Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Wedding....


__ADS_3

Aku benar benar tidak menyangka bahwa hari ini aku akan menikah untuk kedua kalinya, rasanya semakin berat hingga aku tidak bisa berkata apa-apa.


Make up artist suruhan Ricardo sudah menghias sejak 3 jam yang lalu, aku tidak banyak permintaan aku hanya diam dan menerima Bagaimana mereka membuatku.


Selesai itu mereka membantu ku memakaikan gaun dan membuat mahkota di kepala ku. Aku hampir selesai dan pada saat Oma Geeta datang dan menghampiri ku.


" Oh ...cucu Oma cantik sekali"


Rasanya aku bahagia melihat Oma bahagia tidak ingin rasanya melukai hati wanita tua yang baik itu.


" Oma juga cantik" kataku memuji kecantikan Oma yang menggunakan kain sutra putih


" Kemarilah Delanie" kata Oma


Dengan sedikit susah Aku mendatangi Oma yang duduk di ranjang, akupun duduk disamping Oma Geeta sementara pihak perias merapikan rambutku.


" Berjanji lah pada Oma" kata Oma dengan suara parau


Tangan Oma yang sudah keriput menggenggam tanganku dengan erat. Aku menatap Oma yang sudah berlinang air mata


" Berjanji untuk selalu menjaga Rico, seumur hidup aku baru melihat Rico sebahagia ini Delanie, aku tahu dia begitu karena kehadiran mu. Jangan membuat nya patah hati belajar lah untuk mencintai nya"


Cukup terkejut juga aku dengan perkara Oma Geeta tapi sebagai seorang gadis yang baik di depan Oma, aku hanya mengangguk kepalaku tanpa tau apakah aku bisa menepati janji itu.


" Berjanji lah....katakan Oma ingin mendengar nya" kata Oma Geeta


" A....aku berjanji Oma" Kataku akhirnya karena aku tidak ingin membuat wanita tua itu sedih dan menangis.


" Ah....Oma lega mendengar nya " kata Oma dengan senyuman nya.

__ADS_1


" Seandainya Oma tiada...."


" Jangan berkata seperti itu Oma, oma akan selalu baik baik saja" kataku


" Semua akan kembali ke sang pecinta nak, maka dari itu Oma senang kau bisa bersanding dengan Rico. Oma Sangat senang"


Oma pun keluar dan dia meninggal kan sebuah kecupan sayang untukku. Aku sangat berharap Oma akan selalu sehat dan baik baik saja.


Akhirnya aku keluar dari sebuah kamar hotel dan berjalan untuk menuju gedung pernikahan. Ada Bi Jida yang senantiasa memperhatikan aku.


" Hati hati Non " kata Bi Jida ketika aku memasuki Lift untuk menuju lantai bawah.


Rasanya sungguh sedih ketika aku akan berjalan sendiri an menuju Altar pernikahan, aku teringat saat Dady membawaku ke Altar pernikahan ketika menikah dengan Zio.


Tapi tanpa sepengetahuan ku tiba tiba saja Lin Dan juga Sams hadir di belakang dan memanggil namaku


Aku menoleh dan melihat Lin dan Sams yang sudah berpakaian ala pesta. Aura pengantin baru tampak jelas sekali di wajah mereka, tampak aura kebahagiaan.


" Kalian..." kataku tidak percaya padahal aku Sengaja tidak mengundang mereka karena merasa sedikit malu.


Aku spontan memeluk Lin Dan meminta maaf padanya, sebenarnya bukan maksud ku untuk menyembunyikan pernikahan ini hanya saja ini bukanlah kehendak ku


" Apa kau melupakan sahabat mu ini begitu saja??" omel Lin Dan aku hanya tersenyum.


" Jangan menangis Delanie aku yakin Ricardo akan membuat mu bahagia" kata Lin


" Kalian mengenal nya??" Tanyaku tidak percaya


" Tentu saja dia bahkan beberapa kali bertemu dengan kami untuk membicarakan mu"

__ADS_1


Aku mulai berpikir dan mulai sadar kalau Ricardo mengetahui apa saja tentang ku karena Lin yang menjadi sumber informasi.


Pantas saja Ricardo mengetahui apa saja yang kusukai dan konsep pernikahan yang ku impikan.


Akhirnya terdengar alunan musik yang menandakan aku harus menuju altar pernikahan. Lin Dan Sams akhirnya mendampingi ku dan membawaku ke Arah Ricardo yang sudah menunggu ku.


Ricardo tampak gagah dengan menggunakan setelan tuxedo hitam ditambah dasi berwarna hitam. Senyuman nya mengembang ketika melihat ku dalam balutan gaun pengantin yang ia pilih.


Rasanya baru saja kemarin aku menikah dengan Zio, kini aku harus menikah dengan Ricardo. Sebenarnya aku merasa malu tapi keadaan ini membuat ku harus melakukan nya.


" Kau cantik sekali Nyonya" puji Ricardo, ia tidak berhenti memandang ku


" Terimakasih" Kataku


Acara pernikahan pun dimulai , bibir ku begitu bergetar saat mengucapkan janji sehidup dan semati bersama dengan Ricardo malah aku hampir menyebut nama Zio Zacheri untung nya aku segera tersadar dan kembali meralat ucapanku.


Kami akhirnya dinyatakan Sah setelah mendapat pemberkatan, Ricardo membuka kain putih yang menutupi wajahku.


Saatnya untuk berciuman....tapi Ricardo tidak melakukan nya di bibir dia melakukan nya di dikeningku.


" Terimakasih Delanie.." Kata Ricardo setelah mencium kening ku.


Oma Geeta tidak bisa menahan tangisnya, ia bahkan ia sampai menciumi aku dan Ricardo hingga beberapa kali


" Terimakasih Rico kau sudah memenuhi janjimu pada Oma, jaga Delanie baik baik jangan membuat nya menangis"


" siap Oma" kata Ricardo, mereka pun berpelukan sambil menangis.


Sebuah pemandangan yang sungguh menyentuh hati, aku sampai tidak sadar aku juga meneteskan air mata karena melihat momen itu.

__ADS_1


__ADS_2