Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Hadiah Ben


__ADS_3

Zio tetap terdiam dengan perkataan ku, pagi uang indah itu berlalu begitu saja tanpa ada penjelasan akan kelanjutan hubungan ini.


" Mungkin hanya pungguk merindukan Bulan " kataku dalam hati


Aku kembali menyibukkan diri dengan hadiah ulang tahun ku, sepertinya aku begitu tertarik untuk membuka hadiah hadiah itu daripada harus memikirkan Zio.


Pertama kali aku membuka kado yang diberikan oleh Yuna, Kado berwarna Pink itu menarik perhatian ku. Alangkah terkejutnya aku ketika melihat isinya, ternyata sebuah gelang emas yang bermatakan berlian tapi ukuran Sangat kecil.


" Selamat ulang tahun Kak Delanie, ini kado untuk Zacheri junior ya, segera lah memberiku Keponakan"


" Ya ampun Yuna benar benar konyol bagaimana memberikan keponakan kakaknya saja tidak mau menyentuhku"


Akupun menyimpan kado yang diberikan oleh Yuna di meja riasku, aku tidak mungkin memakainya untuk tahun ini karena sampai saat ini aku masih suci.


Aku kemudian membuka hadiah yang diberikan oleh BI Jida, sebuah bungkusan yang berbentuk buku itu langsung aku buka.


Ternyata sebuah buku resep masak yang ditulis oleh BI Jida sendiri, disana Begitu banyak resep yang mudah untuk dipelajari.


"Ini akan berguna sekali"

__ADS_1


Kemudian aku tertarik membuka sebuah kotak ukuran kecil yang diberikan oleh Ben, aku penasaran hadiah apa yang diberikan oleh Ben padaku.


Aku membukanya dengan cepat dan ternyata itu adalah sepasang cincin berlian, aku mengambil cincin itu dan melihat ada tulisan namaku dan Ben disana


Ben Ben dan Boo, kedua cincin indah itu bertuliskan nama panggilan sayang kami berdua. Aku sungguh terkejut dan juga bingung kenapa Ben memberikan kado yang seperti ini.


Selain cincin itu Ben juga membuat secarik kertas yang berisi tulisan tangannya


Penyesalan memang selalu datang terlambat Boo, Aku berpikir kau hanya mengancam ku dengan pernikahan itu. Ternyata kau benar benar menikah dan meninggalkan aku.


6 Bulan sudah berlalu dan kau masih saja belum pergi, kau masih disini....di hatiku. Ingin rasanya aku kembali ke masa lalu dan mengulang semua kejadian itu. Aku ingin menikah walaupun kau tidak memintanya.


Aku tahu kau tidak bahagia dengan pernikahanmu aku bisa melihat sorot matamu dan tubuhmu yang semakin mengurus. Aku tahu dia tidak mencintai mu. Kembali lah Boo walaupun itu adalah hal paling konyol yang pernah kau lakukan.


Aku langsung merobek kertas itu dengan kesal dan nafas yang memburu, bisa bisanya Ben menulis kan hal konyol itu setelah aku menikah


" Dasar Sialan apa dia tidak tahu betapa sulitnya aku melupakan dia, apa dia tidak tahu betapa kerasnya usaha ku agar dia mau menikahiku??"


Laki laki memang mahluk yang paling egois mereka sama sekali tidak memikirkan bagaimana perasaan wanita ketika mereka menyakitinya.

__ADS_1


Apalagi di jaman sekarang Lelaki bebas melakukan apa yang mereka dan Aku adalah salah satu korbannya


Aku memutuskan untuk membuang cincin pemberian Ben, aku tidak mau jika cincin itu akan merusak pernikahan ku yang masih seumur jagung.


" Aku sudah hampir melupakan mu Ben," Kataku sambil membuang cincin itu kedalam tong sampah yang berada di depan rumah.


Aku tidak bisa memungkiri jika Ben adalah satu satunya lelaki yang pernah mencuri hatiku. Lelaki yang sangat baik perhatian dan juga ramah. Tapi di balik itu Ben adalah sosok yang kurang bertanggung jawab, jika saja ia mengiyakan permintaan ku pasti aku tidak akan menderita.


Aku bisa hidup dengannya tanpa membatasi apa saja yang ia lakukan, aku bahkan bisa hidup sederhana asal dia akan selalu setia mendampingi ku.


Sekarang dia datang dan mengatakan dirinya menyesal, seperti nya Ben sudah kehilangan akal sehatnya. Jika dia tidak ingin kehilangan aku maka seharusnya ia memperjuangkan cinta nya padaku.


" Sudah terlambat Ben... semuanya sudah selesai..." Kataku dalam hati.


Aku menutup tempat sampah dan kembali ke dalam kamar, aku kembali memikirkan cara-cara bagaimana caranya agar aku dan Zio bisa bersatu.


Aku mengambil ponselku dan mencari artikel mengenai bagaimana cara memancing birahi para lelaki.


Aku merasa sedikit gila karena hal itu, aku merasa terobsesi dengan Zio. Aku tidak tahu apakah ini cinta atau obsesi atau keinginan ku yang menjadi istri yang sempurna untuk Zio.

__ADS_1


__ADS_2