
" Delanie......"
" Delanie"
Samar samar aku seperti mendengar suara Dady, ia jelas sekali memanggil namaku
" Delanie.... bangunlah..."
Aku terbangun sambil menyebut nama Dady
" Dady"
Aku berhasil membuka mata dan samar samar aku melihat siapa yang memanggilku, ternyata itu bukan suara Dady tapi suara Zio.
" Ka...kamu" kataku sambil berusaha untuk bangun dari ranjang
" Biar aku bantu" kata Zio sambil menarik tubuhku, aku kemudian berhasil duduk dan menyenderkan kepala di tepi ranjang.
Aku kaget saat melihat jam yang sudah menunjukkan hampir jam 6 sore, ternyata aku sudah tidur selama ber Jam jam.
" Apa kau merasa baik baik saja, wajahmu masih terlihat pucat apakah kita perlu melakukan pemeriksaan??" tanya Zio
" Tidak usah tuan aku tidak apa apa"
" Bisakah kau berhenti memanggilku tuan, aku mulai risih mendengar nya" kata Zio
" Bukankah Anda yang menginginkan nya Tuan??" kataku sambil menatap Zio
" Mulai sekarang panggil aku dengan panggilan lain, aku tidak ingin kau memanggilku Tuan lagi"
Aku berpikir sejenak panggilan apa yang sesuai dengan Zio, cukup lama berpikir aku tidak tahu panggilan apa yang cocok untuknya.
" Bagaimana kalau mas" kataku setelah berpikir cukup panjang, hanya panggilan itu yang muncul di benakku.
" Mas?? itu terlalu kuno" kata Zio, ia seperti nya tidak suka dipanggil dengan panggilan itu
" Bagaimana kalau Hubby??" kata Zio
" Hubby?? aku cukup terkejut dengan ide Zio,
" Sepertinya itu terlalu romantis"kataku dengan jujur.
Saat itu ekspresi Zio langsung berubah, ia seperti nya kesal saat aku tidak menyetujui panggilan yang ia buat untuk dirinya..
__ADS_1
" Ba...iklan Hub...by" kataku dengan terbata, aku tahu jika aku menolak Zio maka hal buruk akan terjadi
" Bagus " kata Zio sambil mengelus rambut ku
Sore berganti dengan malam, saat ini aku sedang menyaksikan sebuah acara talk show sementara Zio masih sibuk dengan dirinya si kamar mandi.
Aku dan Zio memiliki kamar mandi yang berbeda di kamar, aku sudah mandi duluan untuk mengurangi rasa berat yang aku rasa.
Setelah mandi dan berendam dengan air hangat beraroma aku merasa jauh lebih baik. Radja sedikit beban hidupku terangkat karena perubahan sikap Zio yang semakin baik
Aku bersyukur untuk itu setidaknya aku memiliki teman saat aku kehilangan Dady. Sebenarnya Ben juga datang pada saat itu, ia datang bersama dengan Yuna
Diam diam Ben mengucapkan belasungkawa saat aku sedang sendirian untungnya aku tidak lepas kontrol dan tetap menjaga jarak dengan Ben
Zio keluar dari kamar mandi , aku melihat saat mendengar pintu kamar mandi di buka. Aku tanpa sadar langsung menoleh ke arah Kamar mandi dan betapa kagetnya aku saat melihat Zio keluar dengan bertelanjang dada.
" Ya ampun" kataku, aku langsung terperanjat dan mengalihkan pandangan ku ke televisi
" Sial" makiku dalam hati
Zio membuat ku semakin gugup tak kala ia datang masih dalam keadaan yang sama, ia menghampiri ku yang sedang duduk di sofa.
Ia hanya menggunakan celana boxer hitam serta handuk yang menggantung di lehernya sementara dadanya ia biarkan begitu saja.
Aku baru pertama kali melihat Zio dengan keadaan seperti itu dan sekarang ia sedang duduk disampingku sambil menikmati kue yang tersedia di atas meja.
