Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Wedding Day ( Sad day)


__ADS_3

Sikap mendominasi Zio semakin jelas ketika ia mengatur semua jadwal dan apapun yang berhubungan dengan dirinya. Tidak terkecuali dengan hari pernikahan kami.


Acara besar itu akhirnya akan dilangsungkan Besok dan malam ini aku sedang melakukan luluran serta Hena di tanganku. Sepertinya perasaan ku sudha mati, aku sudah mulai terbiasa dengan sikap dominan Zio dan aku sama sekali tidak senang ataupun gembira.


Justru aku merasakan kesedihan yang tidak bisa aku ungkapkan, Jelas saja ini adalah hari terakhir ku sebagai seorang gadis karena malam berikutnya aku sudah resmi menjadi istri sah dari Zio Zacheri, lelaki sombong dan super dingin.


Dady menghampiri ku di kamar setelah aku melakukan seluruh ritual, wajah Dady tampak terdiam pucat ketika menghampiriku


" Ada apa dengan mu Dady?? apa kau merasa tidak enak badan??" Tanyaku sedikit khawatir


" Tidak sayang" kata Dady,


Aku cukup terkejut ketika mendengar kata kata sayang dari mulut Dady, aku ingat Kalimat itu ia ucapkan saat aku masih duduk di bangku SMP.


Jujur aku senang karena merindukan hal itu, ingin rasanya aku menangis di pelukan Dady, bagiku dia tetap Ayah yang luar biasa.


" Dady" kataku langsung memeluk Dady, aku tidak bisa menahan perasaan sedih ini, Dadypun mengelus rambut ku sebagai balasan membuat aku semakin Baper.


" Dady akan sendirian" kataku dengan nada sedih

__ADS_1


" Tentu saja tidak nak, aku bisa mengunjungi kapan saja dan begitu sebaliknya. Bukankah kau sudah melakukan nya beberapa bulan yang lalu??"


" Ah...apa yang dikatakan oleh Dady benar adanya'"


Aku sudah meninggal nya hampir 8 bulan dan aku baru kembali selama tiga Minggu terakhir ini. Sedihnya sangat terasa bukannya memiliki waktu yang banyak dengan Dady tapi kami justru disibukkan oleh persiapan pernikahan yang cukup cepat.


" Tidur lah karena besok pagi pagi sekali kau sudah harus dirias dan mobil Zio akan menjemput mu pagi pagi sekali" kata Dady


Akhirnya Dady pergi dari kamar ku dan meninggalkan aku sendiri untuk bisa istirahat. Tapi sampai tengah malam mataku tidak bisa tertidur, aku begitu tegang dan terbebani dengan pernikahan ini.


" Ya Tuhan lindungilah aku"


Itulah Doa yang terakhir yang ku ucapkan sebelum semuanya dimulai, sebenarnya agak aneh karena aku tidak meminta kebahagiaan ataupun momongan seperti pasangan pada umumnya justru aku meminta perlindungan dari laki laki seperti Zio


" Untuk apa penata rias sebanyak ini, yang dirias hanya aku saja"


Tapi aku tidak boleh banyak bertanya aku hanya menuruti perintah dari Zio, aku hanya menuruti apa yang dikatakan oleh para perias tanpa banyak bertanya.


Aku pun menjelma bak putri dongeng setelah aku selesai dirias, akupun mengenakan gaun putih yang menjuntai panjang dengan berat yang cukup lumayan.

__ADS_1


Aku bahkan sampai tidak mengenali diriku sendiri, selesai dirias dan memakai segala pernak pernik yang menempel di tubuh ku, kemudian aku melakukan sesi Foto untuk diriku sendiri.


Ya...lagi lagi itu atas perintah Tuan Zio yang terhormat, aku hanya sebuah boneka yang bergerak Sesuai keinginan nya.


Tapi sebelum kami berangkat ke hotel Zacheri, aku meminta fotografer untuk melakukan sesi Foto untuk aku dan Dady tak lupa juga Bi Jida dang Pak Markus.


Mereka adalah keluarga yang aku miliki, Bi Jida dan Markus sudah seperti keluarga bahkan lebih, mereka akan selalu ada jika aku membutuhkan nya.


" Kita segera pergi Nyonya besar tuan Zio sudah menunggu" kata Tian


Tian tampak lebih gagah dari biasanya, ia berpakaian serba putih membuat dia seperti mempelai pria. Bukan hanya Tian tapi seluruh pengawal mengenakan setelan putih.


Kalau dilihat secara kasat mata Pernikahan ini benar benar sakral dan juga khusyuk tapi kenyataannya Pernikahan ini adalah kerjasama antara Zacheri dan juga Okta.


Segera aku naik ke mobil yang sudah dihias dengan berbagai macam bunga untuk menandakan mobil itu membawa pengantin.


Kamipun tiba di hotel Zacheri yang cukup terkenal, begitu sampai di depan Hotel aku menggandeng tangan Dady dengan erat


Rasanya aku ingin menangis kerena pernikahan ini akan membawa kesedihan yang mendalam dalam hatiku. Aku tiba tiba sakit mengingat seseorang yang pernah hadir dalam hidupku, Ben.

__ADS_1


Aku berusaha sekuat tenaga agar aku tidak Baper dalam keadaan ini, apalagi saat ini Zio sudah ada di hadapanku.


Zio tampak begitu gagah dengan Tuxedo hitam pekat serta dasi kupu-kupu yang menempel di kemeja putihnya. Semua orang memandang ke arahku dan mereka pasti berpikir aku adalah wanita yang paling beruntung saat itu.


__ADS_2