Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Perang dingin


__ADS_3

Dimohon sebelum membaca untuk memberikan dukungan untuk author ya... Jangan lupa untuk like, komen vote dan follow author ya agar tetap semangat dalam berkarya.


Happy reading......


"Apa kakimu masih sakit,??" tanya Zio berbasa basi, kali ini kami sudah berada di dalam mobil untuk kembali pulang.


Kami akhirnya kembali setelah semua acara puncak telah selesai, Zio mendapatkan beberapa penghargaan sebagai pengusaha dalam beberapa ketegori.


Aku melihat sinar kebahagiaan dan kebanggaan dalam dirinya, saat menjadi pemenang ia memberikan pidato yang menurutku cukup berkelas tapi ia tidak menyebutkan aku dalam pidatonya.


Seyogianya ia seharusnya menyebutkan nama ku sebagai istri setidaknya ia memikirkan bagaimana perasaan ku walaupun aku tidak memilih andil dalam perkembangan bisnis nya.


Aku sudah melakukan tugas semampuku tapi Zio sampai saat tidak menatap ku. Rasa cemburu semakin menjadi jadi ketika Zio memberikan tepuk tangan yang paling gemuruh saat Zea menerima penghargaan Sebagai pengusaha baru yang cukup berpengaruh.


Dia tampak senang sekali sampai sampai ia hampir melompat saat mendengar nama Zea disebut kan.


" Sungguh menyebalkan, lelaki pilihan Dady ini sama sekali tidak menghargai ku"


Bukan hanya Zio tapi lelaki yang menabrak ku tadi juga menerima penghargaan walaupun Zio lebih banyak mendapatkan nya. Rupanya Lelaki yang bernama Ricardo itu cukup mendapat pengakuan di bawah naungan " Dela Company"


Pertama mendengar nama perusahaan yang ia pegang aku sedikit terkejut karena itu adalah separuh namaku. Tapi aku yakin itu adalah kebetulan semata.


" Kenapa kau tidak menghiraukan ku Delanie" kata Zio yang kembali membuka pembicaraan, ia kemudian menggenggam tanganku yang terasa dingin


Aku segera menepis nya tanpa kata kata, aku harus mengatakan nya lagi bahwa aku muak dengan semua sandiwara ini.


" Berhenti lah bersandiwara aku tidak lebih hanya sebuah boneka di hadapan mu"kataku sambil menatap lurus


" Sitttttt"


Zio tiba tiba saja mengehentikan mobilnya dan hampir saja aku jatuh tersungkur ke depan. Aku mengalihkan pandanganku ke arah Zio, tampaklah tatapan yang sungguh mengerikan


Tiba tiba saja ia menarik wajahku dan mencium bibir ku di dalam mobil tersebut. Aku tahu Zio melakukan itu karena terpaksa, ia tampak menggebu melakukan nya.

__ADS_1


Aku mendorong dada Zio dengan keras dan melepaskan ciuman yang menurutku menjijikkan itu.


" Apa yang kau lakukan" kataku


" Bukankah ini maumu kau ingin memiliki ku seutuhnya. Nah.... sekarang mari kita lakukan seperti nya kau sangat terobsesi dengan ku"


Wajah Zio terlihat sangat menjijikkan matanya melotot dengan penuh kemarahan. Ia bertindak semakin konyol tak kala ia mulai membuka dasi, kemeja hingga hampir saja ia membuka celananya.


" Apakah kau sudah gila melakukan hal bodoh di tengah jalan seperti ini" kataku


" Bukankah ini maumu Delanie, sekarang bersiaplah kita akan melakukan nya di jok belakang" kata Zio


" Aku tidak mau kau sama sekali tidak memiliki perasaan sekarang kita kembali" kataku semakin panik, aku tentu saja tidak mau melakukan nya kerena keterpaksaan


" Jangan membuat ku marah kau sudah membuat ku kesal beberapa hari ini"kata Zio yang seolah oleh siap menerkam ku


" Aku tidak mau Zio...tidak akan... mood ku sudah hilang dan tidak ingin melakukan nya . Sekarang pakailah baju mu karena aku sangat yakin kau tidak berniat melakukan nya" kataku


Begitu sampai aku langsung menuju kamar tamu dan menguncinya dari dalam. Nafas ku masih ngos-ngosan saat berada di dalam kamar Kerena perlakuan buruk Zio.


" Semoga saja dia tidak kesini dan mengganggu ku" kataku dalam hati


Dengan langkah yang masih belum stabil aku segera menuju kamar mandi untuk mencuci wajah dan mengganti pakaian ku.


Berharap semuanya baik baik saja ternyata adalah mimpi, ketenangan ku terganggu ketika aku melihat Zio sedang duduk di ruang tamu sambil menikmati beberapa botol minuman beralkohol.


Zio kembali pada kebiasaan buruk nya, untungnya pada saat aku melihat nya aku memilih langsung kembali ke kamar dan tidak melihat apa yang dilakukan oleh Zio.


Lagi You are my sunshine terdengar hingga ke kamar ku, memang setelah kejadian malam itu aku memilih untuk tidak di kamar tamu yang ada di lantai bawah.


Aku mencoba untuk menutup mata dan telinga ku dengan menggunakan earphone, aku mendengar musik musik klasik agar aku bisa segera tertidur.


Aku hampir saja bisa memejamkan mataku hingga aku mendengar suara pecahan kaca yang terdengar dari ruang tamu. Suara itu bukan hanya sekali tapi berkali kali.

__ADS_1


Aku segera berlari dan melihat Zio yang berdiri sempoyongan sambil memegang botol untuk dipecahkan lagi


" Ja...jangan Zio" kataku sambil berusaha untuk mencegah nya


Tapi percuma saja Zio melakukan nya sambil tersenyum sinis padaku


" Kau tidak berhak untuk mengatur hidup ku" katanya


Segera aku berteriak hingga membangunkan Bi Mina Dan asisten rumah tangga lainnya. Mereka sama sekali tidak terkejut mereka langsung membawa Zio masuk kedalam kamar nya .


Aku bisa bernafas lega setelah Zio berada di kamar atas, aku dan Bi Mina kemudian membersihkan pecahan kaca yang berserakan di atas lantai.


" Sabar ya Nyonya Tuan Zio memang selalu melakukan itu jika mood nya kurang bagus"


" aku mengerti"kataku tanpa banyak bertanya, ia juga melakukan hal itu saat malam pertama kami, hanya saja ia melakukan ini lebih buruk.


" Apa bibi mengenal Zea??" kataku


" Non Zea?? Ya aku mengenalnya, dia adalah...."


" Aku tahu dia adalah mantan pacar Zio kan?? " kataku


" Iya Nyonya dia sangat berpengaruh besar dalam kehidupan tuan, bahkan Tuan Zio akan selalu membawa Non Zea ke sini hampir setiap hari" kata Bi Mina


" Apa hanya Zea saja Bi??"


" Yang paling sering adalah Zea tapi ia pernah membawa wanita lain beberapa kali, sejak putus dengan Zea Tuan tidak pernah lagi membawa wanita selain anda"


Ternyata benar Zio berselingkuh sehingga membuat kepercayaan Zea benar benar hilang.


" Aku mohon nyonya jagalah tuan Zio, aku sangat yakin anda bisa lebih bersabar untuk mendapatkan hatinya"


" Entahlah Bi" kataku dengan nada frustasi, hampir 7 bulan menikah hubungan kami malah semakin memburuk saja.

__ADS_1


__ADS_2