Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Keputusan Besar Zio


__ADS_3

Dimohon sebelum membaca untuk memberikan dukungan untuk author ya.


Satu bulan menghadapi kenyataan berpisah sementara membuat ku mulai semakin tersiksa. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi antara aku dan Zio.


Untuk menghilangkan penat yang aku rasa aku mulai menyibukkan diri dengan aktivitas yang bisa aku lakukan. Aku mencoba untuk mendaftar diri untuk menjadi guru les musik untuk para anak anak..


Pekerjaan ku dimulai hari ini aku memilih untuk menjadi guru daripada sebagai penari. Aku meminta secara langsung pada Mrs Jane pelatih Belerina ku dulu. Dia meminta ku untuk training selama 3 bulan dengan pelatih yang biasa melatih para anak anak.


Tanpa Pertimbangan dia langsung menerima aku sebagai guru disana, aku rasa aktivitas itu akan membuat sedikit sibuk dan bisa melupakan masalah sejenak.


Aku sungguh bersemangat untuk datang ke Cleo Dancer, mengendarai mobil sendiri aku langsung bergegas masuk kedalam gedung yang sudah dipenuhi oleh anak anak yang ingin berlatih.


Seketika jiwa tariku langsung bergejolak ada rasa yang ingin kusampaikan melalui tarian gemulai Balerina.


Tapi belum sempat aku masuk kedalam tiba tiba aku dikejutkan oleh kehadiran Lin Dan Sams yang berada di bibir pintu. Sams dan Lin tampak berbicara dengan para guru tari yang ada disana.


" Lin" panggilku ,sudah lama juga aku tidak bertemu dengannya kami hanya berkomunikasi lewat ponsel saja


" Hei..." sapa Lin sambil melambaikan tangannya padaku, dia memberikan isyarat agar aku mendekat.


" Aku merindukan mu Delanie susah lama sekali" kata Lin sambil memeluk ku


" Aku juga...aku ingin sekali bertemu denganmu hanya saja kau sibuk sekali. Memangnya apa kesibukan mu sehingga menolak bertemu dengan ku??"


" Kami sedang mempersiapkan pernikahan Delanie" Kata Sams mengagetkan aku


" Apa??"


Seketika mataku membelalak dengan sempurna aku tidak menyangka hubungan Lin Dan Sams akan segera berakhir di pelaminan.

__ADS_1


" Kalian keterlaluan kenapa tidak melibatkan ku??" tanyaku dengan wajah masam,


" Ya ampun Delanie kamu sedang banyak masalah aku tidak ingin menganggu mu" kata Lin


" Ya... begitulah" kataku dengan nada lemas


Setelah sekian lama berbincang Lin dan sams memberikan sebuah undangan biru muda untukku. Sebuah undangan yang begitu cantik dan elegan, aku tidak menyangka Lin yang berpenampilan sederhana bisa tampak anggun di foto prewedding nya.


" Selamat ya" kataku dengan tulus, aku bisa melihat kebahagiaan antara Lin dan Sams.


Aku melihat mereka dengan tatapan itu bukan kerena cemburu tapi aku iri kerena pernikahan mereka di dasari oleh Cinta yang kuat.


" Kau harus datang ya.. aku ingin aku sebagai penerima tamu " pinta Lin


" Apa?? yang benar saja??" kataku protes, aku tidak terbiasa untuk melakukan hal itu.


" Aku mohon" pinta Lin Dan lagi lagi aku tidak bisa menolak sahabat yang satu ini.


" Ah... terimakasih Delanie semoga kebahagiaan menghampiri mu suatu saat nanti" kata Lin dengan mata yang berkaca-kaca, aku tahu dia juga sedih atas kejadian yang menimpaku saat ini.


Akhirnya aku masuk dan mulai mengajar para anak anak yang berlatih gerakan dasar, walau pun hanya sebagai guru pendamping aku sangat bersyukur karena bisa melupakan masalah ku sejenak.


Latihan berakhir di jam 3 sore dan saat itu aku bersiap-siap untuk kembali tapi sebelum aku masuk ke dalam mobil aku tiba tiba saja menerima Pesan dari Ziio.


" Temui kau di Cafe the Frixx sekarang"


Zio men-share lokasinya padaku, aku tidak tahu apakah aku harus senang atau gelisah. Aku takut jika Zio melakukan hal yang paling ku takuti atau ia malah meminta ku untuk kembali


Aku segera meluncur ke lokasi yang di pilih Zio seng tempat untuk bertemu, hanya butuh waktu 20 menit aku sudah sampai dan melihat Zio sudah menunggu ku.

__ADS_1


Aku tertegun karena Zio tidak sendirian dia bersama seorang laki laki yang tidak aku kenal.Perasaanku semakin tidak enak ketika melihat kehadiran orang asing di antara kamu tapi aku harus tetap menjalani Kenyataan hidup.


" Duduklah " kata Zio tanpa basa basi


" Ini pengacara ku" kata Zio lagi


Seketika aku lemas karena aku tau bahwa akan ada kejadian yang sangat tidak aku inginkan.


" Tidak perlu banyak bicara aku yakin kau tau maksud pertemuan ini" kata Zio dengan nada tegas.


" Aku tidak mau " kataku spontan, aku masih ingin bertahan untuk mendampingi Zio


" Dengarkan saja jangan terlalu banyak berbicara" kata Zio


Dugaan benar pengacara itu berbicara panjang lebar mengenai masalah langkah langkah perceraian. sampai sampai aku ingin menutup telinga ku agar aku tidak bisa mendengar apa saja yang dikatakan oleh pengacara itu.


Setelah satu jam berbicara akhirnya pengacara itu meninggal kan kami berdua, hanya aku dan Zio saja. Aku menatap Zio dengan tatapan marah dan menahan rasa sesak yang dari tadi menghampiri ku.


" Apa secepat ini?? apa tidak ada kesempatan lagi??" kataku sambil menatap Zio


" Aku rasa tidak tapi bukan hanya itu saja, aku masih punya kejutan yang akan membuat mu menderita seumur hidup mu" kata Zio sambil memandang tajam ke arah ku


" Apa?? apa perceraian masih belum cukup!!" Apalagi tuan Zio??" kataku


" Kau harus membayar atas derita yang dialami oleh Yuna dan juga Aku"


" Apa ?? Kau menderita?? Atas dasar apa? Bukankah selama menikah kau yang memegang kendali" kataku


" Ka....u telah menghancurkan kepercayaan ku untuk kedua kalinya"

__ADS_1


Sungguh Aku terkejut mendengar pengakuan Zio, selama ini dia tidak pernah mengatakan perasaan nya padaku.


__ADS_2