
" Mas" teriakan ku menggema hingga ke seluruh ruangan yang ada di rumah.
Secepat kilat aku mendengar suara derap langkah kaki Ricardo yang segera menghampiri ku.
" Ada apa sayang" kata Ricardo dengan wajah yang sangat panik, perasaan bersalah segera menyergap dalam hatiku.
Aku kemudian menunjukkan sebuah taspack yang menyatakan kalau aku sedang mengandung.
" Kamu..."
Ricardo tidak bisa melanjutkan kata-katanya tapi aku bisa melihat ekspresi luar biasa bahagia saat melihat taspack dan mengambil nya dari tanganku.
" Ya Tuhan" kata Ricardo sambil menarik ku kedalam pelukannya, kami berdua tangis dalam pelukan Ricardo.
Penantian yang hampir tiga tahun akhirnya berbuah dengan manis, mengalami kehilangan membuat kehamilan kali ini Serasa jauh lebih manis dan juga indah.
Hal ini bermula karena aku merasakan sesuatu yang sangat aneh selama beberapa hari ini. Aku sering merasa kan mual di tengah malam, sedikit mual dan sakit kepala hingga aku memutuskan untuk melakukan tes kehamilan.
Tanpa sepengetahuan Ricardo aku membeli alat taspack dan mencobanya di pagi ini. Hasilnya cukup membuat ku sangat kaget kerena melihat tulisan Pregnant tertulis di taspack kecil itu.
" Aku bahagia sekali sayang" kata Ricardo sambil terus menciumi ku.
" Aku juga mas, rasanya ini seperti mimpi" kataku sambil tersenyum melihat kegembiraan suamiku
__ADS_1
" Sudah berapa lama??" tanya Ricardo dan aku sedikit berpikir entah sudah berapa lama aku tidak kedatangan tamu bulanan.
Aku memang mengalami perubahan jadwal datang bulan dan ini disebabkan oleh dampak stress yang cukup membuat hormon dalam tubuhku berubah.
" Aku tidak tahu pasti mas, apa sebaiknya kita periksa saja??"
" Baiklah segera sarapan dan kita pergi" kata Ricardo dengan penuh semangat
Aku bisa melihat betapa buru buru nya Ricardo menghabiskan sarapan nya hingga membuat aku sampai geleng geleng kepala.
" Ya ampun mas pelan pelan saja, seperti dikejar deadline saja" kata Yang mencoba membuat Ricardo Santai dan rileks
" Aku sudah tidak sabar sayang, ingin bertemu dengan si dedek" kata Ricardo
" Aku tidak ingin kamu kelelahan dan melakukan hal hal yang membuat mu stres" kata Ricardo dengan tegas.
Aku bisa merasakan rasa trauma akan kehilangan buah hati masih terasa, aku juga bisa merasakan nya dan aku tidak ingin hal itu terjadi.
Aku memegang perutku dan mencoba melupakan apa yang terjadi di masa lalu apalagi perkataan Nur yang mengatakan hal hal yang begitu menyakiti hatiku.
" Seperti nya aku mau puasa mas" kataku tiba tiba
" Puasa?? untuk apa?? jangan berbuat macam-macam ya, lagipula kau tidak mungkin puasa dalam keadaan hamil" kata Ricardo
__ADS_1
" Setengah hari saja mas aku ingin keselamatan untuk bayi kita, aku mohon"'kataku sedikit merengek
" biar aku saja kau tidak usah melakukan hal itu, aku takut kau tidak akan kuat sayang"
" aku yakin itu tidak masalah, lagipula jika kita berdua berpuasa pasti itu lebih baik" kataku lagi
" Baiklah kalau itu keinginan mu, tapi kita harus membicarakan ini dengan dokter aku tidak ingin terjadi masalah" kata Ricardo
___________________________________________________
Ricardo menangis melihat sebuah lubang kecil yang bergerak di dalam perut ku, ada sebuah bentuk kecil yang sudah memiliki detak jantung yang sudah ada dalam rahimku
" Sudah memasuki usia hampir 10 Minggu"
" Apa ?? 10 Minggu??" kataku setengah tidak percaya, begitu bodohnya aku kerena sudah 10 Minggu aku baru saja menyadari bahwa aku sedang hamil.
" Semuanya terlihat normal dan baik baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Istirahat yang baik fan asupan yang cukup membuat janin akan tumbuh baik"
" Apa ini hamil bisa puasa Dok??"tanya Ricardo
" Puasa?? Itu bisa saja tapi sebaiknya ibu hamil tetap menjaga asupan untuk dirinya dan juga dan bayi"
" Tuh dengar sayang sebaik nya kamu tidak usah puasa biar aku saja" kata Ricardo membuat ku hanya diam dan memilih menurut
__ADS_1