Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Bertemu Zea 2


__ADS_3

Aku sangat gugup ketika pagi sudah tiba, aku begitu gugup karena aku akan bertemu dengan Zea.


" Kau sudah siap??" tanya Zio sambil tersenyum, ia sudah sangat gagah dengan kemeja putih yang ia kenakan.


" A....aku sangat gugup" kataku


" Tidak usah gugup begitu Zea orang yang baik, dia tidak akan mengintimidasi mu" kata Zio


" Sebenarnya untuk apa aku bertemu dengan dia?? dia hanya masa lalumu apakah aku harus mengetahui tentang dia??" tanyaku


" Tidak juga aku hanya ingin kau bertemu dengan dia, apakah kau keberatan Delanie??"


" Tidak Hubby"kataku dengan cepat, akan beresiko tinggi jika aku mengatakan iya


Selesai sarapan akhirnya Zio membawa ku sebuah tempat yang cukup menyenangkan, sebuah Cafe yang cukup nyaman dan luas.


" Apakah ini tempatnya??"


" Iya dan Sepertinya mereka sudah menunggu" kata Zio


Setelah memakirkan mobil, Zio turun dan membukakan pintu untukku. Zio kemudian menggenggam erat tanganku saat memasuki cafe itu, Zio membawaku ke sebuah meja yang ternyata sudah ia booking sebelumnya.


"Cantik"


Itulah kata yang pertama kali yang muncul di dalam hatiku ketika melihat Zea. Wanita dengan kulit putih, tinggi, hidung yang mancung serta lesung pipi yang menghiasi wajah cantiknya.


Ternyata Zea tidak datang sendiri ia juga bersama dengan suaminya, seorang pria tampan yang cukup Gagah.


" Zea..."


Zea mengulurkan tangannya padaku, akupun menyambut dengan tangan yang sedikit gemetaran


" De.... Delanie" kataku dengan sedikit gugup


"Jangan terlalu gugup Delanie" Kata Zea sambil tersenyum manis, sekarang aku tahu mengapa Zio tergila gila dengan wanita ini.

__ADS_1


" Anda cantik sekali" kataku jujur


" Ha...ha....kau bisa saja aku juga sangat cantik apalagi dengan dress rancangan ku" kata Zea membuat ku terkejut


Pagi ini Zio memang memberikan sebuah dress biru muda untukku tanpa pikir panjang aku langsung memakainya. Aku sama sekali tidak melihat Brand yang tertera di baju tersebut, seharusnya aku tahu bahwa itu rancangan Zea.


" Ini pemberian Zio aku tidak menyadari kalau ini buatan anda" kataku sambil tersenyum, tapi kali ini aku tersenyum karena terpaksa.


Sebenarnya aku sangat kesal dengan Zio, sampai saat ini aku tahu Zio tidak akan terlepas dari bayang bayang Zea.


Setelah melakukan perkenalan yang cukup singkat, Zea juga mengenalkan suaminya.Karl dia adalah suami Zea, lelaki yang berprofesi sebagai dokter ahli bedah.


Karl cukup tampan dengan wajah perpaduan Indonesia Belanda, walaupun mengenakan kacamata tebal ia tampak berwibawa dan juga berpendidikan.


Melakukan perbincangan ringan aku bisa tahu bahwa Zea orang yang sangat baik, itu terlihat saat ia terus menerus memujiku dan mengatakan bahwa Zio orang yang sungguh beruntung.


Saat itu aku juga tahu bahwa ternyata Zea sedang hamil setelah beberapa tahun pernikahan mereka, dia pun menceritakan seoura' kehidupan rumah tangga mereka yang cukup harmonis.


Jujur aku iri melihat perhatian Karl pada Zea, dia begitu memperhatikan apa saja yang Zea makan dan memperlakukan nya selayaknya istri.


" Pantas saja Zea jatuh cinta pada lelaki ini" kataku dalam hati


Makan siang dengan menu sehat itulah yang mau lakukan siang itu. Karl sengaja memesan banyak jenis sayuran untuk kandungan Zea.


Aku teringat akan kebiasaan Ben yang selalu membuat ku berhasil memakan sayuran, hampir setiap hari ia selalu menyediakan salad sayur dan buah untukku.


Acara makan siang berlangsung cukup hangat, walaupun aku tidak terlalu suka menunya tapi aku bersyukur Zio saat selalu memperhatikan aku.


Zio bahkan menyuapi ku di hadapan Zea dan suami nya, itu membuat mu merasa sedikit dihargai. Setelah makan siang Zea tiba tiba ingin berbicara 4 mata dengan ku, ia pun menghampiri ku ketika aku sedang berada di kamar mandi.


" Aku senang Zio begitu memperhatikan mu Delanie" kata Zea sambil tersenyum, begitu jelas ia tersenyum dengan begitu tulus.


" Kau harus bisa menjaga Zio aku percaya padamu" kata Zea sambil menepuk pundak ku dari belakang


" Entahlah Zea aku meragukan nya" kataku sambil menatap Zea dari cermin

__ADS_1


Aku berbalik dan menatap Zea yang begitu anggun,


" Percaya lah aku bisa melihat Zio sudah mulai tertarik padamu, aku bisa melihat sorot matanya saat menatap nya"


" Semoga saja karena sampai saat ini kami belum melakukan nya"


Wajah Zea tampak terkejut tapi kemudian ia tersenyum lagi


" Semuanya butuh waktu, percaya lah kalian akan mengalami fase yang semuanya terasa indah"


" aku iri padamu Zea kau memiliki kehidupan yang sempurna" kataku


" Tidak ada yang sempurna Delanie,kita yang membuatnya sempurna"


Pertemuan yang cukup hangat itu akhirnya berakhir dan sekarang kami bersiap untuk kembali.


" Sekarang aku sudah siap" kata Zio tiba tiba saat kami berada di dalam mobil


" Siap untuk apa??" Tanyaku karena aku tidak mengerti apa yang dikatakan Zio


" Zio untuk segalanya" kata Zio dengan entengnya, ia kemudian mengemudi mobil dengan perlahan


Aku bisa merasakan energi positif saat Zio bertemu dengan Zea, ia lebih semangat daripada sebelumnya.


" Zea Sangat cantik ya" kataku di sela sela perjalanan kami


" Kau juga cantik Delanie" kata Zio


" Apa ?? kau pasti bercanda" kataku tapi wajah ku sudah mulai memanas


" Tidak kau bahkan lebih cantik" kata Zio


" Omong kosong" kataku sambil membuang muka karena pujian konyol Zio.


" Kau cantik istriku" kata Zio sambil mengacak-acak rambutku dengan tangan kirinya

__ADS_1


" Berhentilah melakukan itu seperti nya kebiasaan ini membuat mu senang" Kataku sambil merapikan rambut ku


" Tentu saja"


__ADS_2