
Aku tidak bisa menyembunyikan rasa penasaran ku tentang Ben, sekuat apapun aku melupakannya tetap saja aku tidak bisa. Aku sering menanyakan Ben pada Yuna walaupun aku menanyakan secara halus agar Yuna tidak curiga.
Selama beberapa hari di hotel, Minggu lalu kami sudah memutuskan untuk tinggal di rumah kediaman Zacheri. Rumah yang begitu luas itu kini menjadi temdan tinggal aku, Zio dan juga Yuna.
Jangan tanyakan mengenai Zio, dia masih orang yang sama, dua tidak perduli dengan apa yang aku lakukan. Aku seperti boneka yang hanya tinggal dan hanya sebuah status, bahkan dalam kamar yang sama kami memiliki ranjang yang berbeda.
Aku tidak perlu melakukan apa apa dirumah mewah ini, Zacheri memiliki 5 pelayan untuk melayani setiap tuan rumah.
" Kak Delanie mau ikut lagi tidak??" kata Yuna mengajakku ke studio Zacheri
" Aku ingin melakukan pemotretan lagi dengan Ben" kata Yuna dengan penuh semangat
" Sepertinya kau menyukai lelaki itu " kataku menebak dan pada saat itu aku melihat wajah merona merah Yuna.
Yuna sedikit malu-malu sambil merapikan rambut nya yang sudah rapi.
" Ah....dia lelaki yang baik kak, salahkah aku jika suka pada lelaki seperti dia" kata Yuna sedikit malu malu
Lagi lagi hariku merasa sakit aku merasakan kecemburuan ini lagi, aku tidak bisa membohongi hatiku aku cemburu.
" Apa kau sudah mengenal nya dengan baik??"
" Belum sih kak tapi kami sudah bercerita banyak tentang kehidupan nya" kata Yuna
" Sepertinya dia sedang patah hati karena wanita yang ia cintai menikah, aku turut prihatin mendengar nya"
" Oh ya??"
" Begitu lah semoga saja kami bisa cocok"
Aku tersenyum pahit mendengar kata kata Yuna, adik ipar ku sendiri telah menyukai Ben dan ingin bersamanya.
" Kakak mau ikut tidak??" ajak Yuna lagi
__ADS_1
" Bagaimana ya???"
" Ikut sajalah"
Akhirnya untuk kedua kalinya aku ikut dengan Yuna, kali ini perjalanan kami sedikit lebih jauh karena studi Zacheri lebih dekat dengan hotel
" Uhhhhh akhirnya kita sampai, bagaimana penampilan ku??" tanya Yuna sambil Merapikan rambutnya kembali
" Perfect"
" Semoga saja ia terkesan, Ben menyukai warna biru muda"
" Apa?? Bukankah Ben menyukai warna putih" kataku spontan dan kalimat ini membuat Yuna sedikit terkejut
" Bagaimana kakak tahu?? setahuku dia menyukai warna biru muda" kata Yuna
" Ha....ha...aku hanya menebaknya Yu, aku hanya lebih senang dengan putih" kataku meralat ucapanku
" Ah...kakak bisa saja, ini bukan selera kakak tapi selera Ben"
Begitu turun kami sudah melihat Ben sedang duduk di teras, ia sedang membaca buku yang sedang ia pegang.
Pagi itu Ben mengenakan T-shirt putih dan celana jeans hitam, aku tahu Ben menyukai warna putih bukannya Biru muda seperti yang dikatakan oleh Yuna
Bukan hanya Ben tapi aku juga menggunakan atasan putih dipadukan dengan celana jeans hitam sehingga kami terlihat seperti pasangan.
Senyum Ben melebar ketika melihat kami berdua menghampirinya, Yuna berjalan di depan dan tanpa kuduga Yuna mencium pipi kanan dan kiri Ben.
Aku terkesima melihat hal itu tapi aku berusaha menahan hatiku untuk tidak cemburu atupun bertindak aneh di hadapan Ben dan Yuna.
Ben tampak risih ketika Yuna memeluk dan mencium pipinya, ia menatap ku dengan tatapan tidak suka. aku berpura pura saja tidak melihatnya, aku memilih masuk untuk memainkan ponselku.
" Apa kabar Boo"
__ADS_1
Suara itu langsung mengangetkan ku, aku melihat Ben berdiri dihadapan ku dan untung nya Yuna tidak bersama nya.
Aku melirik ke kanan dan kiri untuk memastikan Yuna tidak berada disana.
" Tenang saja Yuna sedang meeting di ruangan sebelah, aku suruh menunggu" kata Ben, iapun duduk di samping ku membuat ku langsung gugup.
" Kau belum menjawab pertanyaan ku" kata Ben lagi
" A...aku baik baik saja dan sebaiknya kau tidak terlalu dekat" kataku sambil menggeser ke sebelah kanan agar jarak kami semakin jauh
" Ternyata Kau sudah benar benar menikah, kau sudah melupakan ku Boo"
" Untuk apa kau menanyakan itu, bukankah kau sudah mengetahui nya. Kau sudah membiarkan aku menikah dengan orang lain!!" kataku dengan ketus, bahkan aku hampir menangis saat mengatakan nya
" Aku menyesal Delanie, aku sengaja datang untukmu" kata Ben
" Apa?? jangan membuat drama Ben, aku membencimu"
" Aku menyesal Delanie, aku memutuskan pindah ke universitas disini agar bisa melihatmu"
" Mengapa kau ada disini??" tanyaku
" Kebetulan aku melihat sebuah iklan Zacheri sedang mencari model pria dan aku sudah berpengalaman di bidang ini" kata Ben
" Apa sebelumnya kau seorang model juga??"
" Begitu lah...aku harap kau bisa memaafkan ku" kata Ben dengan nada yang dalam
" Semuanya sudah terlambat Ben,"
" Aku tahu kau tidak bahagia" kata Ben
" Itu bukan urusan mu, sakit ini karena dirimu Ben...aku membencimu,"
__ADS_1
Aku akhirnya meninggalkan Ben disana, aku tidak ingin perasaan ini semakin tidak terkendali. Aku tidak ingin membuat Yuna dan Zio curiga, karena aku akan tetap menjalani hidup sebagai Istri dari Zio Zacheri