
" Delanie bangun sayang...."
Suara lembut Oma terdengar di telinga ku, perlahan aku bangun dan melihat sosok Oma yang ada dihadapanku.
Aku terperanjat dan melihat Oma yang sedang duduk di tepi ranjang ku, ia menatap ku sambil tersenyum. Aku langsung terperanjat dan bangun dari tempat tidur.
" Ma....af Oma" kataku
Aku melihat sekeliling dan tidak menemukan Ricardo disana, aku takut jika Oma tau kalau semalam kami tidur terpisah.
" Kau pasti sangat kelelahan ya??" kata Oma
"Sepertinya begitu Oma, memang nya ini jam berapa ??"
"Ini sudah jam 10 sayang"kata Oma membuat ku terkejut, aku sangat malu karena tertidur sampai jam 10
" Ini pasti efek malam pertama, apa kau juga merasa kesakitan??" Tanya Oma
" Kesakitan?? Memangnya kenapa??" Tanyaku tidak mengerti Tapi Oma hanya tersenyum ia padaku
""Efek malam pertama" kata Oma menggodaku
" Omaaaaa" Kataku sambil memeluk Oma dengan spontan
" Cepatlah bersiap kita akan sarapan bersama" kata Oma
" Ricardo mana Oma??"tanyaku
" Tadi dia turun kebawah Oma juga tidak tahu untuk apa"
Tiba tiba saja Pintu kamar terbuka dan Ricardo datang dengan membawa 2 cup teh hangat.
"Eh....Oma sudah bangun" Kata Ricardo sambil mendekat
" Apa itu Rico??" Tanya Oma
__ADS_1
" Ini....ini teh hangat untuk Oma dan juga Delanie"kata Ricardo sambil memberikan minuman hangat itu untukku dan Oma.
" Kau berbohong ini untuk kalian berdua kan??" Kata Oma
" Kau tau Oma tidak bisa minum gula"kata Oma yang memberikan kembali cup teh itu pada Ricardo
" Eh...Aku sampai lupa" kata Ricardo sambil menggaruk kepalanya
Ricardo langsung kembali turun membawakan teh hangat tanpa gula untuk Oma. Kami berbicara cukup lama hingga hampir saja melupakan sarapan pagi yang sudah sangat terlambat.
Selesai aku mandi dan juga berganti pakaian aku langsung turun menemui Ricardo dan juga Oma yang sudah ada di Restoran hotel.
" Wah...pagi ini kau cantik sekali sayang" Kata Ricardo memujiku
" Ya...gaun putih itu sangat cocok untukmu," kata Oma menimpali.
" Ah....Kalian berlebihan"kataku tersipu malu
" Ingat Rico kau harus selalu memerhatikan Delanie ya... apalagi saat ia hamil nanti" kata Oma
Lagi lagi aku terbawa dalam kehangatan kelua, kecil ini, baru satu hari jadi menantu di keluarga Ricardo aku merasa menemukan Keluarga ku sendiri.
Sikap Oma yang lembut dan selalu memperhatikan aku membuat aku berada nyaman di dekatnya begitu juga dengan Ricardo dia sangat menghormati dan menghargai ku
Beberapa hari menginap di hotel akhirnya aku dibawa ke kediaman keluarga Ricardo, rumah yang begitu luas itu akan jadi istana untuk aku dan Juga Ricardo.
Saat pertama menginjakkan kaki di rumah itu aku langsung disambut oleh para asisten yang bekerja disana. Aku sangat terkejut melihat BI Jida dan pak Markus ada disana.
Aku langsung saja memeluknya dan berterima kasih pada Ricardo ..
"Aku akan selalu melakukan hal hal yang membuat mu nyaman, aku dengar kau tidak bisa jauh dari masakan Bi Jida" Kata Ricardo
Sayangnya Oma Geeta tetap memilih tinggal di rumahnya dengan alasan ia lebih betah tinggal disana sementara jarak rumah itu cukup jauh dengan kantor Ricardo.
Ricardo membawaku ke kamar kami sesuai dengan permintaan Ku Ricardo memiliki kamar yang terpisah walaupun itu berada dalam satu ruangan.
__ADS_1
Ricardo membuat satu kamar dengan connecting room agar selalu bisa memperhatikan aku.Aky cukup puas dengan apa yang dilakukan oleh Ricardo setidaknya aku tidak perlu menjaga sikap kalau sekamar dengannya.
Tapi ada satu hal lagi yang membuat aku terkejut Ricardo membawaku ke salah satu ruangan yang cukup luas yang berada di samping kamarku.
Ruangan itu sama persis dengan ruangan di les tariku hanya saja ruangan ini lebih kecil. Ruangan itu di penuhi oleh ornamen untuk Tari Belerina mulai dari hulahup, tongkat pita bahkan gaun dan juga sepatu Belerina dalam berbagai warna.
Sungguh kali ini aku benar benar tersentuh melihat ruangan itu apalagi saat melihat ada pose ku dan Juga pose Tamara Rojo yang terletak saling berdampingan.
" Kau..." Kataku sambil memandang ke arah Ricardo yang hanya tersenyum melihat ku.
Aku berlari dan Langsung memeluknya, Ricardo adalah orang pertama yang mendukung ku sepenuh nya dalam hal tari.
" Terimakasih" kata Ku sambil terus memeluk Ricardo
" Teruslah memelukku Delanie" kata Ricardo tiba tiba , akupun langsung melepaskan pelukanku dan memasang wajah datar
" Jangan Geer dulu, aku hanya terkejut saja" kataku sambil terus memandang ruangan yang luas itu.
"Iya aku tau Delanie tenang saja kau tetap wanita terhormat"Kata Ricardo yang mengingat kan aku pada ucapan Zio.
Hatiku mendadak sedih hingga aku berjalan lurus arah jendela kaca yang langsung berhadapan dengan sebuah kolam berenang yang cukup luas
" Kenapa?? apa kau salah berbicara?!" Tanya Ricardo yang juga mengikuti ku
" Tidak....hanya saja"
Aku tidak bisa menahan hatiku aku tertunduk dan pada saat itu Ricardo langsung memeluk ku.
" Kau tidak seperti itu Delanie....kau wanita terhormat" kata Ricardo menghibur ku
Untuk pertama kalinya aku membalas pelukan Ricardo dengan menyandarkan wajahku ke dadanya. Untuk beberapa saat kami tenggelam dalam pelukan dengan pikiran masing-masing.
" Terimakasih ya...." Kataku
" Hmmmm jangan bersedih jika kau bersamaku jika iya maka aku akan menganggap diriku gagal sebagai suami"
__ADS_1