Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Mengejutkan atau menyebalkan??


__ADS_3

Aku menenteng ranselku dan kembali ke rumah, Sabtu ini akan menjadi kelabu kerena aku kan melewati nya sendiri


Aku berjalan sepanjang halte sampai di rumah ku, tapi saat aku sampai di depan pintu aku terkejut dengan apa yang kulihat.


Ben berdiri sambil menatap ku lengkap dengan senyuman nya.


" Ya Tuhan hapuskan halusinasi ini" kataku sambil menatap ke arah langit


Selama satu Minggu kepergian Ben, aku sering membayangkan wajahnya lengkap dengan senyuman mautnya.


Aku berjalan sambil melewati Ben dan membuka pintu rumah,


" Berhenti mengganggu ku Ben, bayanganmu saja benar benar menyiksaku" kataku


" Delanie" kata suara Ben


" Ya Tuhan sekarang aku bahkan bisa mendengar suara mu" kataku lagi,


" Delanie aku disini benar benar disini"


Aku mengedip kan mataku mengucek nya beberapa kali tapi Ben tetap saja berdiri disana bahkan ia merentangkan tangannya.


" Ben" teriakku sambil berlari ke pelukannya, aku perduli itu bayangan atau asli.


Ternyata itu benar benar Ben rupanya ia ingin memberi kan kejutan dengan mengatakan ia tidak akan datang di Sabtu ini


Aku bergelantungan di pelukan Ben bahkan aku menaikkan kedua kakiku ke pinggang Ben. Benar benar seperti anak Kevin yang begitu merindukan ibunya.


" Ya ampun kau sudah berubah menjadi kanak kanak sekarang" kata Ben mencoba menahan agar tubuhku tidak ambruk


" Kau jahat sekali" kataku


Akhirnya aku turun dan membawa Ben masuk ke dalam rumahku. Seperti dugaan ku Ben mengomel karena rumahku sedikit berantakan


Tanpa sungkan Ben merapikan seluruh barang barang yang berantakan di atas meja, dan seperti biasa aku hanya memandangi Ben dengan tatapan kagum


" Bagaimana tarimu selama seminggu ini??" tanya Ben

__ADS_1


" Semua berjalan lancar dan sepertinya Mrs Winnie memberikan kesempatan agar aku bisa jadi penari utama"


" Sungguh??" kata Ben dengan mata Berbinar


" Hmmmm" kataku sambil mengangguk


" Nice" kata Ben sambil mengacak acak rambutku, ini sudah menjadi kebiasaan Ben jika sedang bersamaku


Aku menarik Ben yang sedang berdiri dan aku memeluk pinggang nya, rasanya rindu yang aku rasa belum juga terobati dengan sempurna.


" Aku merindukan mu Ben, " kataku jujur


Ben menarik daguku dan sedikit membungkuk dan akupun tau maksud dari Ben. Aku menutup mata hingga benar-benar yang kuinginkan terjadi.


Aku dan Ben benar benar larut dalam sebuah guluman yang begitu indah, beberapa menit berciuman rupanya membakar hasrat Ben


Aku bisa merasakan nafas Ben yang berubah menjadi panas dan tanpa kusadari Ben mulai meraba seluruh tubuh ku.


Untungnya aku segera tersadar bahwa kami akan bertindak jauh lebih dalan jika tidak ada yang menghentikan nya.


" Cukup Ben" kataku sambil menjauhkan wajahku darinya, aku juga menarik tangannya yang sudah berada di bokong ku


Aku hanya terdiam dan juga merasa malu karena sudah terlalu berlebihan.


" Aku minta maaf ya Boo" kata Ben sambil mengelus rambut ku, Ben juga ternyata bersalah karena sudah bertindak terlalu jauh.


" Kau memanggilku Boo??" tanyaku keheranan, kau sama sekali tidak pernah mendengar panggilan itu sebelum nya


" Kamu tidak suka??" tanya Ben


" Boo adalah panggilan sayang, memang jarang didengar aku melihat nya dari google tadi malam" kata Ben menjelaskan


" Aku ingin panggilan sayang yang unik, tapi jika kau tidak suka maka aku tidak akan memanggil mu seperti itu"


" Aku suka Ben Ben" kataku


" Ha...ha....ha...Kau curang boo" kata Ben sambil mencubit hidung ku

__ADS_1


" Ben....Ben...." Kataku mengejek


" Aku suka" kata Ben yang malah menyukainya


Malam itu kami lewati dengan berbagai acara, jalan jalan hingga malam menikmati suasana kota yang begitu ramai.


Ben sengaja mengajaknya ke salah satu food street yang ada di St lves, suasana seperti ini membuat ku rindu pada Indonesia terlebih pada Lin sahabat yang sering menemani ku.


" Kau tidak suka Boo??" tanya Ben ketika melihat ku tidak memakan kebab domba yang ia belikan


" Aku suka semuanya asal bersama mu" kataku sambil mengedipkan sebelah mataku


" Sepertinya kau sudah belajar nakal ya" kata Ben,ia pun menyodorkan sate domba ke mulut ku


" Ini sangat pedas" kataku sambil mengipas lidahku yang mulai terasa terbakar


Dengan segera Ben membuka minuman botol untukku, ia menepuk pundak ku karena kau merasa hampir tersedak dengan cita rasa yang menurutku luar biasa pedas.


"Bagaimana kau bisa makan ini??" tanyaku,


"'Aku suka dengan hal yang berbau dengan kata pedas" kata Ben Sambil mengigit daging domba itu lagi


" Jangan makan terlalu banyak bisa bisa kau diare" kataku memperingatkan Ben


" Tidak perutku sudah terbiasa dengan hal ini"kata Ben santai


" Tapi mengapa saat kau memasak kau tidak pernah membuat nya sepedas ini" kataku protes


" Karena aku tau kau tidak terlalu suka makanan pedas lagipula kau bisa diare jika memakan terlalu banyak" kata Ben


" Dasar Ben Ben, "


Ternyata begitu banyak hal yang tidak ku ketahui mengenai Ben, contoh nya saja saat ini Ben sengaja' membohongi ku dengan mengatakan tidak ada waktu


Kebersamaan itu segera berakhir karena Minggu pagi Ben langsung kembali ke London, satu malam Ben tidur di sofa ruang tamuku dengan bantal dan selimut seadanya.


Ben memang menghormati ku sebagai wanita ia sama sekali tidak mencuri kesempatan untuk melakukan hal yang tidak senonoh denganku.

__ADS_1


" Ah....aku mencintaimu Ben lebih dari yang kau tau"


__ADS_2