
Terimakasih atas dukungannya ya.. walaupun novel ini belum bisa menarik minat tapi author akan tetap berusaha memberikan yang terbaik...
Love u....jangan lupa untuk like, komen dan vote author agar tidak pindah ke lapak lain(😊😊😊😊😊) dan jangan lupa follow author juga ya....
Belum selesai drama percerain, kali ini Aku lebih terkejut dengan keputusan Zio yang lain. Kembali bertemu empat mata dengan Zio, ia malah menyampaikan hukuman lain yang harus aku terima.
" Kami harus menikah dengan orang pilihan ku karena aku telah terikat dengan sebuah perjanjian" kata Zio membuat dadaku seketika sesak.
" Apa??" kataku dengan mulut yang masih menganga, belum selesai perceraian sekarang aku harus menghadapi pernikahan dengan orang asing lagi.
" Jangan keterlaluan tuan Zacheri kau tidak berhak mengatur hidup ku, jika kau ingin menceraikan ku silahkan saja tapi menikah bukanlah hakmu" kataku dengan nada yang berapi api.
" Tidak ada yang bisa melakukan penolakan terhadap Delanie aku bisa melakukan hal yang menjadi di luar nalar berpikir mu" kata Zio
" Kau bisa melakukan apa??" tantangku, aku tidak perduli lagi apa yang dikatakan oleh Zio. Lelaki egois itu sudah bertindak di luar batas nya dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi
" Kau akan lihat perusahaan Okta hancur dan juga para karyawan yang tinggal di dalam nya" kata Zio membuat nyaliku seketika ciut.
" Kau tidak berhak atas hidup mereka" kataku lagi
" Ha....ha...kau lupa kalau perusahaan keluarga mu sudah menjadi milikku lebih dari 59 persen, aku adalah pemilik saham sekaligus ahli waris perusahaan itu"
" Ba.... Bagaimana mungkin!!" kataku tidak percaya
" Lihat ini"
Zio menunjukkan dokumen dokumen penting yang berisi kepemilikannya saham perusahaan Okta.
__ADS_1
"kalau aku mencabut saham di perusahaan maka semua karyawan Tuan Okta akan menjadi pengangguran dan juga dengan Bi Jida dan Markus"
Hatiku semakin sakit dan terluka mendengar hal itu, aku bisa saja menutup mata ku tapi hatiku tidak. Aku pasti akan memikirkan nasib para karyawan perusahaan Dadyku.
Mereka tidak bersalah dalam hal walaupun aku adalah pemilik tunggal dalam perusahaan Okta tapi saham Ziolah yang menggerakkan perusahaan itu. Sama saja kalau Ziolah pemilik sesungguhnya.
" Kau tidak berhenti menyiksaku tuan Zio, kau tidak hanya egois tapi kau sungguh kejam"
" Pikirkan saja aku beri waktu 2 hari jangan jangan coba coba melarikan diri karena aku pasti bisa menemukan mu"
Pembicaraan itu berakhir begitu saja, aku hanya bisa menatap kepergian Zio dengan tatapan kosong dan hampa. Aku kembali pulang dengan keadaan yang cukup menyedihkan, perasaan ku campur aduk antara sedih, gelisah dan ketakutan.
Mungkin perceraian bisa aku terima walaupun pahit aku akan menerimanya tapi menikah dengan orang asing membuat ku mengulang kesalahan yang sama.
"Ada apa nona??" tanya Bi Jida begitu melihat ku, aku tahu dia pasti tidak nyaman melihat wajah super sedih yang terpancar dari wajah ku.
Ku tatap Bi Jida dengan tatapan tidak menentu, aku memikirkan bagaimana nasib orang orang yang kusayangi setelah ini
" Memang nya apa yang terjadi?? Apa nona tidak siap bercerai??" tanya Bi Jida dengan wajah yang begitu kasihan melihat kondisi ku
" Bukan hanya itu Bi tapi Zio membuat keputusan yang lebih gila lagi" kataku terisak Isak bahkan aku sampai sesegukan
" Keputusan apa?? apa Non tidak di ijinkan memimpin perusahaan Okta atau ....apa??"
Bi Jida menjadi tidak kepalang melihat kesedihan ku, rasanya ia begitu khawatir dan segera memberi kan teh hangat untuk menenangkan ku
Akhirnya aku berbicara dengan Bi jida dikamar ku, aku menceritakan tindakan semena-mena Zio padaku. Ekspedisi yang cukup terkejut langsung di tunjukkan oleh BI Jida, tapi ia tidak bisa berkata apa-apa.
__ADS_1
" Bibi ikhlas jika harus di pecat Non, bibi bisa cari kerja di tempat lain" kata Bi Jida
Sungguh sangat miris hatiku mendengar nya, rasanya aku ingin membunuh Zio saat itu juga.
" Bagaimana dengan yang lain Bi?? bagaimana dengan pak Markus dan karyawan lain??" tanyaku lagi
Kami berdua terdiam untuk beberapa saat, aku dan Bi Jida larut dalam perasaan masing-masing.
" Sepertinya aku harus berkorban untuk sekali atau bahkan berkali kali lagi"kataku dengan nada yang sangat pilu
" Non...."kata Bi Jida Sambil menepuk punggung ku
Aku memeluk Bi Jida dengan erat, aku ingin sekali mendapatkan dukungan dan kekuatan dari orang orang yang kusayangi.
" Bibi tidak menyangka Tuan Zio seburuk itu, aku sudah membayangkan kau akan bahagia dengannya Non Delanie" kata Bu Jida dengan suara sedih dan sedikit serak
"Sudahlah Bi... takdir kebahagiaan itu seolah menjauh dariku"
" Tetap semangat Non bibi yakin non bisa menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya. Bibi akan berdoa agar Non bisa hidup bersama dengan orang yang mencintai non sepenuh nya"
" Entahlah Bi!! dimana aku bisa menemukan orang seperti itu?? Apakah di pernikahan ketiga atau keempat??" kataku dengan nada frustasi
" Pasti ada non percaya saja"kata Bi Jida
Malam ini semakin panjang karena aku tidak bisa memejamkan mataku lagi. Aku bisa membayangkan bahwa orang yang menikahi ku adalah orang yang sama dengan Zio. Aku pasti akan terluka di pernikahan kedua ini.
" Ya Tuhan tolong hilangkan kutukan ibu dariku"kataku sambil menatap langit langit kamar ku
__ADS_1
Aku kemudian bangkit dan membuat sedikit gorden jendela kamar ku, aku melihat indahnya pemandangan kota dari lantai dua ini
Hatiku merasa kesepian bayang bayang masa lalu kembali menghantui ku. Mulai dari Ben Samapi kebersamaan bersama dengan Zio, aku harus berusaha keras untuk menghapus kenangan kenangan indah itu.