
Perlahan lahan aku mulai memikirkan kata kata Bi Jida dan juga Dady.
"Belajar lah jadi istri yang baik Delanie, Dady yakin kamu akan bisa menjadi istri yang baik seperti mommy mu dulu"
Dady begitu rapat menyimpan rahasia Mommy dan sampai akhir hayatnya ia tetap menjaga harkat dan martabat istri nya.
" AHhhhhhhhh"
Aku menghela nafas cukup lama dan dalam, aku merasa betapa beratnya beban Dady selama ia hidup. Aku tahu betapa terlukanya Dady atas kejadian yang menimpa kehidupan nya.
" Krekkkk"
Tiba tiba saja aku mendengar suara pintu dibuka, aku langsung terbangun dari ranjang ketika aku sedang memikirkan kata kata Bu Jida.
" Hubby" kataku begitu melihat Zio datang sambil menenteng tas laptop nya. Zio tidak menjawab ku ia meletakkan tasnya begitu saja tanpa melihat ku.
Aku berinisiatif untuk menghampiri Zio dengan keberanian yang aku punya aku memeluk Zio dari belakang.
Aku rasa dia cukup terkejut karena sebelumnya aku tidak pernah bersikap manis padanya, apalagi sampai memeluknya dengan erat
" Aku minta maaf Hubby, aku tidak ingin hubungan kita semakin buruk" kataku
Zio lalu melepaskan tanganku yang melingkar di dadanya, ia kemudian menatap ku dan mengelus pipiku.
Aku melihat tatapan yang sangat menyedihkan dari Zio, dan aku merasa bersalah karena menolaknya malam itu.
"Aku minta maaf" Kataku sambil menundukkan kepalaku
Zio memeluk ku dengan erat, aku bisa merasakan ia bernafas dengan sangat berat
__ADS_1
" Dia....Zea keguguran" kata Zio
Aku terperanjat sangat kaget, bukan karena aku terkejut karena mendengar Zea keguguran tapi karena Zio begitu terpukul dengan kejadian ini.
" Apa?? Zea??" kataku tidak mampu berkata kata
"Yah...aku sedih mendengar nya" kata Zio
" Darimana kau mengetahui nya??"
" Dari storynya aku melihat nya kemarin tapi aku belum menjenguk nya. Aku pasti tidak akan bisa melihat Zea terluka dan kesakitan" kata Zio
Aku hanya terdiam sekarang aku mengapa Zio mengalami mood yang buruk selama dua hari terakhir ini.
" Jadilah istri yang baik Delanie"
Kata kata itu kembali terngiang di telinga ku, sebenarnya aku tidak ingin melakukan nya keren aku tahu hati Zio masih milik Zea sampai saat ini.
" Aku buatkan kopi ya??" kataku menawarkan
" Benarkah?? aku ingin" kata Zio
Aku langsung menuju dapur dan tanpa terasa air mata jatuh dari mataku. Ini airmata pertama ku untuk Zio, aku merasa Zio belum bisa menerima ku sepenuh nya.
Jujur aku sangat terpukul aku dengan sekuat tenaga menahan perasaan yang mulai muncul di dadaku. Aku kembali dengan membawa secangkir kopi panas untuknya, sebelum membuat nya aku sudah terlebih dahulu menanya Bi Jida bagaimana cara membuat kopi yang baik.
" Minumlah setidak nya ini membantu mu lebih baik"kataku sambil memberikan cangkir yang berisi kopi.
Zio pun menyeruput kopi buatan ku dan aku hanya bisa memandangi nya dengan perasaan yang tidak enak.
__ADS_1
" Ini enak" kata Zio sambil tersenyum
"Sini" kata Zio menyuruh ku duduk di samping nya
Akupun menurut dan duduk disampingnya, ia kemudian mengelus rambut ku dan memelukku seperti sebelum nya.
" Hubby"
" Aku ingin memulai hidup seperti pasangan rumah tangga lainnya" kataku dengan serius, sudah seharusnya aku mengatakan hal itu.
" Apa?? apa kau serius??" kata Zio sambil menatap ku dan aku mengangguk kepalaku
" Aku...aku tidak ingin aku ataupun aku terjebak dalam masa lalu, aku ingin semua kita mulai dari nol"
" Apa kau siap melakukannya??"tanya Zio lagi
Aku kembali mengangguk dan siap melakukan tugasku sebagai istri, sudah saatnya aku dan Zio berusaha untuk hubungan suci ini.
" Aku siap melakukan tugasku sebagai istri" kataku. lagi
" Apa kau sudah mencintai ku??"
Pertanyaan yang begitu sulit untuk ke jawab, aku juga masih belum yakin dengan perasaan yang kau punya.
" Aku....aku akan belajar aku akan berusaha untuk mencintai mu karena sekarang kau adalah imam dalam hidupku. Jika kau ingin melakukan nya malam aki siap"
Aku sendiri tidak yakin dengan kata Kataku setidaknya aku sudah melakukan tugas pertama ku sebagai seorang istri dari Zio Zacheri.
" Baiklah kalau begitu siapkan dirimu kita akan melakukan nya malam ini" kata Zio
__ADS_1
" Degggggg"
Jantung ku langsung berdetak dengan sangat kuat, aku merasa malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang.