Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Mari kita lanjutkan


__ADS_3

Selesai nonton Aku dan Zio kembali dengan membawa beberapa bungkus makanan, kami memutuskan untuk kembali ke rumah dan makan malam disana.


Aku meletakkan dan mulai menyusun makanan itu, dibantu bi Mina pembantu yang sudah cukup lama di keluarga Zacheri


"Terimakasih ya Bi" kataku sambil tersenyum


" Ya ampun Nyonya ini sudah menjadi tugas kami" kata Bi Mina sambil tersenyum.


" Ah.....aku merindukan Bi Jida" kataku dalam hati, sudah hampir dua bulan aku tidak bertemu dengannya.


Aku memanggil Zio untuk makan malam, aku naik ke atas untuk memanggil nya


" Makanannya sudah siap" kataku


Ternyata Zio sibuk dengan laptopnya, ia seperti nya tampak begitu serius sehingga tidak menghiraukan panggilan ku.


" Hubby" kataku lagi dan iapun akhirnya menoleh sambil tersenyum kepadaku.


" Ki...kita makan malam yuk, seperti nya ini sudah terlambat"


" Yuna sudah kembali??" tanya Zio


"Kata Bibi Mina sudah dan Seperti nya dia sudah makan malam dengan Ben Ben"


Aku tidak sengaja memanggil Ben dengan panggilan sayang yang selalu ku ucapkan saat bersama nya. Zio tampak nya peka hingga ia menatapku dengan mata yang mengintimidasi.

__ADS_1


" Maksud Ben" kataku langsung meralat ucapanku


" Kemarilah...." kata Zio sambil melebar kan tangannya, ia memberi kan isyarat agar aku duduk di pangkuan nya


Aku mendekat dan duduk di pangkuan Zio, rasanya begitu canggung aku begitu gugup dan juga kaku.


" Lihat Aku"


" Ah.... lelaki ini banyak permintaan"


Aku kemudian mengubah posisi ku sehingga berhadapan dengan Zio,Zio menarik tanganku hingga melingkar di lehernya.


Posisi itu membuat kami seperti orang yang saling mencintai terlebih saat Zio menatap dan merapikan rambut ku


" Ah....aku konyol sekali Hubby, Zea jauh lebih cantik" kataku sambil tersenyum kecut


" Mengapa kau membandingkan dirimu dengan nya,??" Tanya Zio


" Apa kau cemburu???" Goda Zio hingga membuat ku merasa malu


" Ih.... tidak mungkin aku tidak hak untuk itu tuan Zio" kataku sambil memalingkan wajahku yang sudah mulai memerah


" Aku berharap kau cemburu nyonya Zacheri dan sepertinya kau akan mendapatkan hukuman karena memanggil ku tuan lagi"


Zio benar benar menghukum ku tapi kali ini aku menjalani hukuman yang sangat manis. Zio kembali mencium bibir ku, rupanya Ciuman yang berlangsung di bioskop membuat Zio ketagihan melakukan nya.

__ADS_1


Zio semakin berani dengan aksinya, Tangan kekarnya mulai menjilati setiap inci tubuhku. Tangan Zio menyusup dibalik atasan yang aku kenakan hingga ia berhenti di satu titik yaitu bagian dadaku.


Aku sedikit terkejut hingga aku melepaskan ciumannya secara refleks aku mendorong tangan Zio dari kedua gunung kembar ku.


Aku menatap wajah Zio sepertinya ia sudah di luar kendali sekarang, aku mendengar deru nafas Zio yang meningkat tajam serta tatapan nakal yang membuatku merinding.


" A....aku... tidak bisa melakukan nya" kataku


" Kenapa?? kau sudah menjadi istri ku Delanie, kita berhak melakukan nya" kata Zio menuntut hak nya sebagai seorang suami


" Aku tahu tapi aku butuh waktu, aku tidak ingin melakukan nya hanya kerena ***** sesaat" kataku


Aku dan Zio terdiam, sebenarnya aku menginginkan Zio mengatakan bahwa ia melakukan nya karena dasar cinta bukan karena *****


" Baiklah sebaiknya kita makan malam saja"kata Zio dengan nada dingin


Aku bisa melihat kekecewaan Zio bahkan saat makan malam berlangsung Zio hanya diam sambil menikmati makanan nya.


" Apa dia benar benar marah?? apakah aku salah?? bagaimana kalau Zio kembali dingin dan cuek"


Semalaman aku berpikir keras dan sedikit menyesali tindakan ku, aku hanya bisa berputar putar di ranjang ku karena rasa kantuk tidak kunjung menghampiri ku.


Zio tidur di ranjang nya lagi, setelah beberapa hari kami tidur bersama untuk malam ini Zio memilih tidur seperti sebelumnya.


Aku merasa ada yang hilang, aku merasa tertekan saat Zio bungkam padaku. Aku memikirkan nya hingga aku tidak sadar bahwa pagi akan segera datang.

__ADS_1


__ADS_2