
Dimohon sebelum membaca untuk memberikan dukungan untuk author ya... Jangan lupa untuk like, komen vote dan follow author ya agar tetap semangat dalam berkarya.
Happy reading......
Aku tidak tahu apa akibat yang harus kuterima,diam Zio dan Yuna seolah menjadi hukuman yang paling mengerikan yang pernah aku Terima.
Aku menatap Yuna yang hanya diam saja, setelah menarikku dari pelukan Ben, Zio tidak mengatakan apa apa lagi. Beberapa kali Yuna menyeka airmata nya di samping Zio sedangkan aku hanya bisa terdiam selama perjalanan pulang.
Aku sudah membayangkan perang besar yang akan terjadi antara aku dan Zio, kejadian di cafe itu adalah kesalahan terbesar yang pernah kulakukan selama hidup.
Aku memang bersalah Karena bertemu dengan Ben secara diam diam tapi aku tidak bermaksud lain selain berbicara masalah Yuna.
Sebagai seorang wanita aku tahu bagaimana perasaan Yuna kerena sikap dingin Ben, berharap bisa membantunya justru aku yang mendapat kan petaka.
Berkali kali aku berdoa dalam mobil agar semuanya baik baik saja, Aku tidak ingin ada kata perpisahan diantara aku dan Zio.
" Kak.." Isak Yuna untuk pertama kalinya, ia mengalihkan pandangannya ke arah Zio yang sedang fokus menyetir
" Jangan merengek sekarang kita akan selesaikan masalah ini di rumah saja"
Jantung ku berdegup 10 kali lebih cepat bahkan keringat mengalir di keningku menghadapi persidangan yang akan segera dimulai.
Zio langsung turun dari mobil begitu kami sampai di rumah, sampai saat aku tidak tahu kenapa Zio dan Yuna tahu kami berada di cafe tersebut
Dengan langkah yang bergetar aku turun dari dalam mobil, aku mengumpulkan seluruh kekuatan ku untuk menghadapi apa yang akan terjadi setelah ini.
__ADS_1
" Yuna masuk" kata Zio dengan suara yang teramat dingin dan menyeramkan. Ini seperti suara Zio saat pertama kali aku mengenalnya
" Kak... aku ingin minta penjelasan" kata Yuna sambil menatap ku dengan tatapan kebencian
" Ben buka kekasih mu aku yang akan ambil penuh dengan permasalahan ini" kata Zio
" Tapi aku menyayangi Ben kak dan Kak Delanie tau itu, teganya dia ingin merebut nya dari aku"
" aku tidak merebut Ben Yuna, aku tidak akan melakukannya" kataku membela diri
"Tidak ternyata kau wanita jahat seharusnya aku tau kalau kalian punya hubungan saat Ben menatap mu dengan tatapan aneh itu" kata Yuna
" Ben mantan kekasih ku Yuna, aku jauh lebih mengenalnya dari pada dirimu" kataku
" Keluar Yuna" kata Zio dan akhirnya Zio keluar dari kamar kami
Akhirnya Yuna keluar hanya aku dan Zio yang kini harus menyelesaikan masalah yang di sebabkan oleh Ben.
" Kenapa kau melakukan ini Delanie, berani beraninya kau berselingkuh dengan status dengan istri sebagai istriku" kata Zio dengan penuh amanah
" Aku sama sekali tidak berselingkuh aku dan Ben hanya berbicara" kata ku mencoba menjelaskan
Zio kemudian melangkah ke arahku dan mendorong tubuhku hingga ke dinding, Zio menatap wajahku dengan tatapan dan amarah yang bisa aku rasakan.
" Dia memelukmu dan sepertinya kau menikmati nya"
__ADS_1
" A. ak.....aku"
" Jangan membuat aku naik darah kau bisa melihat kesedihan di hati Yuna. Ah.....dan aku tau Mengapa kau bersikap murahan" kata Zio membuat harga diriku semakin terhina
" A...apa maksud mu Zio, serendah itukah aku di matamu" kataku
" Kau bahkan lebih rendah dari wanita yang menjajakan dirinya, kau ternyata wanita kotor. Itulah Alasan nya mengapa kau selalu menggodaku" kata Zio
Rasanya aku tidak sanggup lagi mendengar kata kata buruk dari mulut Zio, aku kemudian mendorong Zio agar aku tidak terikat dengan nya.
Begitu aku ingin keluar Zio langsung menarikku dan mencampakkan ku di atas ranjang, tubuhku benar benar terpental untungnya ranjang itu begitu empuk sehingga tidak membuat aku merasa kan sakit yang begitu terlalu.
"Kau.....aku ingin lari dari kenyataan bahwa kau selingkuh atau jangan jangan kau sudah tidur bersama dengan Ben setelah kita menikah??"
Aku langsung bangun dan langsung menampar Zio dengan tamparan yang begitu keras, aku sudah tidak tahan dengan kata katanya.
" Aku bukanlah wanita murahan Zio, aku tidak seperti mu yang bisa mengkhianati arti dari sebuah kesetiaan dan hubungan. Aku tau aku bersalah karena bertemu dengan Ben secara diam diam tapi aku bukan wanita seperti yang kau katakan" kataku membela diri
" Cih...aku tidak percaya Delanie aku tau wanita seperti mu"
" Terserah tapi sebelum kau menyalahkan aku sebagai Istri mu terlebih dahulu koreksi dirimu sebagai suami. Aku bukanlah boneka mu Zio"
Aku bertengkar tanpa menemukan titik temu, terus saja Zio merendah kan aku dengan mengatakan bahwa aku adalah wanita murahan.
Aku tidak sanggup lagi, aku memilih pergi, aku memutuskan untuk kembali ke kediaman keluarga ku untuk menjernihkan pikiran ku. Satu sa' wanita yang mengerti aku adalah Bi Jida, aku hanya ingin bersamanya saat ini, aku tidak ingin melihat wajah Zio ataupun Yuna.
__ADS_1