
Selesai acara pemberkatan Ricardo dan aku segera melangsungkan acara resepsi, aku memang sengaja memintanya agar semua acara kelar pada hari itu. Sebenarnya Ricardo ingin menggelar acara resepsi di Bali tapi aku melarang nya dengan alasan bahwa pernikahan ini bukanlah atas keinginan ku.
Di acara resepsi aku memakai Dress yang agak sedikit lebih santai berwarna peach selutut sambil membawakan sekuntum mawar putih sebagai hiasan tangan. Kali ini Ricardo memilih tema garden party jadi kami menyelenggarakan acara resepsi di luar gedung yang sudah di dekorasi sedemikian rupa.
Aku merasa sedikit santai karena telah melewati proses yang menegang kan, acara ini cukup bisa ku nikmati karena tidak terlalu formal melainkan acara santai untuk para sahabat keluarga dan rekan kerja Ricardo.
Aku tidak terlalu mengenal para tamu yang hadir saat itu, hanya segelintir orang saja yang aku kenal bahkan saudara saudara jauh dari Ricardo tidak semua nya aku kenal.
Tugasku hanyalah berpura pura bahagia dan menebar kan senyuman untuk para tamu yang hadir. Kini acara hampir saja selesai tapi sebelum acara benar benar berakhir Ricardo pun naik ke atas panggung.
Saat itu Ricardo sedang duduk diatas panggung sambil membawakan sebuah lagu yang cukup populer " A thousand year" diiringi oleh gitar yang dimainkan oleh Ricardo sendiri
Ricardo bernyanyi sambil memandang ku, dia sepertinya bernyanyi dengan sepenuh hati tapi aku tidak terlalu ingin terbawa perasaan.
Ternyata suara Ricardo cukup lumayan juga dan ia juga cukup mahir dalam bermain gitar. Selain itu Ricardo juga cukup romantis.
Saat menikmati Suara Ricardo aku sangat terkejut karena melihat sosok diantara para tamu. Aku melihat seseorang yang begitu aku kenal, ia sedang memegang minuman dan memperhatikan aku.
Jantung ku berdegup dengan sangat kencang apalagi saat melihat Zio tersenyum seperti senyuman orang yang mengejek. Aku sampai keringat dingin melihat Zio, hingga aku tidak sadar aku sudah berdiri sambil terus menatap Zio.
Tiba tiba saja kenangan masa lalu menghampiri diriku, aku teringat akan semua masa lalu yang membuat ku ketakutan. Aku begitu takut bercerai tapi hal itu harus terjadi dan sekarang aku menikah lagi dan entah apa yang akan terjadi
" Kenapa datang kesini??" gumamku dengan suara pelan, aku tidak memperhatikan Ricardo yang masih sibuk dengan nada nadanya.
Mendadak penglihatan ku semakin berkurang aku merasakan kepalaku berputar putar, pendengaran ku pun sudah hampir menghilang hingga aku tidak bisa melihat dan mendengar apa apa lagi.
" Delanie.... Delanie bangun.."
__ADS_1
Samar samar aku mendengar suara dan bau yang menusuk hidungku. Aku mencium aroma kayu putih yang begitu kuat hingga aku bisa membuka mataku dengan perlahan.
Aku melihat sekeliling ku ada Bi jida Lin,Oma dan Juga Ricardo yang tampak khawatir dengan keadaan Ku.
" Sepertinya dia kelelahan Rico seharusnya kau tidak melakukan acara resepsi dalam waktu yang bersamaan. Lihat cucu kesayangan ku jadi pingsan"omel Geeta.
" Iya Oma aku yang salah" kata Ricardo
" Cepat ambilkan air hangat jangan diam saja"
" Biar aku saja Oma" kata Bijida
Ricardo berusaha untuk mengangkat tubuhku agar aku bisa duduk.
" Kau ternyata berat sekali"Kata Ricardo
" Jangan berkata seperti itu Rico jangan menyakiti perasaan Delanie apalagi di depanku atau tidak didepan ku juga tidak boleh"
" Minumlah yang banyak aku rasa kau kehabisan energi" kata Oma Geeta
" Terimakasih Oma sebaiknya Oma istirahat aku akan baik baik saja" kataku
" Tidak...Oma tetap khawatir"'Kata Oma Geeta
" Ayolah Oma ini sudah malam sebaiknya Oma istirahat" kataku lagi
" Baiklah sayang Oma akan istirahat dan kau Rico segera belikan vitamin untuk Delanie dan biarkan ia istirahat malam ini. Jangan sampai kau macam macam" ancam Oma Geeta
__ADS_1
Oma akhirnya pergi dan melambaikan tangan nya, akupun membalas nya dengan melambaikan tangan dan tersenyum
" Aku juga harus pergi tidak lucu kalau aku tetap disini" kata Lin sambil mengedipkan matanya
" Lin....jangan menggodaku kau sudah menjadi istri sekarang"
" Oleh karena itu aku memakluminya jadi kau pergi ya"
Lin Dan Bi Jida juga pergi meninggalkan aku dan Ricardo saja di dalam kamar hotel yang memang sengaja di pesan oleh Ricardo.
" Apa kau masih pusing??" Tanya Ricardo, ia kemudian mendekat dan mulai memijit kepala ku
" Eh....tidak usah aku baik baik saja" kataku
" Tak apa anggap saja ini sebagai permintaan maaf ku" kata Ricardo
" Maaf Untuk apa??" kata ku bingung
" Karena sudah membuatmu kelelahan"
" Ini bukan salahmu...tapi apa kau mengundang Zio???" Tanyaku dengan hati hati
" Zio??iya aku mengundang nya dan sepertinya ia tidak datang" Kata Ricardo
" Tapi?? " Aku kembali teringat akan senyuman Zio, hal ini membuat ku jadi teringat akan semua masa laluku.
" Apa kau mengharapkan kehadiran nya??"tanya Ricardo membuat ku terkejut
__ADS_1
" Sama sekali Tidak....apa aku berhalusinasi??"
"Ricardo ijin pamit untuk berbicara dengan teman temannya, akupun mengijinkan nya sekaligus aku ingin membersihkan tubuhku setelah seharian melakukan acara.