Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Gaun pengantin


__ADS_3

Pagi pagi buta Aku dikejutkan oleh kedatangan para pengawal dari Zio, Aku yang masih mengantuk terpaksa harus bangun karena Bi Jida sudah menggedor pintu kamarku.


" Ada apa sih Bi, ini masih jam 05.30 pagi, aku masih benar benar mengantuk" kataku


"Ya ampun Non ada banyak sekali orang di luar dan Seperti nya itu pengawal tuan Zio"


" Apa?? "


Mataku langsung terbuka saking kagetnya, aku tiba-tiba saja merasa takut. Sesegera mungkin aku mencuci wajah dan juga menggosok gigi.


" Ini benar-benar menyebalkan"


Aku turun dengan masih menggunakan piyama dan ternyata benar Para pengawal dan juga Dady sudah menunggu kedatangan ku


" Maaf mengganggu anda Nyonya besar" kata Seorang pengawal


" Nyonya besar panggil saja aku Delanie" kataku, aku tidak nyaman dipanggil dengan sebutan Nyonya besar


" Itu sudah perintah dari tuan besar lagipula sebentar lagi kalian akan segera menikah"


" Baiklah terserah saja" kataku karena percuma saja aku menentang perintah orang sebesar Zio.


" Ini ada kiriman tuan Zio untuk anda"


Seorang pengawal itu menyerahkan kardus yang berukuran yang sangat besar dengan berat yang lumayan


" Apa ini??" tanyaku,


" Kami tidak tahu nyonya besar, sebaiknya terima saja"kata pengawal itu


" Terima saja nak"kata Dady


Ya... akhirnya aku menerima apa yang diberikan oleh pengawal itu, para pengawal itu kemudian mengabadikan momen dimana aku menerima Kardus itu.


" Buka saja Delanie, Dady juga penasaran dengan isinya" kata Dady setelah para pengawal itu pergi


" Dady buka saja sendiri"kataku sambil menyerahkan kardus itu pada Dady

__ADS_1


Dady langsung membuka kardus itu, ternyata isinya adalah sebuah gaun putih yang begitu mewah dan sangat indah.


" Apa ini??" tanyaku


" Ini gaun pengantin Delanie" kata Dady dengan semangat


Gaun itu cukup berat hingga mereka harus meletakkan nya di sebuah kardus dengan ukuran yang besar.


" Ini luar biasa Delanie, lihat saja gaun berhias kan berlian dan suratnya ada disini" kata Dady sambil memberikan surat yang menyatakan bahwa berlian yang menempel di bagian depan adalah berlian asli dengan harga selangit


" Mengapa ia harus mengirimkan gaun di pagi pagi buta begini?? lagipula ia tidak menyuruh ku atau sekedar bertanya gaun Seperti apa yang kusukai"Gerutu ku


" Untuk apa dia bertanya Delanie, lihat saja dia memiliki selera yang sangat bagus" kata Dady membela lelaki pilihan nya itu


" Terus saja membela nya Dady,, ini sudah menandakan dia tidak menghargai seorang wanita. Aku seperti nya akan mendapatkan mimpi buruk sepanjang hidup ku Dady aku bahkan mendapat kan lelaki yang jauh lebih buruk daripada Dady"


" Delanie" kata Dady mengentikan ucapan ku


" Itu benar Dady hanya saja aku sudah terikat janji pada laki laki yang menjadi cinta pertama dalam hidup ku"


Dady tampak terdiam karena ucapanku, walaupun Dady melakukan banyak kesalahan tapi aku tidak bisa memungkiri aku begitu mencintai Dady bahkan ia adalah lelaki pertama yang aku cintai dalam hidup ku.


Aku bisa membayangkan bagaimana tertekan nya Dady saat mengalami masa masa sulit, oleh sebab itu ia melakukan segala cara agar bisa menghidupiku dengan cara yang selama ini ia buat.


Aku memang selesai bebas dalam hal apapun terlebih masalah materi, aku bebas untuk berbelanja dan membeli barang apa saja yang aku mau.


Oleh sebab itu setelah berpikir cukup panjang aku harus membalas semua yang Dady telah berikan padaku.


Hampir jam makan siang setelah bangun pagi karena kedatangan para pengawal Zacheri, aku memutuskan untuk tidur hingga matahari hampir meninggi.


Aku terbangun karena suara Bi Jida kembali membangunkanku untuk makan siang


" Sebentar Bi aku segera turun"


Sebelum turun aku kemudian mengambil ponsel ku dan aku melihat sebuah pesan masuk kedalam Wa pribadi ku.


Aku terkejut saat melihat itu dari Zio, ia menginginkan foto saat aku mengenakan gaun yang ia pilih untukku.

__ADS_1


Aku langsung kaget dan melihat chat itu setengah jam yang lalu. Aku dengan cepat bergerak dan langsung memanggil Bi Jida.


Aku meminta nya untuk membantu memakai gaun itu,


" Sekarang juga non??" tanya Bi Jida


" Iya dong Bi kalau tidak aku berada dalam masalah yang besar"


Aku segera membuka piyama dan menggunakan gaun yang diberikan oleh Zio.


" Ini sungguh Aneh"


Itulah kalimat yang terlontar dari mulut ku saat gaun benar benar pas di tubuh ku, tidak kurang ataupun lebih, ukuran yang benar benar sempurna.


Bi Jida begitu takjub melihat ku, aku kemudian menggulung rambutku dan menjepol nya begitu saja, aku menyisakan sedikit dibagian depan


"Ambil kan gambar ku Bi Jida aku minta tolong" kataku sambil memberikan ponsel ku padanya


Setelah mengambil beberapa pose aku kemudian memilih pose yang menurutku bagus dan mengirimkannya pada Zio.



" Mengapa begitu lama, aku ingin melihat dari tampak depan"


Langsung Zio mengirimkan chat balasan begitu aku mengirim kan fotoku


" Itu saja sudah cukup , maaf aku tadi tertidur"


" Kau orang pertama yang berani menentang ku, kau akan merasakan akibat dari perbuatan mu"


Langsung saja aku kaget dan kemudian aku langsung mengirimkan pose yang ia inginkan.


"Maaf"


itulah kalimat yang kutuliskan untuk membuat Zio senang


😊😊😊😊 ( Emoticon yang dikirim kan Zio setelah aku mengucapkan kata Maaf"

__ADS_1


" uhhhh" aku terbebas dari kemarahan tuan besar ini


__ADS_2