Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Perduli lagi


__ADS_3

Dimohon sebelum membaca untuk memberikan dukungan untuk author ya... Jangan lupa untuk like, komen vote dan follow author ya agar tetap semangat dalam berkarya.


Happy reading......


" Bi Mina...."


Teriakan itu membuat ku terbangun aku sangat tahu kalau itu adalah suara Zio. Naluri ku sebagai istri kembali bangkit dan segera aku berlari ke lantai atas untuk melihat Zio.


Aku tidak perduli lagi tentang kakiku yang terasa ngilu karena aku takut dengan keadaan Zio yang mabuk berat semalaman


" Ada apa??"


Aku melihat Zio yang keluar dari kamar mandi, ia menyenderkan kepalanya ke dinding dengan wajah pucat dan masih beraroma alkohol.


" Dimana Bi Mina??" tanya Zio


" Mungkin ia sedang ke pasar, ini adalah hari Minggu pagi dan saat itulah Bi Mina selalu ke pasar pagi hari untuk belanja Mingguan"


" Ambilkan aku obat"kata Zio sambil menunjuk ke arah laci


Akupun langsung membuka laci dan mengambil tablet obat berwarna putih disana.


" Apa ini??" tanyaku meyakinkan


" Ambilkan air" perintah Zio lagi


Segera aku turun ke lantai bawah dan mengambil kan Zio air, sekaligus aku membuat airmadu hangat untuknya.


" Minumlah" kataku


Zio kemudian meneguk obatnya dan memberikan airmadu itu untuknya


" Ini akan membuatmu membaik, minumlah yang banyak"

__ADS_1


Kali ini Zio tidak menolak ia menghabiskan airmadu yang aku buat untuknya.


" Apa aku mabuk parah tadi malam??" tanya Zio, pertanyaan itu membuat ku sedikit bingung apakah Zio tidak mengingat apa yang terjadi semalam


" Aku tidak tahu" kataku


Aku hendak bergegas pergi dari kamar itu, aku tidak ingin berlama lama disana. Tapi langkahku terhenti ketika Zio menahan ku dengan memanggil namaku


" Delanie" kata Zio yang sudah berbaring di ranjang


" Ada apa??" tanyaku terhenti


Untuk sesaat Zio terdiam dengan mata yang masih terpejam, aku yakin kepalanya masih sangat pusing Sekarang.


" Pergilah" kata Zio membuat ku kesal


" Baiklah aku akan pergi tuan" kataku sambil berlalu dari dalam kamar itu.


Beberapa hari terakhir ini hubungan ku dengan Zio semakin memburuk, aku bahkan sangat jarang bertemu dengan Zio.


Aku tidak perduli dengan larangan yang diberikan oleh Zio, aku harus melepaskan stress yang aku punya.


Begitu memasuki gedung itu rasanya aku kembali pada diriku sendiri, hatiku bergetar saat mengingat semua kenangan di gedung ini


" Andai aku bisa menari lagi" kataku sambil menatap ruangan yang dipenuhi oleh gadis gadis remaja di bawah usia ku. Saat sedang asyik memperhatikan mereka tiba tiba saja ada tangan kekar yang menarikku.


Aku sungguh terkejut tapi saat melihat lelaki itu aku berhenti untuk berteriak karena itu adalah Ben kekasih lamaku.


" Ben...apa yang kamu lakukan disini??" tanyaku keheranan


" Syuttty"


Ben membawa ku kesebuah cage yang tidak jauh dari gedung Cleo Dancer, dia langsung memesan double hot coklat panas untukku sementara ia memesan teh tanpa gula.

__ADS_1


Ben masih sama dengan kebiasaan sehat nya walau pun aku tahu ia sudah mengalami berat badan yang lumayan banyak.


" Minumlah Boo Seperti nya kau butuh asupan gula untuk mengembalikan berat badan mu lagi" kata Ben menggodaku


Aku menatap Ben Seperti dulu dia masih Ben yang sama, Ben yang memiliki tatapan teduh dengan sinar biru matanya yang begitu menggoda.Dulu aku memang sangat mengagumi nya tapi berbeda dengan sekarang perlahan perasaan itu mulai mengikis seiring waktu berjalan.


" Apa kau baik-baik saja Boo,??" Tanya Ben lagi dan aku mengangguk kan kepalaku


" Bagaimana denganmu??" tanyaku berbasa basi


" Tidak aku tidak baik baik saja, aku merasa kehilangan setelah kepergian mu" kata Ben terdengar sangat pilu


" Sepertinya kau membuang cincin pemberian ku" kata Ben sambil melihat ke arah jari manis ku.


" Aku tidak berhak memakai nya Ben, aku milik Zacheri sekarang" kataku


"Aku tau itu hanyalah sebuah sandiwara Delanie, aku tidak pernah melihat kebahagiaan yang terpancar dari sinar matamu. Berbeda Sangat jauh ketika kamu bersama ku"


" Konyol sekali aku bahagia" kataku berbohong


Ben ternyata cukup mengenal diriku, ia menarik tanganku dan menaruhnya di atas kepalanya.


" Katakan bahwa kau bahagia bersama Zio" kata Ben


Aku terdiam sambil menatap Ben, pria yang masih mencintai ku itu berupaya agar aku mengatakan bahwa aku tidak bahagia


" Jangan konyol seperti anak anak saja, mungkin takdir kita berbeda Ben. Aku sudah berjuang semampu ku tapi saat itu kau menolak Ku"


Raut wajah Ben terlihat sangat terluka wajah bersalah langsung terpancar dari sinar wajah Ben


" A....aku minta maaf Boo, kedatangan ku kesini untuk membawamu kembali hanya saja kau tidak memberikan akses bagiku"


" Aku tidak mungkin kembali Ben, aku tidak akan pernah" kataku dengan nada lirih

__ADS_1


"Why?? kita masih memiliki perasaan yang sama" kata Ben bersikeras


" Tidak lagi Ben perasaan yang aku punya sudah berubah. Mungkin sebagai teman akan lebih baik bagi kita"


__ADS_2