
Rasanya aku tidak sanggup saat mengucapkan janji suci pernikahan, bibirku terasa berat dan bergetar saat aku bersumpah untuk menemani Zio untuk selamanya.
Aku tidak tahu apakah aku sanggup untuk menjalani hidup bersama dengan lelaki dingin yang sangat posesif, dominan dan juga cuek. Tapi aku harus mengucapkan janji itu dihadapan semua tamu, dan juga para keluarga. Rasanya aku ingin menangis dan berkata
" Aku tidak ingin menikah"
Percuma aku berteriak dalam hati karena Sekarang kami sudah sah menjadi suami dan istri, Zio membuka penutup. wajahku dan ia pun mencium bibir ku dengan lembut.
Kalian pasti ingin tahu bagaimana rasanya ciuman itu, rasanya hambar dan juga dingin. Ini sangat berbeda saat aku melakukan ciuman pertama kali dengan Ben, jauh berbeda.
Aku mencoba tersenyum saat Zio menggenggam tanganku dan membawaku untuk sungkeman ke Dadyku. pada Saat itu aku tidak bisa menahan tangisanku, aku pecah di pelukan Dady yang memberikan selamat sambil mencium pucuk kepala ku
" Jadilah istri yang baik Delanie belajar lah menjadi wanita yang sempurna, Dady mencintai mu sayang"
Aku mengangguk sambil tersenyum walaupun airmata selalu ingin keluar dari mataku, selesai acara sungkeman Zio menggenggam tanganku dan membawaku ke ruang ganti.
" Mengapa harus menangis berlebihan, lihat wajahmu terlihat kusut dan sembab. Aku seharusnya bisa menahan diri"
" Aku minta maaf Tuan, tapi aku hanyalah seorang anak" kataku membela diri
" Cepat perbaiki riasan nya dan segera ganti baju untuk acara resepsi"
Dengan cepat para perias itu segera melakukan tugasnya, Kali ini aku akan menggunakan kebaya merah menyala dilengkapi dengan sarung tumtuman dari Batak .
Rupanya Zio masih memiliki darah batak yang menurun dari neneknya, oleh sebab itu aku harus menggunakan ulos dan juga sortali yang merupakan baju adat Batak.
__ADS_1
Aku terlihat berbeda dari penampilan sebelumnya, perias itu membuat make up ku lebih terang dan menyala, ditambah warna lipstik merah glossy membuat ku merasa berbeda dari penampilan saat menggunakan gaun putih menjutai.
Zio kembali membawaku ke atas pelaminan, diiringi tari tarian Batak yang tidak aku tahu artinya, kami menuju pelaminan untuk menerima ucapan selamat dari pada tamu undangan.
Tidak terlalu banyak orang yang hadir hanya sekitar 100 orang, Zio hanya mengundang para sahabat, koleganya serta beberapa saudara jauh nya. Dan pada pernikahan ini aku tidak mengundang siapa siapa kerena pernikahan ini. bertentangan dengan naluri sebagai seorang wanita.
Yuna adik satu satunya Zio adalah orang yang paling bahagia, menggunakan gaun dengan warna yang senada dengan ku ia berkali-kali mengajak kami untuk berpose bersama.
" Aduh kalian kurang romantis kak, coba pegang tangan kak Delanie" kata Yuna
"Yuna hentikan, kamu sudah melakukan nya puluhan kali" Tegur Zio, rupanya ia tidak nyaman melakukan apa yang dikatakan oleh adik bungsunya
" Oh ayolah kak, ini akan terjadi sekali saja"pinta Yuna
Aku sekarang tahu Zio memiliki seseorang yang tidak akan pernah ia tolak, itu adalah Yuna Zacheri adik satu satunya.
" Sekali lagi selamat ya, dan secepatnya berikan aku keponakan" kata Yuna sambil tersenyum lebar
Hatiku sungguh sakit saat Yuna mengatakan itu, aku melirik Zio yang duduk dengan wajah datarnya.
" Bagaimana mana mungkin aku memiliki anak dengan lelaki dingin ini"
" Jangan berharap terlalu banyak, aku tidak menginginkan nya darimu" kata Zio tanpa menatap ku, ia bahkan memainkan ponselnya di atas pelaminan
Aku diam saja walaupun hatiku terasa sakit, aku mencoba untuk tersenyum dan berterima kasih pada beberapa tamu yang masih memberikan ucapan selamat.
__ADS_1
Tanpa ku duga tiba tiba Saja Lin Dan Sama datang untuk memberikan ucapan selamat padaku, perasaan ku aku tidak mengundang mereka dan bagaimana mungkin mereka mendapatkan undangan.
" Selamat Ya Delanie, aku sungguh curang tidak mengundang secara langsung" kata Lin
Aku memandang Lin dengan tatapan heran, Lin yang biasa nya tidak suka menggunakan gaun tampil cantik dan feminim dengan gaun Hitam.
" Kau sungguh keterlaluan" kata Lin lagi
" Ba.... bagaimana kalian datang??" Tanyaku keheranan
" Loh aku mendapat kan kartu undangan dari Ojek online, bukankah kamu yang mengirim kannya??"
" Bukan " kataku lagi
Aku menoleh ke arah Zio tapi dia seolah cuek, aku juga tidak yakin Zio melakukan itu Kerena ia tidak tahu kalau Lin Dan Sams adalah sahabat ku.
" Mungkin kah Dady??" Tanyaku dalam hati.
Aku memandang Lin Dan Sams yang tampak menikmati acara, aku bisa melihat Sams begitu menjaga Lin dengan selalu berada di dekatnya.Lin dan Sams biasanya cuek dalam penampilan tapi untuk kali ini aku melihat Sams dengan wajah yang berbeda, ia jauh lebih tampan lebih dewasa dan juga lebih cool.
" Aku iri pada kalian"
Aku hanya bisa duduk di pelaminan sambil berpura pura menikmati acara yang sebenarnya tidak aku perhatikan.
"Apa yang akan terjadi setelah ini??"
__ADS_1