" kataku sambil tersenyum pahit, aku tidak bisa mengungkapkan kata kata di depan lelaki yang masih aku cintai.
" Apakah anda sudah siap untuk syuting dan pemotretan??" tanya Yuna pada Ben
" Aku siap" kata Ben sambil tersenyum sementara pandangan nya menatap ke arahku
Aku semakin lemah karena melihat mata biru lagi, aku hampir melayang karena aku begitu merindukan segalanya hal yang berhubungan dengan Ben.
Aku berusaha untuk menjauh dari mereka, aku tidak ingin terlibat terlalu dalam. Aku hanya bisa melihat Ben dari kejauhan. R
Rasa cemburu kembali muncul di hatiku ketika melihat Yuna begitu perhatian dengan Ben. Ia begitu dekat dan menempel dengan Ben, aku rasa Yuna menyukai Ben Ben ku.
".Bagaimana Ben ada disini?? apa yang dia lakukan disini??"
Begitu banyak pertanyaan yang muncul di benakku, aku ingin menanyakan nya langsung pada Ben. Ternyata perasaan ku masih sama, aku masih bergetar saat melihat mata biru Ben menatap ku, aku masih mencintai nya.
Sejak aku menikah dengan Zio aku memang telah melakukan penggantian nomor ponsel, aku tidak ingin berhubungan lagi dengan Ben. Aku tidak ingin menciptakan masalah yang membuat aku dan Dady kesusahan, oleh sebab itu aku memutuskan untuk mengganti nomor ponsel.
Tapi sebelum aku menikah aku sudah mengirimkan undangan pernikahan kepada Ben, aku ingin dia tahu bahwa aku benar-benar akan menikah..
Saat itu Ben tidak merespon Undangan yang aku kirimkan, oleh sebab itu aku memutuskan untuk menutup segala akses yang berhubungan dengan Ben. Tapi hatiku tetap saja sama, walaupun aku melakukan nya tapi Ben tetap ada di hatiku.
__ADS_1
Entah sampai kapan aku juga tidak tahu, dan sekarang ia ada disini membuat hatiku semakin tidak karuan.