Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Senjata makan tuan


__ADS_3

Ricardo terdiam ketika sarapan di meja makan ,aku juga sungkan untuk menyapa atau sekedar memberikan ciuman di pipi. Ingin sekali aku melakukan nya tapi aku terlalu gengsi karena Ricardo yang selalu agresif padaku.


" Aku terima keputusan mu Delanie, mulai bulan depan aku akan bersama dengan Perawat Nur" kata Ricardo dengan nada yang begitu dingin.


" Byurrrr"


Seperti tamparan dan guyuran air es yang menyusup ke dalam hatiku, aku gemetaran saat Ricardo mengatakan ia setuju dengan keputusan yang ku buat.


" Be..... benarkah mas??" kataku dengan kalimat terbata, Rasanya jantungku sudah melayang kerena persetujuan Ricardo


" Ini yang kamu inginkan dan aku mengabulkan nya, sekarang aku mulai mengerti apa yang kau ingin, tidak ada yang perlu aku pertahanan kan" kata Ricardo


Aku hanya tersenyum pahit apalagi saat Ricardo pergi tanpa meninggalkan ciuman di kening atau di bibir saat ia pergi. Rasanya begitu sakit ketika Ricardo benar benar cuek dan tidak perduli padaku.


Airmata tidak terasa mengalir di pipiku saat melihat Ricardo benar benar menghilang dengan mobilnya, tanpa kata cinta yang selalu ia ucapkan di pagi atau bahkan sepanjang hari


Untuk menebus rasa bersalah ku aku memutuskan untuk membawa kan makan siang untuk Ricardo. Aku tidak ingin hubungan kami semakin renggang kerena permasalahan yang berasal dari diriku.


Dengan semangat aku berdandan secantik mungkin dengan membawa rantang yang berisikan masakan kesukaan Ricardo yang aku buat sendiri.

__ADS_1


Begitu sampai di ruangan Ricardo ia malah tidak menghiraukan ku, tidak seperti biasa. Biasanya jika aku datang Ricardo akan segera berdiri dan mencium ku beberapa kali bahkan kami tidak sungkan bercinta di ruangan itu.


" Mas aku bawa makanan"kataku sambil mendekat namun Ricardo hanya diam saja


" Mas!!" rengekku lagi dengan suara yang lebih berat dan juga terkesan manja agar bisa menarik perhatian Ricardo


" Aku tidak ingin makan di kantor siang ini aku berencana akan makan siang dengan Nur sekaligus membicarakan persetujuan ku untuk bersamanya"


Lagi lagi aku seperti tertampar dengan kalimat itu, aku ingin menangis dan mengatakan aku tidak menyetujui hal itu. Dengan sekuat tenaga aku menahan airmata ku agar tidak keluar di hadapan Ricardo


" Tapi.. aku sudah masak untukmu mas, setidaknya temani aku makan siang"pintaku lagi


"Mas kenapa sih?? mengapa mas begitu marah??" Kataku yang tidak tahan lagi dengan sikap Ricardo


Ricardo akhirnya menatap ku dengan tatapan dingin nya tidak ada lagi cinta yang biasa bersinar dari kedua bola matanya.


" Kenapa aku harus marah ?? Aku tidak marah Delanie...aku hanya melakukan apa yang kau inginkan" kata Ricardo tanpa ekspresi


" Tapi kau berbeda mas ini bukan dirimu yang sesungguhnya" kataku setengah berteriak

__ADS_1


" Bukannya ini yang kamu inginkan, bayang kan saja jika aku bersama dengan Nur selama satu tahun. Aku harap aku bisa menjauh darimu karena hal itu akan benar benar terjadi"


" Mas"


Aku berteriak karena Ricardo benar benar meninggalkan ku lagi di ruangan nya. Airmata ku kembali mengalir dengan derasnya, kini aku tahu bagaimana jika Ricardo akan benar benar pergi dan bersama dengan Nur.


" Tidak... tidak itu tidak akan terjadi"


Aku berlari mengejar Ricardo aku mencarinya kemana mana tapi sayangnya Ricardo Seperti nya sudah pergi dari area kantor..


" Kenapa harus menangis non Delanie bukankah ini yang kau inginkan" kata Bi Jida setelah aku kembali kerumah.


" Jangan membuat ku semakin bersalah Bi, kepalaku hampir pecah sekarang" kataku sambil memijit keningku yang sudah mulai panas dan berdenyut denyut.


" Ini namanya senjata makan tuan non, sudah berulang kali bibi katakan jangan pernah mengatakan hal yang akan membuat mu menyesal" kata Bi Jida


" Bagaimana ini Bi?? Bagaimana jika Ricardo harus bersama dengan Nur selama satu tahun, aku akan benar benar mati" kataku sambil meletakkan kepalaku di atas meja


"Nasi sudah menjadi bubur non, sekarang bersiaplah untuk kehilangan tuan Ricardo Selama satu tahun atau bahkan untuk selamanya"

__ADS_1


__ADS_2