Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Pesan terakhir Oma....


__ADS_3

" Ja........ga....Rico"


Kata kata itu adalah kata kata terakhir Oma saat ia masih bisa berbicara, Oma akhirnya menutup mata untuk selamanya.


Hatiku hancur lagi melihat Oma yang sudah terbujur kaku dan menutup matanya untuk selamanya.Aku sama sekali tidak menyangka Aku akan kehilangan Oma yang begitu perhatian dan juga menyayangi ku. Dia sama sekali tidak mengaggap ku sebagai cucu menantu tapi sebagai putrinya.


Seketika aku teringat akan semua kebaikan yang dilakukan Oma termasuk saat ia beberapa kali menyisir rambut ku dan bercerita tentang Ricardo dan Masa lalunya.


Aku masih tidak percaya karena beberapa hari yang lalu Oma masih sehat dan baik baik saja tidak ada keluhan yang ia rasakan. Hanya dalam hitungan hari saja Oma sudah tiada.


" Oma....." Aku menjerit-jerit sekuat tenaga tapi semuanya itu tidak berguna lagi, tetap saja Oma tidak membuka matanya dan mendengar ku.


" Mas...."kata Melihat Ricardo yang juga menangis, kami saling berpelukan sambil menatap Oma yang sudah tiada.


Kepergian Oma membuat sebagian kekuatan ku pergi apalagi saat melihat Oma dimasukkan ke liang lahat aku sampai tidak bisa menahan tubuhku.


Aku kehilangan kesadaran hingga saat aku bangun aku hanya melihat langit langit kamar. Kepala ku terasa pusing dan tubuh ku merasa sangat lemas.


"Sayang kau sudah sadar??"tanya Ricardo sambil mengelus rambut ku


" Oma..." Aku tidak kuasa lagi menahan tangisanku, dia adalah salah satu orang yang bisa menjadi tempat pengaduan ku.


" Sudah lah sayang Oma sudah tenang",kata Ricardo


" Apa kau tidak akan menyakiti ku, sekarang Oma sudah tiada dan aku bebas melakukan apa saja"


Entah pemikiran dari mana aku berkata seperti itu, karena Oma yang begitu menyayangi ku membuat ku berpikiran hingga kemana mana


" Sayang" Kata Ricardo dengan tatapan yang kelihatan bingung,

__ADS_1


Ricardo kemudian memeluk dan menciumi ku beberapa kali sambil mengatakan dia tidak akan melakukan apapun yang bisa menyakiti ku.


" Aku bersumpah Delanie aku bersumpah atas nama diriku sendiri" kata Ricardo


Beberapa hari setelah kepergian Oma mood ku masih belum stabil juga, rasanya badanku berat dan masih menangis karena kepergian Oma.


"Delanie kamu harus makan sudah beberapa hari anda tidak makan dengan baik" kata Bi Jida


" Aku tidak berselera Bi, aku Mau tidur saja" kata Ku sambil merebahkan tubuhku di sofa ruang tamu


Ricardo pun datang dan membujuk ku untuk makan, ia berusaha keras agar aku dalam keadaan baik baik saja.


" Apa kau mau makan di luar sayang??" Tanya Ricardo


" Tidak....aku hanya ingin tidur kalau kau mau pergi silahkan saja" kata Ku sambil merebahkan diri


Bukannya pergi Ricardo malah berbaring di sampingku, Untungnya sofa itu cukup untuk kami berdua Sehingga aku dan Ricardo bisa berbaring bersama.


" Entah lah mas sepertinya aku selalu kehilangan orang orang yang aku sayangi, sepertinya dunia ini tidak adil"


" Lihat aku..." Kata Ricardo


" Aku tidak akan meninggalkan kamu sayang.... tidak akan" kata Ricardo meyakinkan aku dengan perkataan dan tatapan nya


" Aku tidak yakin " kataku


" Selama aku hidup aku hanya akan jadi milikmu Delanie, aku sudah berjanji bahkan bersumpah apa itu masih kurang??"


" Apa kau ingin aku juga ma ..."

__ADS_1


" Jangan mas" aku segera menutup mulut Ricardo dengan tangan ku


Aku akhirnya memeluk Ricardo dengan erat, merasakan aroma tubuhnya dan mengatakan bahwa aku takut kehilangan dirinya


" Jangan berkata seperti lagi mas, hanya kau yang aku punya saat ini. Aku tidak mau sendiri an mas"


Inilah pertanyaan cinta yang pertama kali aku ucapkan untuk Ricardo, aku tidak mau lagi menahan hati dan perasaan ku.


" Tidak....tidak akan sayang aku juga akan sendiri an jika kau tidak ada" kata Ricardo


Ricardo pun melepaskan pelukannya dan menghapus air mataku.


"Seperti nya kalau punya anak kita tidak akan kesepian sayang, kau mau punya anak berapa??" Kata Ricardo mencoba mengalihkan kesedihan ku


" Berapa Ya??"


" Bagaimana kalau 6 atau 7??"


" Apa?? Yang benar saja mas sekarang kan sudah gencar program KB"


" Ya .... lihat saja kita karena tidak punya adik atau kakak kita kesepian. Nah....kalau punya anak banyak pasti kita tidak akan kesepian minimal 3 atau 4"


" Baiklah terserah mas saja semoga saja kita segera dikasihi anak" kataku


" Hmmmm Bagaimana mau dikasih sayang bercinta saja masih belum pernah" kata Ricardo membuat ku seketika sadar bahwa aku belum menjalankan tugas ku sebagai istri untuknya


"Sabar ya mas aku sedang kedatangan tamu saat ini, aku harap mas bersabar sedikit. Jika tamu ini sudah pergi mas bebas melakukan nya dan aku siap" kataku sambil mengelus pipi Ricardo


" Benarkah??? " Tanya Ricardo dengan kata berbinar, ia sepertinya senang mendengar aku bersedia untuk melakukan kewajiban ku.

__ADS_1


Aku mengangguk pertanda aku setuju dan Ricardo langsung saja ******* bibir ku beberapa kali dan selalu mengatakan bahwa dia begitu mencintai ku.


__ADS_2