
Aku tidak tahu apakah aku harus menolak atau menerima cinta dari seorang Ricardo. Menurut ku waktu masih terlalu cepat untuk mengatakan iya atau tidak.
"Biarkan waktu yang menjawab nya ya, Aku belum bisa untuk saat ini"
Aku tidak melihat kekecewaan di mata Ricardo dia menerima dan mengatakan bahwa ia siap menunggu kapanpun aku bersedia.
" Bagaimana jika itu dalam waktu yang lama??" Tanyaku menguji kesabaran Ricardo
" Aku siap bahkan sampai menua aku siap menunggu kami bersedia"
" Benarkah??" Kataku dengan mata berbinar, dan Ricardo mengangguk setujui
Aku tersenyum sambil mengelus kepala Ricardo yang masih sujud da hadapan ku, rasa kepercayaan itu kembali muncul melihat sikap Ricardo yang berbeda dengan lelaki sebelum nya.
" Apa aku ingin punya anak dari rahimku mas??" Kali ini aku memanggilnya dengan sebutan mas.
Terlihat wajah bahagia dari raut wajah Ricardo, ia segera bangkit dan mengangguk kan kepalanya.
" Sangat sayang.... sangat ingin" kata Ricardo
" Sebentar aku pikir pikir dulu" kataku sambil berpura pura berpikir
" Ayolah.... jangan membuat ku menunggu terlalu lama" kata Ricardo semakin tidak sabaran.
"Tapi katanya kau bersedia menunggu" kataku
" Tapi lebih cepat lebih baik"
Aku tidak menjawab nya aku rasa aku setuju dengan permintaan Ricardo, untuk sesaat aku dan Ricardo terdiam.
__ADS_1
Ricardo semakin mendekat dan ia kemudian membisikkan sesuatu yang sangat membuatku terharu.
"Aku mencintaimu Delanie.... sangat aku bersumpah tidak akan membuat kecewa, aku berjanji sayang. Ijinkan aku memiliki mu.."
Aku menutup mataku ketika suara Ricardo menggema di telinga ku, aku tau Ricardo tau apakah Jawaban dari pertanyaan itu.
Ricardo kemudian mencium telinga ku dan aku hanya diam saja, dan aksinya berlanjut hingga aku dan dia kembali hanyut dalam ciuman yang hangat.
Sesuai keinginan nya kini aku membiarkan Ricardo melepaskan segala batasan di antara kami, aku mencoba merelakan diriku seutuhnya untuk menjadi milik Ricardo yang sudah sah menjadi suamiku.
Kini aku menurun kan semua egoku dan menikmati setiap sentuhan cinta yang diberikan oleh Ricardo padaku.
Aku hanya bisa menutup mataku ketika Ricardo menyentuh setiap bagian yang ia mau, aku tidak banyak bicara dan membiarkan nya begitu saja.
" Apa kau benar benar siap sayang??"kata Ricardo ketika ia membuka kancing bajuku
" Aku harap kau melakukan nya tidak karena terpaksa "kata Ricardo
Ricardo kemudian membaringkan aku dan juga membuka bajunya, aku memandang nya dan sambil tersenyum. Sebenarnya aku malu tapi aku menepis nya dengan merentangkan tanganku agar dia datang kepelukanku
Tidak ada lagi batasan diantara aku dan Ricardo, dia kini akan melakukan tugas nya sebagai seorang suami. Ricardo semakin leluasa bermain main di seluruh tubuhku, Dia Begitu senang bermain main di p4ting s4s4ku. Awalnya aku merasa geli tapi lama kelamaan aku merasa ada sesuatu yang aneh
Aku merasa organ intim ku mulai bereaksi aku merasa denyutan denyutan yang membuat aku ingin melakukan hal lebih.
" Ahhhhh"
Aku mengeluarkan ******* pertama ku ketika lidah Ricardo semakin lincah bergerak di bagian dadaku, aku tidak bisa lagi menahan nya hingga aku ingin melepaskan semua hasrat yang aku punya.
" Mas ...." Aku mendesah begitu manja ketika Ricardo membuka kedua pahaku
__ADS_1
Ricardo semakin garang iapun menjulurkan lidahnya ke bagian yang paling sensitif. Aku bergelimpangan ketika lidahnya menyentuh bagian itu, aku benar benar melayang hingga aku tidak tahu lagi harus berkata apa.
"Tuannnn non Delanie"
tiba tiba saja konsentrasi bercinta kami buyar dan berantakan begitu saja, aku segera tersadar dan menutup tubuhku dengan Selimut.
" Non Katanya Oma Geeta masuk rumah sakit" teriak Bi Jida lagi dan ini membuat kami langsung kaget
Dengan gerakan super cepat Ricardo langsung memakai bajunya dan bergegas membuka pintu sementara aku bersembunyi di balik selimut tebal.
" Ada apa Bi?? Oma kenapa??"
"Begini non Kata perawat yang menjaga Oma dia sedang sakit dan berada di ruang UGD sekarang" Kata Bi Jida
" Baiklah tunggu dibawah aku dan Delanie akan segera turun"
Begitu Bi Jida pergi aku langsung memakai semua baju ku dan langsung bergegas menuju rumah sakit yang dikatakan oleh sang perawat.
" Ya Tuhan Semoga Oma baik baik saja" kataku
Aku terus saja berdoa sepanjang perjalanan rumah sakit, aku juga bisa melihat ekspresi Ricardo yang tampak sangat panik Tapi ia tetap konsentrasi dalam membawa mobil.
Begitu sampai di rumah sakit kami langsung menuju ruang UGD dan melihat pemandangan yang sungguh tidak menyenangkan.
Aku begitu lemas saat melihat Oma terbaring dengan wajah pucat dan banyak selang Yang menempel di tubuh nya.
Menurut pengakuan perawat ia menemukan Oma di kamar dalam keadaan yang tidak Sadar lagi. Aku tidak bisa menahan tangisku ketika melihat wanita tua itu sakit, aku memanggil namanya beberapa kali namun ia tak kunjung bangun.
" Bagaimana ini mas" kataku sambil melihat Ricardo yang berada di sampingku
__ADS_1
" Oma....Oma..." panggilku lagi