" Tidak usah Tuan" kataku sambil menggelengkan kepalaku
Aku melihat ekspresi kesal dari Zio dan tanpa pikir panjang akupun menerima suapan dari Zio.
''Masih ada yang kurang" kata Zio yang masih menatap diriku
" Apa tuan??"tanyaku dengan polos
" Eh... maksud ku Hubby"
" Nah itu baru benar" kata Zio sambil mengacak-acak rambut ku lagi
Tanpa sengaja aku melihat tubuh sixpack Zio yang terpampang nyata di hadapan ku, tidak Kusangka Zio memiliki tubuh yang sempurna di balik kemejanya.
" Kita makan di luar malam ini, sebaiknya kau bersiap siap" kata Zio
" Makan di luar?? aku tidak bernafsu makan Hubby" kataku menolak ajakan Zio,
__ADS_1
Mata Zio melotot lagi aku tahu Zio tidak bisa ditolak, hanya dengan menatap saja aku tidak mampu menolak ajakan Zio
" Baiklah" kataku
Aku tidak melakukan persiapan yang cukup banyak, aku hanya memakai Hoodie putih dan juga celana jeans biru serta menjepol rambutku begitu saja.
Sementara Zio juga berpenampilan yang cukup berbeda malam ini, ini juga menggunakan t shirt putih dan celana jeans biru serta sepatu sniker dan kaca mata hitam.
Untuk sesaat aku terkesima dengan penampilan Zio, selama menikah dengannya aku selalu melihat ya dengan seragam kebanggaan nya yaitu kemeja dan tuxedo.
Tapi kali ini ia terlihat santai dan terlihat jauh lebih muda, baru saat itu aku menyadari kalau Zio memiliki paras yang cukup tampan.
" Kita pergi" kata Zio
Akupun beranjak dari sofa tapi Kali ini Zio menggenggam tanganku dan membawaku masuk ke dalam mobilnya.
Aku hanya mengikuti Zio saja, aku bisa merasakan genggaman hangat tangan Zio.
" ternyata tangan Zio tidak sedingin hatinya"
Zio mengemudi kan mobil Alphard nya di sepanjang jalan sementara aku duduk disampingnya. Untuk pertama kalinya aku duduk disamping Zio saat ia menyetir.
" Kau mau makan apa Delanie??" tanya Zio sambil fokus ke arah jalanan
" Terserah Hubby saja" kataku, sekarang aku sudah mulai terbiasa dengan panggilan Hubby
" Bagaimana kalau bakso??" tanya Zio
" Aku mau"Kataku secara refleks, aku begitu bersemangat saat membayangkan semangkuk bakso yang hangat dan juga pedas
" Kau bersemangat sekali baguslah" kata Zio
Akhirnya Zio memarkir kan mobilnya di salah warung yang berada di pinggir jalan,saat ia keluar dari mobil ia segera membuka kan pintu untukku.
" Oh ...ini Manis sekali" kataku dalam hati, aku bisa melihat sosok yang sungguh berbeda dari seorang
Zio Zacheri
" Kau yakin makan disini??" kataku penasaran, aku tidak yakin kalau Zio menyukai tempat makan yang seperti ini.
" Memangnya kenapa?? ini salah satu tempat favorit ku" kata Zio dengan penuh semangat, iapun meraih tangan ku dan membawa ku masuk kedalam
Ternyata benar begitu kami sampai pemilik warung bakso itu langsung menyapa Zio dengan namanya, Bahkan Zio pun memperkenalkan ku pada pemilik warung bakso itu sebagai istrinya.
__ADS_1
" Syukurlah Anda sudah menikah Zio, aku sempat khawatir dengan anda. Ngomong ngomong Zea juga selalu datang ketempat ini bersama suaminya"
Kata kata pemilik Bakso itu membuat ku mengerti ternyata tempat ini salah saksi cinta Zea dan juga Zio.