
Aku masih tidak habis pikir bagaimana seorang Zio menilai dan menganggap seorang perempuan. Aku semakin tahu bahwa Zio hanya akan menyayangi dan menghargai orang orang yang ia sayangi. Aku berpikir dia tidak menaruh simpati sedikit pun padaku.
Hari ini aku memilih untuk diam di kamar, aku tidak ingin kemana mana karena moodku yang masih belum bisa stabil. Siang ini saja Bi Mina aku marahi karena ia selalu mengingatkan ku untuk makan
Karena moodku yang tidak stabil ini membuat orang orang di sekitar ku juga terkena untuk menghilangkan stress aku memilih mendengar kan lagu lagu tarian balet.
Secara refleks aku mulai menari untuk melepaskan semua kekesalan ku, aku menari dan melakukan gerakan memutar pada saat itulah tiba tiba saja kakiku tersandung pada kaki ranjang cukup keras.
" AHhhhhhhhh" aku berteriak mengadukh kesakitan sepertinya kakiku terkilir karena terlipat dan tersandung pada kaki ranjang.
Aku terduduk di atas lantai sambil memijit kaki ku yang terasa sangat sakit, akupun memanggil Bi Mina untuk membantuku mengurangi rasa sakit yang berdenyut denyut di sekitar mata kakiku.
Dengan sigap Bi Mina mengambil minyak kocok parem dan mengoles kan nya padaku. Setelah hampir setengah jam Bi Mina memijit ku barulah aku merasa agak sedikit membaik, ia juga memberikan obat pereda nyeri agar aku semakin membaik.
" Terimakasih Bi Mina maaf jika aku berlaku kasar tadi" kataku dengan nada bersalah
" Tak apa Nyonya sebaiknya anda makan dan segera istirahat"
Aku mengangguk kan kepala pertanda aku setuju dengan saran Bu Mina. Ia pun membawakan makanan untuk makan siang yang seharusnya aku lakukan beberapa jam yang lalu.
Aku terpaksa memakan nya walaupun aku merasa semuanya hambar, setidaknya aku harus memikirkan diriku sendiri. Akhirnya aku bisa tertidur dengan pulas setelah beberapa hari ini aku selalu terbangun dan menangis.
Mungkin karena obat yang diberikan oleh Bi Mina membuat ku bisa tidur dengan baik.
" Delanie bangunlah... Delanie"
Samar samar aku mendengar suara yang membangun aku dari tidur ku yang berkualitas. Aku berusaha membuka mataku dan samar samar aku melihat Zio yang sedang duduk di tepi ranjang sambil menatap ku
Aku berusaha bangun walaupun kakiku masih terasa sedikit ngilu.
__ADS_1
" Bangunlah aku ingin mengajakmu untuk ke pesta malam ini"kata Zio tanpa basa basi
" Aku tidak mau kau pergi saja sendiri" kataku Dena ketus
" Apa ?? apa kau berani menentang ku??" Ancam Zio rupanya ia juga kesal dengan penolakan ku.
"Cepat bersiap atau aku akan memaksa mu" kata Zio lagi
" Tidak aku tidak mau" kataku bersikukuh, aku merasa Zio yang dominan ini tidak mengerti perasaan ku
" Delanie" kata Zio setengah berteriak
"Cepat atau aku akan berbuat di luar perkiraan mu" kata Zio
" Kau mau apa?? katakan saja apa aku berarti buatmu" kataku semakin berani, aku sudah mulai mulai muak dengan sikap Zio.
" Baiklah kau tidak akan pernah melihat Bibi tersayang mu, aku akan memecat nya dan tidak membiayai keponakan nya dan mereka akan melarat"
" Baiklah lelaki egois" kataku sambil berbaring dan menutup tubuh ku dengan selimut
" Pergilah aku akan siap dalam satu jam" kataku dari balik selimut
Aku tidak mendengar suara langkah Zio keluar dari kamar ku, aku tahu dia masih duduk di tepi ranjang.
" Aku tidak akan bersiap jika kau masih disana, pergilah" kataku
Barulah Zio keluar dari kamar ku dan menutup pintu. Aku pun membuka selimut yang menyelimuti tubuh ku rasanya sesak juga berada di balik selimut.
Aku pun berdiri untuk segera membersihkan diriku, aku terpaksa harus mengalah karena aku tahu Zio akan melakukan hal.yang ia katakan jika aku berani melawan nya.
__ADS_1
Entah sampai kapan aku harus hidup dalam ketidak jelasan Seperti ini.
" Awwww" kakiku masih terasa sakit ketika menginjakkan lantai aku terhenti untuk menarik nafas
Aku mulai kembali berjalan walaupun agak tertatih tapi akhirnya aku bisa melakukan nya hingga ke kamar mandi.
Aku pun mulai merias diriku sendiri, aku tidak berdandan berlebihan aku menggunakan makeup seadanya dan membiarkan rambut ku tergerai begitu saja.
Nah....aku kesulitan dalam memilih sepatu yang akan aku gunakan, karena masih terasa ngilu aku tidak berani menggunakan high heels.
" Pakai flatshoes saja" kataku sambil mengambil sepeda Flatshoes hitam yang menurut ku nyaman
Sebenarnya ini tidak terlalu cocok dengan dress gold mewah yang aku pakai, tapi aku tidak perduli aku lebih memilih kenyamanan daripada harus tersiksa.
" Sungguh keterlaluan sepatu itu tidak cocok dengan dress itu" kata Zio
" Aku tidak bisa menggunakan hells tuan, kakiku terkilir" Kataku dengan nada yang masih ketus
Ziopun mengambil sepatu heels gold yang tidak terlalu tinggi sekitar 3 cm, tanpa banyak tanya ia langsung memakaikan nya pada kakiku
"Kau harus sempurna Delanie" Kata Zio sambil tersenyum
" Untuk apa?? untuk pamer?? Hubungan kita hanyalah sebuah status saja" kataku
Zio tidak menjawab ku tapi dari raut wajah nya aku tahu dia sangat kesal padaku, ia kemudian menarikku dan pada saat itu aku merasa kakiku kembali berdenyut.
" Tunggu Kakiku sakit lagi" kataku sambil menghentikan langkah
Zio kemudian merunduk dan membuka sepatuku, ia kemudian jongkok dan mulai memijit kakiku. Aku terkesima melihat perlakuan Zio, aku seperti di tarik ulur oleh lelaki egois ini.
__ADS_1
" Sudahlah aku bisa sendiri" kataku
" Baiklah kita berjalan pelan saja" kata Zio, ia tidak lagi bersikap kasar, ia malah menggandeng tangan ku agar aku bisa berjalan dengan stabil.