Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Perjanjian Delanie


__ADS_3

Aku tahu tidak ada kata menolak untuk Zio, oleh sebab itu aku harus lebih bijak lagi dalam mengambil keputusan setelah perpisahan


Hari ini aku dan Zio akan menjalani sidang pertama kali, aku dan Zio juga sudah sepakat untuk membicarakan masalah perjodohan yang dilakukan oleh Padaku


Tidak perlu waktu lama dalam persidangan karena ini masih dalam tahap pertama jadi agenda hari ini adalah pembacaan alasan mengapa Zio menggugat aku sebagai istri nya. penyebab nya adalah hal yang cukup umum, tidak ada kecocokan serta pertengkaran yang terus menerus hingga membuat kami tidak bisa menemukan Titik temu


Sebenarnya hatiku sungguh miris mendengar nya, Zio melakukan kebohongan dengan mengatakan tidak ada kecocokan diantara kami mulai awal pernikahan hingga usia pernikahan kami yang sudah hampir setahun.


Aku hanya diam dan mengiyakan apa yang dikatakan oleh Zio, walaupun terasa berat tapi aku merasa percuma jika menjelaskan hal yang sebenarnya.


Setelah persidangan selesai Zio membawaku se sebuah Cafe yang cukup nyaman untuk membicarakan masalah selanjutnya.


" Baiklah aku menyetujui nya" kataku tanpa basa basi


" Hmmmm baiklah sepertinya kami sudah siap berpisah dan Menikah dengan orang pilihan ku" kata Zio sambil meneguk kopi' pahitnya


'' Aku menyetujuinya tapi aku ingin ada perjanjian diantara kita"


" Perjanjian apa Delanie?? Akan kupenuhi jika aku mampu"


Aku kemudian mengambil selembar kertas yang sudah berisi tulisan tanganku. Aku membuat Beberapa perjanjian yang tentu saja menguntungkan diriku hingga aku tidak perlu terikat lagi dengan Zio.


Selain itu setelah kami resmi bercerai aku ingin Perusahaan Okta resmi menjadi milikku, aku ingin saham Zio yang ada di perusahaan Okta di alihkan atas namaku agar aku bisa mengelolanya perusahaan itu seutuhnya.


"Baiklah anggap saja itu imbalan karena kau sudah menjadi istri ku selama 8 bulan terakhir ini" kata Zio, ia kemudian membubuhkan tanda tangannya di materai yang sudah aku buat


Antara lega dan juga sedih aku berharap Keputusan ini membuat aku tidak perlu lagi tergantung dan harus tunduk pada Zio.


" Bolehkah aku bertemu dengan orang pilihan mu" kataku

__ADS_1


"Untuk apa?? aku rasa kau tidak perlu mengenal nya" kata Zio


" setidaknya aku mengenal wajah calon suamiku hingga aku tidak salah orang pada pernikahan kami bantu"


" Sepertinya kau tidak sabaran ingin menikah dengannya, apa kau sudah siap??" tanya Zio


"Aku rasa tidak perlu kata siap karena pernikahan ini pasti akan terjadi cepat atau lambat"


" Aku tidak berjanji tapi akan kau bicarakan" kata Zio


" Apa kau puas tuan Zio?? sepertinya kau benar benar menikmati transaksi yang kau lakukan atas nama diriku"


Zio mengambil sebatang rokok yang terselip di balik jasnya, ia menyulut dan menikmati nya perlahan lahan.


" Ini kerena ulahmu seharusnya kau tidak berselingkuh dengan pria bermata biru itu"


" Sudahlah seperti nya percuma menjelaskan hal itu padamu, kau tetap saja teguh pada pendirian mu. Aku tidak ingin menangis lagi Zio, menerima takdir Seperti nya akan lebih baik"


Aku mengendarai mobil ku dengan kecepatan penuh, sebab hari ini adalah hari pernikahan Lin Dan Sams. Sebenarnya aku tidak ingin menghadiri sidang pertama karena bertepatan dengan hari pernikahan Lin, Sahabat terbaikku.


Aku ingin melihat nya melepas masa lajangnya tapi sepertinya aku tidak akan melihat mereka mengucapkan janji suci tapi setidaknya aku bisa mengikat acara resepsi.


Aku membatalkan janji ku pada Lin menjadi penerima para tamu undangan, Lin cukup memahami nya dan tidak ingin menambah beban dalam hidupku.


Begitu sampai di Gedung Cleo Dancer aku segera memakirkan mobil ku, gedung yang biasanya dipakai untuk latihan kini berubah menjadi gedung resepsi Lin Dan Sams.


Sams sengaja memilih gedung ini karena ia ingin pernikahan nya bersejarah. Aku masuk dan benar saja aku terlambat menyaksikan Lin Dan Sams di Altar pernikahan.


Dengan langkah yang buru buru aku berjalan dengan cepat hingga pada saat memasukkan kunci mobil dalam tas aku menabrak seseorang dari arah yang berlawanan.

__ADS_1


" Maaf"kataku sambil mengambil kunci yang akhirnya terjatuh


" Tak apa nona Delanie" kata lelaki yang aku tabrak


Aku langsung menoleh ke arah lelaki yang cukup aku kenal suaranya.


" Anda???"'Kataku


" Ricardo??" kataku meyakinkan


" Kita bertemu lagi sepertinya kita jodoh ya" canda Ricardo membuat ku seketika tersenyum


" Anda Temannya Lin atau Sams atau mungkin anda kerabat nya"'


" Tidak aku bukan siapa siapa Nona, aku hanya ada urusan dengan Mrs Jane" kata Ricardo dengan ramah nya


" Oh...apa jangan jangan anda Baby sugar nya ya"kata ku sambil bercanda entah kenapa aku ingin bercanda dengan lelaki yang belum terlalu aku kenal ini.


" Ha....ha....aku ini keponakan nya" kata Ricardo


" Oh.... maaf aku hanya bercanda" kataku sambil menahan malu


" Tak apa Nona, bolehkah aku berfoto dengan anda??" kata Ricardo dengan sopan


" Hei...aku lelaki pertama yang mengajak ku berpose" kataku


Akhirnya aku menuruti permintaan Ricardo, akan berpose dengan nya beberapa kali.


" Terimakasih nona Delanie anda sungguh baik"

__ADS_1


" Jangan berlebihan itu bukan apa apa"


Akhirnya aku pamit karena aku akan semakin terlambat dan membuat Lin akan semakin marah.


__ADS_2