Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Cemburu....


__ADS_3

5 Bulan kemudian....


Ben mengajakku Ke London untuk melepaskan rindu sekaligus membicarakan hal hal yang mungkin membuat diriku sedikit senang.


Begitu sampai di London Ben mengajakku ke sebuah Cafe, katanya dia ingin mengenalkan ku pada teman temannya.


Sesungguhnya aku tidak terlalu ingin, aku hanya ingin menghabiskan waktu dengan Ben berdua saja karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi satu bulan lagi


" Ayolah Boo, teman teman ku ingin bertemu dengan mu, mereka selalu penasaran dengan mu"


"Apa semua temanmu mengetahui hubungan ini??" tanyaku


" Begitu lah itu tanda nya kalau aku menyayangimu" kata Ben


Akhirnya kami sampai di sebuah tempat yang bernama The Cefe, sebuah tempat yang bisa dikatakan cukup menyenangkan


Rupanya Ben dan teman nya sudah membooking sebuah tempat terbaik untuk menghabiskan waktu bersama atau bahasa gaulnya disebut nongkrong.


Teman teman Ben sudah menunggu di dalam dan rata rata teman Ben memiliki kesamaan yang sama yaitu keturunan blasteran Indonesia.


Aku mengucapkan salam untuk semua teman Ben, mereka ada lima diantaranya 2 wanita dan 3 lelaki. Semuanya terlihat ramah kecuali seorang wanita yang duduk di paling sudut, ia tidak menyapa atau bahkan menyalamiku.


Aku sedikit terkejut dengan nya Tapi Ben mengatakan ia sulit berbaur dengan orang orang baru.


" Dia Ruth wanita itu memang sulit bergaul tapi setelah ia mengenal mu maka aku rasa kau akan nyaman"kata Ben


Aku duduk diantara mereka dan sepertinya aku kurang nyaman karena pembicaraan mereka seputaran dunia sains.


" Aku seperti orang bodoh disini" kataku yang hanya melihat dan mendengar pembicaraan mereka


"Aku ingin ke toilet Ben" Kataku setengah berbisik dan Ben pun hanya mengangguk kan kepalanya


Akupun bergegas ke kamar mandi bukan karena aku ingin buang air melainkan aku merasa bosan berada diantara orang orang yang tidak sejurus denganku.

__ADS_1


Yang paling membuat ku tidak nyaman adalah tatapan Ruth yang seperti nya mengintimidasi diriku. Setiap aku mengalihkan pandanganku padanya aku merasa dia tidak senang dengan keberadaan.


Berbeda dengan Barbara yang sesekali mengajakku untuk mengobrol dan bertanya seputar kehidupan ku.


Aku hanya menatap diriku di cermin dan memoleskan sedikit bedak padat di wajahku..


" Seharusnya hanya aku dan Ben saja" kataku sambil berjalan untuk kembali ke gerombolan Ben dan kawan kawan.


Begitu kembali dadaku tiba tiba saja tersentak melihat Ruth yang sudah berpindah posisi, ia sedang berada di samping Ben, ia bahkan merangkul pundak Ben dengan mesra


Aku merasa tidak nyaman melihat Ben bersama dengan yang lain, dadaku seolah meledak dan wajahku mulai terasa panas.


" Ya Tuhan ini kah yang namanya cemburu?? Mengapa rasanya begitu sesak??"


Aku segera kembali dan saat itu Ruth langsung melepaskan rangkulan nya dan ia kembali ke teman duduk nya semula.


" Maaf Boo kami hanya sedang melihat ini" kata Ben sambil menunjuk ke arah laptop nya


" Ya Delanie Ruth memang terbiasa seperti itu, kamu tidak perlu risau"' kata Barbara


" Tak apa " kataku singkat aku tidak ingin dicap sebagai perempuan sensitif atau yang lainnya.


Akhirnya acara nongkrong itu selesai aku dan Ben kembali berkendara untuk kembali ke Apartemen Ben. selama perjalanan aku memilih diam walaupun Ben sesekali mengajakku mengobrol dan menggenggam tanganku


" Aku tidur di hotel saja Ben" kataku


" Kenapa??Aku akan tidur di sofa seperti biasa" kata Ben


" Aku tidak mau, aku mau cari hotel dan akuvmeli. ada hotel yang dekat dari sini" kataku sambil menyerahkan helm


" Kenapa Delanie??" tanya Ben


"Aku cemburu Ben"

__ADS_1


" Tak apa aku hanya ingin sendiri" kataku sambil berjalan ke arah yang berlawanan


Seketika Ben menarik tanganku untuk menghalangi ku pergi


" Boo jangan bilang kalau kamu cemburu" kata Ben


Aku berbalik dan melihat Ben dengan tatapan kecewa, sebenarnya aku tidak hanya cemburu tapi aku sedang galau karena perjodohan yang sudah diputuskan oleh Dady


" Ya memang aku cemburu Ben, aku datang kesini untuk membahas masalah perjodohan itu dan sampai disini aku malah mendapat kan kekecewaan" kataku


" Kau bahkan tidak menolak saat wanita itu memeluk mu" Kataku


" Ya ampun Boo dia itu memang terbiasa seperti itu bukan hanya dengan ku saja"Kata Ben membela diri


" Oh ya?? tapi aku tidak melihat nya melakukan nya dengan lelaki lain bukankah kalian ada 4 disana??" kataku dengan marah yang semakin membuncah


" Boo aku juga tidak tahu" kata Ben


" Itu tandanya dia menyukai mu..Tapi sudah lah kau menganggap hubungan ini tidak penting hingga kau tidak mengerti perasaan seorang wanita"


Aku berjalan tanpa menghiraukan panggilan Ben, aku tetap maju menuju sebuah hotel yang tidak terlalu jauh dari Apartemen Ben


Sesampai di salah kamar aku kemudian merebahkan tubuhku, sebenarnya aku sangat terbebani dengan permintaan Dady, apalagi ia sudah meminta kejelasan hubungan ku dengan Ben.


" Jika Ben tidak bersedia maka aku akan menikah dengan orang pilihan Dady"


Aku tau Ben tidak akan mau tapi justru aku tetap mempertahankan hubungan ini, waktu yang sudah berjalan 5 bulan justru membuat aku dan Ben semakin dekat


Seperti kesialan yang beruntun Aku malah melihat Ben dipeluk oleh wanita lain


Jangan lupa like, komen vote dan follow author ya.... dukungan kalian sangat berarti bagi author untuk tetap semangat...


Love....u...

__ADS_1


__ADS_2