
Ricardo telah mandi sebanyak 3 kali tapi aku masih mencium aroma yang tidak enak dalam tubuhnya. Lelaki yang kucintai itu menggerutu karena tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk dekat dengan diriku.
" Aku tidak sudah wangi itu mas, sebaiknya kamu mandi menggunakan sabun mawar atau aroma jeruk" kataku sambil menutup hidung ku
Ricardo menepuk jidatnya karena aku menuntut nya untuk mandi lagi,
" Bisa bisa aku masuk angin sayang, saya sudah mandi 3 kali loh" kata Ricardo
" Mandi air hangat saja mas, aku ingin Wangi jeruk"
" Oh ya Tuhan" gerutu Ricardo sambil beranjak ke kamar mandi lagi
Ricardo pun mandi dan menggunakan sabun beraroma jeruk hingga membuat ku benar benar puas dan akhirnya bisa dekat dengan nya.
"Jangan menyiksaku seperti ini dong sayang" Kata Ricardo sambil merangkul pundak ku
" Memangnya kenapa?? Kamu tidak suka??" kataku sambil memicingkan mataku
" Sam Sekali tidak hanya saja untuk memelukmu aku harus mandi 4 kali"kata Ricardo lagi
" Ya mau gimana mas aku juga tidak mau begini"kataku
Selama kehamilan ini memang begitu banyak perubahan yang terjadi pada diriku, aku semakin cengeng dan selalu ingin diperhatikan. Seperti pagi ini tiba tiba saja ku ingin makan masakan buatan Ricardo padahal aku tidak tahu apakah ia tahu cara memasak.
" Mas aku ingin makan masakan mu!!" Kataku sedikit merengek
" Apa? Tapi kan ada Bi Jida, pasti ia bisa membuat apa saja yang kau inginkan" kata Ricardo yang kembali menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Tapi aku ingin kau yang masak" rengekku lagi
Kembali wajah bingung terpancar dari wajah Ricardo, rasanya aku ingin tertawa lepas melihat wajah suamiku yang semakin tidak karuan.
" Baiklah " kata Ricardo, tapi begitu aku mengikuti langkah nya ke dapur Ricardo berbalik arah dan menyuruh ku menunggu di kamar saja
" Tidak aku ingin melihatmu memasak sendiri, aku tidak ingin melihat kecurangan disini" kataku
__ADS_1
Lagi lagi Ricardo hanya bisa menghela nafas yang panjang karena ulahku yang benar benar menguji kesabaran dari seorang Ricardo
Ricardo pun membuka kulkas dan melihat apa yang ingin dimasak.
" Kamu mau makan apa sayang??" Tanya Ricardo
" Terserah mas saja yang penting tidak lele" kataku sambil tersenyum
Tidak Kusangka Ricardo cukup mahir dalam hal memasak, buktinya dia begitu cekatan dalam memotong dan mengiris bawang, cabai dan berbagai bumbu dapur lainnya.
Mataku sampai tidak berkedip saat Ricardo mulai menumis semua bahan bahan itu hingga mengeluarkan wangi yang membuat perutku semakin berteriak untuk makan.
Setelah hampir setengah jam memasak akhirnya Ricardo selesai dengan masakan capcay daging kuah, dan juga telur balado yang sudah terhidang di atas meja
Aku pun memeluk dan mencium Ricardo setelah ia selesai memasak untukku, aku pun segera duduk dan mencicipi masakan buatan suamiku.
" Ini enak sekali mas" ketika sudah mencicipi masakan Ricardo, aku sama sekali tidak menyangka kalau Ricardo cukup pandai dalam hal memasak.
"Makan yang banyak ya sayang" kata Ricardo sambil mengelus rambut ku,
"Kamu makan juga dong" kataku
Akhirnya terjadi lah acara suap suapan di pagi itu sampai aku lupa kalau suamiku memiliki tanggung jawab yang begitu besar di kantor nya
" Mas ngakk ke kantor ya??" Tanyaku
" Aku kerja di rumah saja Sayang lagipula kepala ku sedikit pusing karena mandi 4 kali"
" Jangan banyak alasan ya mas" kataku sambil menjewer telinga Ricardo yang mengaduh kesakitan
" Sayang.... ampun"
" Cepatlah sekarang ganti baju dan segera berangkat" kataku tanpa ampun
" Baiklah "Kata Ricardo
__ADS_1
" Tapi aku ikut ya mas"
Seketika Ricardo Wajah Ricardo langsung berbinar dengan semangat ia langsung mengiyakan permintaan ku.
Sengaja aku memakai dress putih dan sepatu flat hitam agar tampak Serasi dengan Ricardo yang juga menggunakan kemeja putih dan celana hitam.
Ia begitu bersemangat begitu sampai di kantor, selama berjalan ia selalu menggenggam tangan ku sambil mengembangkan senyuman nya kepada para karyawan yang mengucapkan salam untuknya.
Begitu sampai di ruangan nya bukan nya bekerja justru Ricardo menciumku dan melakukan hal hal nakal lainnnya.
"Mas hentikan ini Kantor loh" kataku sambil menjauh dari nya
" Kau cantik Sekali sayang dan bibir mu ini sungguh membuatku candu" kata Ricardo yang kembali mendekat.
" Jangan melakukan hal yang membuat mu malu" kata ku
" Tidak masalah justru mereka yang malu jika Sampai melihat ku mencium bibir manis ini"kata Ricardo sambil mencium bibir ku lagi
Ricardo semakin tidak bisa menahan diri, tangannya bahkan sudah menyusup di balik dress putih longgar milikku.
" Aku menginginkan nya sayang" kata Ricardo membawaku ke atas sofa besar yang berada di ruangan Ricardo
" Mas" Kataku sambil mencegah Ricardo sayangnya Ricardo tetap tidak bisa menahan dirinya dan akhirnya kami melakukan nya di atas sofa.
" Pelan pelan saja mas, aku takut" kataku sambil memegang perutku yang sudah semakin memadat
" Tenang saja aku akan melakukan dengan lembut" kata Ricardo
Benar benar konyol memang kami melakukannya di ruangan Ricardo padahal kami bisa bercinta di rumah atau bahkan di hotel.
" Kau benar benar keterlaluan mas, aku sampai kelelahan " kataku ketika sudah selesai melakukan ritual itu,
" Maaf ya sayang aku hanya tidak bisa menahannya ketika bersamamu dan terimakasih sudah membuat sensasi yang berbeda" kata Ricardo membuat ku malu
" Mas aku mau tidur" kataku
__ADS_1
Ricardo pun mengambil bantal dan selimut kecil yang berada di laci meja paling bawah.
" tidurlah sayang" kata Ricardo sambil mengecup kening ku