Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Mimpi buruk yang menjadi kenyataan


__ADS_3

Keringat dingin mengalir deras di kening ku, aku merasa ada sesuatu yang aneh hingga aku terbangun dan menyalakan lampu di kamar.


Bukan main terkejut nya aku saat melihat darah yang begitu banyak di sprei ranjang ku, aku berteriak sejadi-jadinya hingga membuat Ricardo terkejut bukan main


" Mas... lihat ini" kataku sambil menunjuk kan darah yang keluar dari bagian bawah ku dan juga memegang perutku yang terasa keram seperti wanita yang sedang datang bulan


" Ya Tuhan...." desis Ricardo melihat ke arah darah dan melihat wajahku aku


Tanpa banyak bertanya Ricardo langsung mengambil baju ganti dan juga pembalut yang selalu aku sediakan di kamar. Ia segera menggendong ku ke dalam mobil dengan Bi Jida yang juga sangat kepanikan


Aku terus saja menangis sambil memegang perutku, rasa takut yang teramat sangat langsung menghantam ku membuat ku benar benar ketakutan.


Tidak butuh waktu lama aku langsung dilarikan ke rumah sakit dan untungnya dokter Frica sedang bertugas dan segera menanganiku


" Tolong ..... tolong selamatkan anakku dokter"kataku sambil memohon kepada dokter tersebut.


" Kita usahakan yang terbaik sekarang kakak tenang dan kami akan melakukan yang terbaik"


Aku diperiksa selama hampir satu jam, tapi saat itu aku merasa ada sesuatu gumpalan darah yang spontan Keluar dari bagian bawah ku. Jantung ku berdetak sangat kencang tapi aku tidak berani menanyakan apa yang terjadi.


Beberapa saat kemudian tiba tiba saja aku mengantuk cukup berat hingga aku tertidur dan tidak merasakan apa apa lagi. Aku merasa tidur dengan perasaan yang begitu lelah hingga aku tidak sadar sudah berapa jam aku tertidur.


" Kamu sudah bangun ya sayang??" Kata Ricardo yang terdengar samar-samar, aku berusaha keras membuka mataku walaupun aku aku masih ingin tidur..

__ADS_1


" Sayang..."kata Ricardo sambil mendekat kan hidung nya ke pipiku dan aku sadar bahwa pipiku basah kerena airmata Ricardo.


" Kenapa menangis mas, semuanya baik baik saja kan??" tanyaku sambil menghapus air mata Ricardo


" Iya sayang semuanya baik baik saja lagipula kita masih muda dan masih bisa memiliki banyak kesempatan"


Di saat itulah aku menyadari maksud dari kata kata Ricardo, dengan wajah yang masih penasaran aku menanyakan kepastian dari Ucapan itu.


" Mas anak kita baik baik saja kan??" kataku sambil mengelus perut yang kini terasa lebih longgar dan sedikit mengecil.


" Mas... ada apa??" Tanyaku mulai panik dan ingin menangis


" Dia sudah pergi sayang..." Isak Ricardo membuat seketika tangisan ku pecah


Aku ingin berusaha bangkit tapi pada saat itu aku tidak sanggup, aku merasa kepala ku terasa pusing dan darah semakin banyak menguncur dari bagian bawah ku.


" Kamu tenang ya sayang... semuanya baik baik saja, jangan membuat ku semakin hancur sayang" kata Ricardo


"Mas..... kenapa??" tanyaku pada Ricardo


Ricardo pun akhirnya menjelaskan bahwa berbagai kemungkinan yang menyebabkan aku keguguran, salah satu nya stress dan juga faktor kelelahan.


"Itu bukan rejeki kita sayang, aku yakin kita akan diberikan kepercayaan pada waktu nya"

__ADS_1


Walaupun Ricardo berusaha menghibur ku tapi aku tetap saja tidak bisa menahan air mata yang membasahi wajahku. Saat itulah aku teringat kata kata Nur yang mengatakan bahwa kami akan merasakan kehilangan.


Kini aku semakin tahu bagaimana penderitaan Nur ketika kehilangan Ryana yang sudah ia rawat selama bertahun-tahun. Hanya dalam kandungan saja aku sudah begitu terpukul apalagi Nur yang sudah berjuang selama beberapa tahun.


Beberapa hari setelah mendapat perawatan akhirnya aku kembali ke rumah, tapi rasanya sangat berbeda. Walaupun Ricardo melakukan penyambutan yang cukup unik dan meriah tapi aku merasa tidak bahagia.


" Sayang kamu langsung istirahat ya!!"kata Ricardo sambil membawa ku ke kamar yang ternyata sudah di dekorasi dengan sangat indah.


Sebuah kamar dengan nuansa pink dan dipenuhi oleh boneka boneka yang membuat kamar itu semakin ramai dan indah.


Terbayang jika aku pulang sambil menggendong bayi kecil, itu pasti akan semakin indah dan membahagiakan.


" Jangan bersedih sayang, kalau perlu kita akan bukan madu agar kamu segera hamil lagi" kata Ricardo


" Aku tidak ingin mas, aku hanya memikirkan bagaimana cara menghilangkan kutukan Nur dari hidup kita" Kataku


"Hei jangan menghubungkan Nur dengan kejadian ini sayang, ini tidak ada hubungannya dengan wanita itu" Kata Ricardo yang tidak terima


" Tapi kenyataannya kita kehilangan Seperti apa yang dikatakan nya, aku tidak ingin hidup dalam ketakutan mas. kita harus minta maaf dan menebus kesalahan yang pernah kamu lakukan"


" Tapi sayang..."


"Aku mohon mas...."

__ADS_1


Ricardo terdiam mendengar permohonan ku, aku tahu dia tidak akan bisa menolak permintaan yang aku katakan.


__ADS_2