Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Zio Zacheri


__ADS_3

Pasrah mungkin itulah hal yang paling tepat untuk aku lakukan, tidak ada gunanya aku bertahan dengan Ben.


Melupakan nya mungkin adalah hal yang terbaik. Aku bangun dan entah kenapa aku teringat akan nama yang disebut kan oleh Zio Zacheri.


Akupun membuka laptop ku yang hampir sebulan menganggur Bahkan sudah berdebu, Delanie mengetik nama Zio Zacheri untuk mencar, informasi seputaran pria itu.


Zio Zacheri salah satu pengusaha yang cukup berpengaruh di Indonesia bahkan ia dikenal di beberapa kerja sama Industri dengan negara lain


Zio Zacheri seorang pengusaha yang cukup tampan , matang di segi usia dan juga kekayaan. Zacheri Corporation adalah perusahaan yang bergerak di tambang batubara bukan hanya itu Zacheri juga bergerak di bidang fashion dengan nama mengusuung nama Zacheri sebagai brand ternama.


Delanie cukup terkejut dengan lelaki yang dipilih oleh Dadynya, ia tidak menyangka akan dijodohkan dengan orang sebesar Zio..


Selain kesuksesan nya di bidang bisnis, banyak ulasan yang menggambarkan sosok Zio sebagai pria yang kharismatik.


Zio cukup dikenal seputaran kisah cintanya, Zio Zacheri sudah beberapa kali menjalin kasih dengan beberapa Artis ternama yang semakin melambung kan namanya di dunia entertainment.


" Pantas saja aku seperti nya pernah mendengar nama Zio Zacheri"


Hampir satu jam penuh Delanie membaca dan mencari artikel mengenai calon yang sudah dipilih oleh Dadynya.


Sekarang justru dia yang merasa rendah, ia merasa Zio terlalu sempurna untuknya apalagi Zio sudah terbiasa dekat dengan wanita wanita cantik yang berasal dari kelas atas dan wanita sosialita.


Delanie semakin ragu dengan perjodohan ini, ia tidak siap jika memiliki suami yang digandrungi oleh orang banyak..

__ADS_1


Delanie sudah membayangkan jika Zio sama seperti Dadynya yang menyukai gadis gadis muda. Seorang Zio pasti dikelilingi oleh begitu banyak gadis muda dan cantik karena dimana ada harta disanalah wanita bersarang..


" Sekarang aku punya alasan untuk menolak perjodohan ini"


Delanie pun mengambil ponselnya dan menghubungi tuan Okta, ini kali pertama selama ia tinggal di St lves menghubungi Dady nya untuk pertama kalinya.


" Halo Delanie," Suara Dadynya dari ponselnya


"Seperti keberuntungan kau menghubungi Dady di pagi ini" kata Dadynya,


" Aku ingin berbicara Dady"kata Delanie


" Katakan saja Delanie, kebetulan Dady masih ada di meja makan dan baru selesai sarapan. Bi Jida masih ada disini aku pasti merindukan nya" kata Dady


"'Aku Ingin membicarakan masalah Zio Dady," Kataku langsung pada pokok permasalahan


" Bagaimana?? Dady tidak salah pilih kan??" kata Dady dengan bangganya


" Aku tidak ingin menikah dengannya, aku tidak ingin menjadi istri yang tertekan, apa Dady tidak salah menjodohkan orang sehebat dan sebesar tuan Zio"


" Justru itu jika kau berhasil menikah dengannya maka martabat keluarga Okta akan semakin meningkat"


" Dengan mengorbankan Putri mu sendiri Dady,?? Ini tidak adil , aku tidak ingin hidup seperti itu lagi, aku sudah cukup tertekan dengan kelakuan Dady. Apakah aku akan lebih tertekan karena memiliki suami seperti Zio??"

__ADS_1


" Zio orang yang baik, Dady yakin dia bisa menjadi suami yang baik untukmu lagipula ia sudah melihat fotomu dan ia menyetujui nya"


" Ya ampun Dady..."


Kepalaku semakin pusing dengan sikap Dady, Ia sepertinya tidak ingin memikirkan perasaan ku.


" Jangan egois Dady, Aku bukan barang aku mohon mengerti lah..." kataku dengan nada memelas.


Tapi percuma saja Dady tetap pada pendiriannya, ia tetap akan menikahkan aku dengan lelaki yang bernama Zio itu.


Kumatikan ponsel ku dan aku kembali menatapku wajah Zio Zacheri,Lelaki yang memiliki mata kecoklatan, hidung mancung serta kulit yang lumayan putih.


Dia memang tampan dengan pencapaian yang cukup luar biasa, dia mampu meluaskan bisnis orang tuanya 10 kali lebih besar


Seharusnya sebagai seorang wanita aku akan bangga jika memiliki suami sesempurna Zio tapi entah kenapa hatiku tidak menghendaki nya.


Entahlah apakah ini menyangkut masalah hati, Hati yang sudah dimiliki oleh Ben. Bagaimana juga aku sudah terlanjur menyukai laki laki itu.


" Terserah Tuhan saja""


Aku kemudian merebahkan tubuhku di ranjang sambil menatap langit langit kamar, aku tidak bisa berpikir apa apa lagi, aku hanyalah menunggu takdir yang akan membawaku kemana saja ia mau.


Jangan lupa like, komen vote dan follow author Ya...

__ADS_1


__ADS_2