
Kepergian Dady seperti mimpi yang paling buruk dalam hidupku setelah aku kehilanganmu Mommy. Rasa sakit itu datang lagi dan menghempaskan seluruh hidupku.
Dady adalah alasan di balik semua yang ku alami saat ini, aku menikah kerena Dady dan aku bertahan karena Dady
Aki tidak tahu harus melakukan apa, aku hanya bisa memandang wajah Dady yang akan menghilang dari hidupku, Dady akan hilang selamanya
Selama acara duka berlangsung Zio berserta Yuna selalu mendampingiku, Zio yang selalu bersikap cuek dan sangat dingin kini menunjukkan rasa simpati nya.
Dia mengurus segala yang berhubungan dengan Dady, segalanya hingga Akhirnya Dady dikubur disalah satu tanah milik keluarga Zacheri.
Saat penguburan berlangsung Zio terus saja merangkul pundak ku, ia tidak membiarkan aku sendirian.
Aku masih saja terus menangis apalagi saat Dady dimasukkan ke liang kubur, aku menangis histeris. Aku masih belum bisa terima dengan kenyataan yang ada. Lagi lagi aku pingsan dan untungnya Zio dengan sigap menangkap tubuhku.
Aku tidak lagi melihat saat orang-orang mengubur Dady untuk selama lamanya dan aku juga tidak ingin melihat nya.
Duka itu berlangsung selama berhari-hari sampai aku kembali ke keluarga Zacheri untuk menjalani hidup ku yang jauh dari kata sempurna.
Hari ini aku kembali ke rumah keluarga Zacheri, dengan tubuh yang masih lemah Zio mengantarkan ku ke kamar untuk istirahat.
" Apa kau melakukan ini untuk sebuah pencitraan Tuan?? Jika memang iya kau bisa berhenti melakukan nya" pertanyaan ini aku lontarkan kerena Sikap Zio yang sangat jauh berbeda dari biasanya.
Zio tidak menjawab ku ia kemudian Keluar dari kamar dan meninggalkan ku sendirian.
" Seperti dugaan ku" kataku dalam hati tapi aku tidak perduli
" Kau harus makan"
Tiba tiba saja Zio datang sambil membawa mangkuk bubuk hangat untukku. Aku sangat terkejut karena Zio melakukan hal yang menurutku tabuh.
__ADS_1
Bukan hanya membawanya tapi ia juga langsung menyuapiku, aku kaget hingga aku tidak bisa mengedip kan mataku
" Ayolah Delanie kau tidak bisa makan dengan baik beberapa hari ini"
Aku membuka mulutku untuk menerima suapan demi suapan tapi di suapan kelima aku sudah merasakan kenyang.
" Cukup tuan, aku tidak ingin lagi" kataku menolak
" Apa kau tidak bisa membuat ku lebih mudah, aku tidak akan bisa kerja dengan tenang jika kau seperti ini"
" A...apa?? kau sungguh sungguh mengkhawatirkan aku??" tanyaku lagi
" Tentu saja bodoh, mana mungkin aku tidak perduli. Kau adalah istriku"
Dugggggggggggg
" hikssss"
Entah kenapa aku menangis padahal sebelumnya aku sudah membayangkan perpisahan yang akan terjadi pada kami berdua.
" Sudahlah"
Lagi lagi Zio memelukku dan mengelus rambut ku, aku bisa mencium wangi parfum Zio selama beberapa hari ini.
Wangi yang lembut dan juga menenangkan, aku menyukai wangi itu. Kali ini aku bersandar di dada Zio dan ini atas kehendak hatiku.
Aku butuh orang untuk bersandar dan Zio adalah satu satunya orang yang bersedia melakukan itu. Jujur aku memanfaatkan kesempatan itu karena aku tahu Sikap Zio akan berubah jika suasana hatiku sedang membaik.
" Sebaik nya kau pergi ke kantor Tuan, maaf jika aku dan Dady menyita waktumu" kataku sambil melepaskan pelukannya.
__ADS_1
" Aku tidak yakin membiarkan mu sendiri" kata Zio
" Aku akan baik baik saja,aku bisa mengurus diri sendiri" kataku
" Baiklah aku percaya Padamu"
Zio bangkit dari ranjang ku tapi tiba-tiba saja ia berbalik dan melakukan hal yang lebih membuat ku terkejut
" Cuppp"
Zio mencium keningku dengan lembut
" Aku akan segera kembali" kata Zio sambil mengelus rambut ku
" I...iya tuan"
Hatiku bergetar hebat saat Zio melakukan itu, ia juga melempar kan senyuman tulus ketika ia akan menutup pintu kamar.
" Apa yang terjadi dengannya??" apa dia mencoba menghibur ku"'
Aku kembali teringat pada Dady, hatiku masih terasa hancur dan terasa sakit. Aku sungguh menyesal telah mengabaikan Dady hingga aku tidak tahu bahwa Dady menyimpan sesuatu yang begitu berat.
"Maaf kan Delanie Dady"
Percuma rasanya aku minta maaf, Dady tidak akan kembali lagi. Aku sungguh menyesal tidak bisa membahagiakan Dady di masa hidupnya, aku selalu menjadi anak yang pembangkang dan selalu membuat Dady marah
Aku berusaha menutup mataku karena selama beberapa hari ini aku tidak bisa tidur dengan nyenyak.
" Aku ingin bermimpi indah, akan ingin bertemu dengan mu Dady setidaknya dalam mimpi"
__ADS_1