Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Visual para tokoh+ Persiapan bertemu Zio Zacheri


__ADS_3

Sebelum kita lanjutkan Episode selanjutnya persilahkan Author memperkenalkan Visual nya.


Yang pertama Tentunya Okta Delanie


Seorang gadis berumur 25 Tahun yang memiliki banyak penderitaan dan tekanan hidup. Terlahir sebagai gadis sebagai gadis yang beruntung karena selalu hidup berkecukupan, Delanie tetap harus menjalani takdir hidupnya.



Ben Savero


Pemuda Sesuai Delanie Ben terlahir sebagai pribadi yang ramah, Ia juga memiliki wajah tanpa yang kharismatik. Mata birunya membuat Delanie selalu jatuh cinta hingga ia tidak bisa melupakan apa yang dimiliki oleh Ben. Mulai dari senyuman nya, keramahan nya dan juga pengertian nya yang begitu luas membuat Delanie selalu nyaman di dekatnya



Zio Zacheri


Pemuda yang dijodohkan dengan Delanie, memiliki wajah tampan dengan kekayaan berlimpah membuat Zio selalu digandrungi para wanita. Ia selalu mendapatkan apa yang ia ingin.


Walaupun demikian Zio memiliki rasa simpati dan empati yang bisa dikatakan minim, selain bersikap dingin ia selalu mengukur segalanya dengan uang dan materi.


Itu karena didikan almarhum kedua orang tuanya yang begitu keras dan juga disiplin, ini membuat Zio menjadi orang besar yang selalu dihormati.



Okta Devanio


Lelaki paruh baya yang masih menunjukkan pesona nya, lelaki yang biasa dipanggil tuan Okta itu memiliki daya tarik di mata para perempuan muda.


Seorang CEO dari perusahaan Okta Company membuat tuan Okta dikelilingi oleh para gundik yang selalu membuat nya puas.


Inilah penyebab Delanie tidur menginginkan tinggal bersama dengan Dady nya.


__ADS_1


Maaf jika Visualnya tidak sesuai dengan keinginan kalian,...


kita kembali ke cerita nya ya guyssss


" Kenapa aku harus melakukan serangkaian perawatan ini??" kataku pada Bi Jida yang sudah siap dengan luluran bengkuang, madu dan juga kopi


Hari ini Dady sudah mengatur jadwal yang yang akan kujalani, ini sebenarnya di luar kebiasaan Dady karena ia tidak suka mencampuri segala kegiatan ku.


Dady hanya tidak ingin aku mencampuri urusan pribadi termasuk para wanita yang dekat dengannya.


" Ini perintah tuan Okta Non, katanya anda harus kelihatan sempurna di mata calon suami anda"


" Apa?? yang benar saja??" kataku dengan mata terbelalak


"Ya benar dong non, sekarang buka baju anda agar aku mengoles lulur ini keseluruh tubuh anda"


Bukannya menuruti kehendak Dady tapi aku malah berlari ke kamar nya, ternyata ia masih belum berangkat juga.


" Dady kenapa aku harus melakukan rangkaian bodoh ini, apa aku tidak bisa menikmati waktu sebelum aku menikah??" protes ku


" Untuk apa Dady, aku sudah memiliki wajah dan tubuh yang menurut ku cukup" Kataku


" Itu tidak cukup Delanie sayang, kau tahu sendiri Zio Zacheri itu menyukai wanita wanita dengan kecan, yang lebih dari kata cukup"


" Cihhhh belum bertemu saja aku harus melakukan banyak hal" kataku dengan ketus, aku sudah membayangkan bagaimana jika aku jadi istri nya


" Lakukan saja lagipula banyak wanita diluar sana yang menginginkan perawatan tapi kamu malah menolak nya"


" Tentu saja karena hari ini aku ingin pergi ke gedung Belerina,"


Memang aku berencana untuk mengunjungi sekolah tariku terdahulu, aku ingin bertemu Celine gadis kecil yang mungkin merindukan ku.


" Berhenti lah memikirkan tari, kau harus fokus pada pernikahan mu" kata Dady

__ADS_1


" Ya ampun pernikahan lagi pernikahan lagi, aku sungguh tidak berminat mendengar nya"


Dady pergi begitu saja dengan pesan aku tidak akan bisa kemana mana, ia bahkan membawa kunci mobil yang biasa aku pakai.


" Jika kau keluar maka Bi Jida akan menanggung akibatnya"


Ancaman yang paling ampuh untuk bisa menahan ku, dia tahu aku tidak akan melakukan hal yang bisa membuat Vi Jida terluka atau bersedih.


"Ah.... baiklah"


Aku akhirnya menuruti semua perintah Dady, aku melakukan luluran, maskeran dan yang lainnya. Bukan hanya itu saja Dady langsung memesan orang orang dari kecantikan untuk melakukan perawatan di rumah bahkan aku juga mendapat cairan infus vitamin C untuk mencerahkan kulit ku.


Sebenarnya aku adalah wanita yang tergolong cuek dengan segala jenis perawatan apalagi kalau aku harus keluar dan melakukan nya di salon


Aku sudah terbiasa merawat diriku sendiri dengan produk produk lokal dengan kualitas yang menurut ku bagus. Tapi untuk bertemu dengan Zio Zacheri aku harus melakukan serangkaian perawatan yang rumit, ini baru permulaan saja aku sudah bisa membayangkan jika aku menjadi istri nya pasti aku akan menghabiskan sepanjang waktuku di Salon


" Oh... kegiatan yang menyebalkan"


Aku ini wanita bebas yang melakukan apa saja yang aku mau, bahkan Dadypun tidak akan bisa mengekang keinginan ku, tapi hari ini aku kalah dengan tameng Bi Jida aku terpaksa melakukan semua yang diperintahkan oleh Dady.


" Anda jauh lebih segar Non" Kata Bi Jida memuji ku, setelah melakukan perawatan dari pagi hingga sore aku akhirnya selesai.


Aku menatap cermin dan melihat wajahku yang semakin glowing dan juga cerah, memang setelah melakukan perawatan aku jauh lebih segar dan rasa pegal yang ada di seluruh tubuh ku berangsur angsur hilang.


" Benarkah Bi?? sebenarnya aku tidak ingin melakukan semua ini tapi kali ini Dady mengancam ku" kataku dengan nada kesal, au tahu Dady selalu melakukan apa yang ia katakan oleh sebab itu aku memilih jalan aman


" Bi aku merindukan seseorang" kataku


" Siapa?? Bukankah selama ini non merindukan Bibi??"


" Aku merindukan Ben Bi" Kataku dengan suara parau, selama berada di sini bayangan Ben selalu menghantui ku


" Ben?? Oh lelaki yang sering Non cerita kan ya??"

__ADS_1


Aku mengangguk pelan, aku menatap cermin dan lagi lagi aku melihat senyuman Ben disana.


Jangan lupa like, komen dan juga Follow author ya.....


__ADS_2