
Berbagai usaha telah dilakukan oleh Dokter agar Ryana tetap hidup tapi takdir berkata lain, Ryana telah tenang dan berpulang ke pangkuan yang kuasa.
Semua alat alat yang menempel di tubuh Ryana dicabut karena tubuh gadis mungil itu sudah menolak dengan alat alat itu.
" Semuanya perjuangan Ryana telah selesai, dia sudah kembali kepada yang kuasa"kata sang dokter membuat Nur Seketika histeris, ia langsung berlari untuk melihat putrinya yang telah terbujur kaku.
Aku dan juga Ricardo langsung berlari melihat kondisi Ryana dan Juga Nur. Sebuah pemandangan yang sangat memilukan dari seorang ibu yang kehilangan anaknya.
Nur histeris sejadi jadinya meratapi Ryana yang sudah terbujur Kaku, wajahnya begitu pucat dan tampak sangat tenang.
" Bangun sayang, Ryana bangun" Isak Nur sambil memeluk dan menciumi putrinya, rasanya aku tidak tahan melihat kondisi Nur yang benar benar terpukul.
"Kamu harus kuat Nur, kamu telah melakukan segala yang terbaiknya " Kataku
Seketika Nur melihat ke arah kami berdua, hal itu sungguh menyedihkan sekaligus membuat ku ketakutan karena tatapan Nur yang benar benar memancar kan kemarahan dan juga kesedihan yang begitu mendalam.
Aku memegang tangan Ricardo seketika sambil menatap Nur yang banjir dengan airmata.
" Ini kan yang kalian inginkan!!" kata Nur membuat ku Seketika ketakutan
__ADS_1
" A....apa maksud kamu nur???" Tanyaku
" Aku tau jika Ryana tidak ada kau akan leluasa memiliki Ricardo"kata Nur membuat ku sangat kaget.
" Cukup Nur berhentilah bersikap egois, Delanie tidak salah dalam hal ini" Kata Ricardo membelaku
"Kamu juga mas, aku akan sangat menyesal karena telah menyia nyiakan putrimu , kau tidak pernah memperhatikan dia dengan tulus. Ingatlah kau akan merasakan rasanya kehilangan Seperti yang kau rasakan" Kata Nur dengan penuh kemarahan,
Aku ketakutan kerena ucapan Nur yang baru saja ia ucapkan, aku takut jika hal itu akan benar benar terjadi.
"Mas..." kataku dengan lirih seperti ada hal yang buruk akan terjadi
Selama dalam keadaan duka Aku dan Ricardo setia menemani Nur, kami bertanggung jawab secepat administrasi dan segala urusan pemakaman Ryana.Pada saat pemakaman Nur masih saja histeris karena kepergian Ryana, ia begitu terpukul walaupun begitu banyak dukungan dan simpati yang ia terima. Berkali kali Nur pingsan karena belum bisa menerima kenyataan yang ad.
"semoga hal itu tidak akan terjadi"
Setelah pemakaman berakhir Ricardo langsung membawaku kembali ke rumah, sebenarnya aku masih ingin menemani Nur di masa masa sulit tapi Ricardo tidak mengijinkan ku dengan alasan Nur selalu bersikap tidak baik pada ku.
," Kamu istirahat yang sayang, aku tau kamu benar benar kelelahan" kata Ricardo
__ADS_1
" Mas... aku takut jika ucapan yang dilontarkan oleh Nur menjadi kenyataan"kataku
" Ucapan yang mana?? Jangan terlalu dipikirkan ya sayang, aku mau mandi dulu" kata Ricardo yang ingin beranjak pergi tapi aku memegang tangannya agar dia tidak pergi
" Mas aku serius, sebaiknya kamu minta maaf mas, untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan" kataku lagi
"Untuk apa sih sayang?? aku tidak ingin lagipula aku sudah melakukan tanggung jawab ku Secara finansial" kata Ricardo
" Ini bukan hanya soal finansial mas tapi Nur dan Ryana juga memerlukan perhatian darimu dan sepertinya kau tidak maksimal melakukan hal itu"kataku lagi
" Sudahlah sayang sekarang semuanya sudah berakhir, aku rasa tidak ada lagi yang perlu dibicarakan" kata Ricardo yang kemudian benar benar beranjak dari samping ku
" Mas" kataku lagi namun kali ini Ricardo tidak menghiraukan ku
Aku hanya bisa diam sambil menatap Ricardo yang menghilang di Balik pintu kamar mandi. Lelaki yang begitu hangat padaku bisa sangat bersikap dingin dan cuek pada Nur.
Sebagai seorang wanita aku tau bagaimana rasanya menjadi wanita seperti Nur, memiliki anak tapi tidak diperhatikan oleh ayahnya.
" pasti sangat menyakitkan" kataku dalam hati
__ADS_1
Aku mengelus perut ku sambil berdoa agar semuanya baik baik saja, masih dalam kandungan saja aku begitu menyayangi janin ini apalagi jika ia sudah lahir dan besar
" Semoga kamu baik baik saja ya sayang""