
Untuk pertama kalinya aku kembali ke perusahaan Okta setelah sekian lama aku tidak kesana, aku ingat saat terakhir kali aku melihat Dady dan Keth di ruangan CEO sedang bercumbu. Masa masa itu adalah masa yang sulit dalam hidupku, aku bahkan selalu bertengkar dengan Dady karena hal itu.
Sejak itulah aku tidak pernah menginjakkan kaki di kantor ini lagi, mungkin aku trauma dengan kejadian yang selalu saja terulang hingga membuat ku tidak ingin mengunjungi tempat ini.
Teringat jelas ketika aku dan Mommy sering mengantarkan makan siang untuk Dady, aku selalu berlari kecil untuk memeluk Dady dan mencium pipinya. Kebersamaan itu begitu hangat hingga aku Sangat sulit menemukan momen itu Lagi ketika mommy sudah tiada.
Aku merindukan mereka di luar kesalahan yang mereka buat,Bukan hanya mereka saja aku juga banyak melakukan kesalahan sehingga sampai saat ini aku tidak bisa membahagiakan Dady.
" Selamat pagi Bu" kata satpam yang sudah siap membukakan pintu untukku
" Terima kasih pak" kataku sambil tersenyum
Para karyawan yang sudah datang juga mengucapkan salam untukku, dan aku hanya membalas nya dengan senyuman sambil mengangguk kan kepala.
Ternyata asisten sekaligus pengawal Dady yaitu pak Harto sudah menunggu ku di ruangan CEO, aku memang sudah menghubunginya dan mengatakan bahwa aku akan mengganti kan posisi Dady untuk selanjutnya
Pak Harto adalah asisten, pengawal sekaligus orang kepada Dady selama hidup nya, sudah puluhan tahun Pak Harto mengabdi pada keluarga Okta. Pak Harto adalah teman sekolah Dady dan juga teman bermain sejak kecil.
Mereka berdua sudah berusaha keras mengembangkan bisnis keluarga Okta hingga bisa mencapai titik *******. Sayang nya persoalan yang dihadapi oleh Dady membuat Perusahaan Okta harus menutup beberapa cabang.
Aku baru menyadari nya ketika Bi Jida mengatakan bahwa kehancuran Dady dimulai saat Mommy mulai bermain apa dengan lelaki lain .
" Selamat pagi Bu Delanie senang bisa melihat anda" kata pak Harto sambil mengembangkan senyuman nya
" Jangan bicara seperti ini om, panggil aku Delanie saja" kata ku sungkan, aku sudah menganggap Pak Harto sebagai orang tua pengganti Dady
" Di kantor kita harus bersikap profesional dulu aku juga memanggil Dadymu dengan panggilan bapak" kata Pak Harto
__ADS_1
" Baiklah terserah bapak saja" kataku akhirnya
Akhirnya Pak Harto memberikan beberapa dokumen kepemilikan dari perusahaan Okta, menurutnya kepemilikan akan segera diganti jika aku menikah dengan Ricardo.
Aku cukup terkejut mendengar nya, aku tidak menyangka kalau Zio akan menceritakan hal se detail itu pada pak Harto. Aku rasa itu cukup menjadi rahasia antara Aku , Zio dan juga Ricardo.
" Aku mengerti pak tapi seharusnya Zio tidak mengungkapkan hal pada bapak" kataku dengan kesal
" Tak apa Bu Delanie terkadang kita harus berkorban lebih dari yang kita inginkan, aku berterima kasih karena anda sudah kembali lagi setidaknya anda adalah keturunan dari keluarga Okta"kata Pak Harto dengan bijak, ia sepertinya mengerti pada posisi ku sekarang
Selain itu Pak Harto juga menjelaskan beberapa hal mengenai bisnis yang sedang bermasalah sekarang, Pak Harto menjelaskan terlalu cepat hingga aku bingung di buatnya.
" Biar aku yang menjelaskan padanya pak Harto seperti nya Bu Delanie kebingungan" kata Suara yang berasal dari bibir pintu.
" Ha....kamu??" kataku ketika melihat Ricardo ada disana, bahkan ia masuk tanpa mengetuk pintu.
Sungguh aku sangat terkejut dengan kehadiran Ricardo, dia benar benar mengikuti kemana saja aku pergi.
" Maaf jika aku tidak sopan" kata Ricardo menyadari kesalahan yang dibuat nya
" Kalau begitu saya permisi pak, seperti nya dengan calon suami anda lebih mudah untuk menjelaskan nya" kata Pak Harto yang kemudian pergi dari ruangan Dady yang sekarang menjadi ruangan ku
"Kamu lagi..." kataku
" Kenapa sih hidupku serumit ini, aku benar benar tidak bisa menikmati waktu kebebasan ku"kata ku Mengomel.
" Seharusnya kau berterima kasih karena aku akan mengajarimu secara langsung, kau tau aku punya tarif per jam loh" kata Ricardo
__ADS_1
" Aku tidak perduli, aku hanya ingin sendiri" kataku sambil melihat arsip yang di terangkan oleh Pak Harto tadi.
" Benarkah?? Apa kau tidak butuh bantuan ku" kata Ricardo menawarkan
Aku terdiam sejenak tidak ada salahnya juga dia membantu ku, lagipula aku tidak bisa terhindar dari pernikahan ini
" Baiklah kalau begitu tolong jelaskan bagian ini" kataku sambil menunjuk sebuah kertas yang berisi hal hal yang tidak ketahui.
Dengan sabar Ricardo menjelaskan dengan hati hati dan pelan, hingga aku bisa mengerti sepenuhnya. Aku cukup kagum dengan cara mengajar Ricardo menurut ku cukup Sabar.
" Bagaimana nona Delanie, calon istri ku tersayang??" goda Ricardo
" Apa?? Aku geli mendengar nya" kataku sambil mendelik
" Kau harus terbiasa mendengar nya karena aku akan membuat hidupmu penuh dengan kata kata manis" kata Ricardo semakin percaya diri
" Cuihhhhh Berhenti lah membual aku sama sekali tidak tertarik" kataku
" Benarkah ?? percayalah aku akan membuat mu jatuh cinta"
" Tidak akan" kataku sambil memalingkan wajahku
" Sekarang kau harus membayar ku, anggap saja kau sedang melakukan private less dan aku butuh bayaran" kata Ricardo
" Apa?? kau ternyata lelaki perhitungan"
" Temani aku makan siang dan setelah itu kita akan fitting baju pengantin"
__ADS_1
" Ka...u..."
"Aku tidak menerima penawaran dan penolakan" kata Ricardo dengan senyuman kemenangan