Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Ancaman Dady...


__ADS_3

" Delanie kamu sudah tidak punya waktu, kamu akan menikah dengan orang pilihan Dady"


"Sudahlah Dady aku tidak ingin membahas nya" kataku dengan malas


" Jangan bilang Ben tidak ingin menikah dengan mu??" kata Dady menebak


" Wajar saja Dady, dia ingin menyelesaikan pendidikan dan mendapatkan pekerjaan yang baik, dia tidak ingin bergantung pada siapapun" kataku membela Ben


" Setelah kalian menikah dia masih bisa melanjutkan kuliahnya, Dady sama sekali tidak membatasi nya" kata Dady


Aku terdiam dan berpikir apakah Ben mau jika dia bisa melanjutkan pendidikan dan mencari pekerjaan yang ia mau sementara aku akan ikut dengannya kemana pun ia pergi.


" Hanya dua Minggu lagi, bicaralah dengan Ben" kata Dady


" Kenapa harus terburu buru Dady, aku masih muda dan masih ingin menari" kataku untuk melunakkan hatinya.


" Janji tetap janji, Dady ingin segera melihat mu menikah" kata Dady


" Ta...Pi.."


Belum selesai aku mengatakan nya Dady sudah memutuskan sambungan ponsel nya, benar benar kebiasaan yang sungguh menjengkelkan


" Bagaimana caranya agar aku bisa menikah dengan Ben" kataku sambil memikirkan cara bagaimana cara untuk berbicara dengan Ben


Sebenarnya Ben tidak serius dalam perjodohan yang dilakukan oleh Dady, Ben tidak tahu bahwa Dady orang yang begitu tegas dan tidak bisa dibantah.


" Ahhhhh" Aku jadi teringat pada mommy walaupun dia meninggal di saat aku beranjak remaja kenangan akan dirinya tidak pernah hilang.


Seandainya Mommy masih ada pasti Dady tidak akan bertindak semena-mena dan aku tidak akan seperti sekarang ini


Teringat akan cerita cerita Bi Jida kalau Dady sangat mencintai dan patuh kepada mommy. Wajar saja sih Mommy memiliki paras yang begitu cantik serta tubuh yang begitu sempurna sehingga membuat Dady tergila gila dengan apa yang dimiliki Mommy.

__ADS_1


Banyak orang mengatakan bahwa kecantikan mommy turun padaku, hidung mancung, kulit putih bersih, mata yang bulat dan bersih serta lesung pipi.


Hanya saja aku tidak semodis mommy, aku jauh lebih sederhana daripada Mommy yang selalu mengikuti tren di jamannya.


" Aku merindukan mu mom" kataku sambil memeluk bantal hello Kitty kesayangan mu, itu adalah bantal yang dibelikan oleh mommy saat aku masih duduk di bangku Sekolah dasar.


 


Hari ini aku berbicara 4 mata Dengan Mrs Winnie, wanita itu terkejut saat mendengar bahwa aku akan pergi dalam waktu dekat.


Mrs Winnie terkejut dan sangat menyayangkan kalau aku keluar secepat itu.


" Kau memiliki potensi Delanie, aku bahkan ingin mengadu mu dengan penari lainnya" kata Mrs Winnie


Ya ...dalam dua bulan kedepan sekolah internasional belerina ingin melakukan pertunjukan untuk mengambil Belerina terbaik.


Sebenarnya ini adalah awal dari perjalanan ku, seharusnya aku mengikuti konser itu dan aku bisa dikenali oleh dunia yang begitu luas


"Akan kupikir kan Mrs Winnie, aku minta ijin pada Dady untuk mengikuti kompetisi itu"


Aku akhirnya kembali ke rumah dan mulai menatap sekeliling, jika aku kembali ke Indonesia maka aku akan sangat merindukan tempat ini


Komplek ini begitu nyaman dan bersih, aku begitu banyak belajar disini walaupun tidak banyak bergaul tapi aku merasa nyaman tinggal disini.


Satu hal yang membuat ku nyaman adalah saat mereka menganggap sebagai orang biasa saja, tidak menyangkut kan keluarga Okta yang selalu melekat erat dengan diriku.


Begitu membuka pintu pagar aku terkejut karena Ben sudah berdiri di depan pintu.Aku tidak tersenyum ataupun sekedar menyapa nya, pertengkaran sewaktu di London membuatku tidak berkomunikasi dengan baik dengannya.


" Boo"


Ben memeluk dan mencium pipiku, dia kemudian mengacak acak rambutku seperti kebiasaan nya.

__ADS_1


"Aku merindukan mu" kata Boo dan aku tetap tidak menghiraukan nya


" Aku kedinginan setelah berkendara bisakah kita minum sesuatu yang hangat??" kata Ben


Aku kemudian membuka pintu dan tanpa dipersilahkan Ben langsung masuk dan memasak air panas untuk membuat hot chocholate


Ben membuat dua sekaligus ia meletakkan nya di atas meja dapur dan kemudian memanggil diriku.


" Minumlah " kata Ben


Aku melihat sepasang cangkir yang belum pernah kulihat, itu bertuliskan nama Ben dan Delanie dalam satu lingkaran cinta


" Aku membuat nya untuk kita berdua, bagaimana?? ini terbuat dari keramik dan ini Ruth yang membuatnya"


Aku terkesima mendengar nama itu, dia adalah awal dari masalah yang muncul diantara kami dan aku tidak percaya dia membuatnya.


" Boo aku hanya mencintai mu dan akan selamanya seperti itu, maaf mengenai masalah kemarin"


Ben menggenggam tanganku dan tersenyum dengan wajah memelas. Sungguh aku sebenarnya tidak tahan


" Ini kesempatan ku untuk berbicara padanya"


" Ben" kataku memulai pembicaraan, aku tidak yakin ini akan berhasil


" Dady memberikan waktu dua Minggu lagi"kataku


Seketika raut wajah langsung berubah dan hatiku merasa tidak nyaman dengan tatapan Ben


" Aku masih ingin bebas Delanie, aku ingin bebas untuk meraih mimpi mimpi ku, aku sudah menjelaskan nya padamu" kata Ben


" Apakah aku jadi penghalang untuk meraih semua mimpi, aku berjanji tidak akan menghalangimu untuk melakukan apapun kau bahkan bisa melanjutkan pendidikan mu, Dady sudah mengatakan hal itu"

__ADS_1


Aku mencoba menjelaskan apa yang dikatakan oleh Dady, aku berusaha keras untuk meyakinkan Ben bahwa semua nya akan berjalan dengan apa yang ia mau setelah kami menikah.


Jangan lupa like komen dan vote dan follow novel ini ya


__ADS_2