Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Masa lalu Zio...


__ADS_3

" Jadi wanita itu adalah Zea" Gumamku sambil menyeruput teh bersama dengan Yuna, akhirnya Yuna mau menceritakan masa lalu kakaknya setelah ia mengobati luka yang ada di tanganku.


Aku dan Yuna memutuskan untuk keluar dari kamar setelah Yuna mengobati luka dan memberikan ku sebuah Hoodie agar luka ku tidak kelihatan


" Aku minta maaf atas segala perbuatan Kak Zio, dia hanya Korban dari perasaannya sendiri" kata Yuna


"Mengapa mereka berpisah?? bukankah Zio lelaki yang sempurna dia memiliki segalanya" kataku


" Dan mengapa kau menyebutnya wanita ******??" kataku semakin penasaran


" Sebenarnya aku juga tidak tahu, sebagai seorang wanita aku hanya kesal kerena Zea itu meninggal kakakku dan membuat seperti orang yang tidak waras"


" O..."


Aku hanya mampu mengatakan hal itu,


" Apa kak Delanie memiliki kekasih sebelumnya?? " tanya Yuna membuat aku terkejut dan segera mengingat Ben kekasih Inggris ku.


" A...aku , aku memang punya seseorang Yun sayangnya kami tidak berjodoh" kata ku dengan wajah sedih, Aku berusaha untuk tidak menangis di hadapan Yuna


" Benarkah?? Kakak pasti sangat menderita, aku minta maaf atas nama kak Zio" kata Yuna


"Tak apa Yuna Jodoh tidak memilih kamu untuk bersama"


Saat Aku dan Yuna sibuk berbincang tiba tiba saja ponselku berbunyi dan mataku langsung terbelalak saat melihat panggilan dari Zio.


" Zio menghubungi ku" kataku pada Yuna


" Angkat saja " kata Yuna


" Halo Tuan" kataku


" Beraninya kamu meninggalkan aku sendiri an!!! cepat kembali" bentak Zio


Tanpa pamit aku segera berlari menuju kamar meninggalkan Yuna begitu saja, aku yakin Yuna tahu mengapa aku seperti ini.

__ADS_1


Nafas ku hampir habis setelah sampai di kamar hotel kami, aku melihat Zio yang hanya duduk sambil menunduk


" Ma.... maaf Tuan Zio" kataku sambil mendekat


Zio kembali membaringkan tubuhnya dan meminta ku untuk memijit kepalanya. Awalnya aku ragu tapi aku tahu aku tidak akan bisa menolak perintah dari tuan muda ini


Aku naik ke ranjang dan mulai memijit kepala Zio dengan perlahan. Aku merasa sangat gugup, dengan pelan aku menggerakkan tanganku untuk memijit kepala Zio.


Untung nya Mata Zio tertutup saat aku mulai memijit. kepalanya, sehingga aku tidak terlalu gugup saat aku melakukan hal yang menurutku konyol itu.


" Apa aku tidak memiliki tenaga? aku tidak merasakan apa apa" bentak Zio tiba tiba sehingga membuat ku terkejut


Aku langsung spontan memperkuat pijitanku sehingga tidak sengaja luka yang ada di tanganku mengenai kepala Zio.


" Awwwww"


Aku mengerang kesakitan karena gesekan yang terjadi, Zio pun kaget dan langsung terbangun


" Kamu kenapa??" tanya Zio


" Ti.... tidak apa apa tuan,aku hanya..."


" Aku baik baik saja Tuan" kataku


" Buka" perintah Zio lagi


Dengan sudah payah membuka Hoodie itu dan akhirnya aku berhasil membukanya dan Zio melihat luka ku.


" Ini kenapa??" tanya Zio dengan nada tidak bersalah , aku hanya diam saja


" Apa kau tidak punya mulut, apa yang terjadi??" tanya Zio lagi


" Apa tuan selalu begini jika sudah pagi, tadi malam tuan mendorong ku ke lantai yang berserak dengan dengan pecahan kaca"


Wajah Zio Langsung berubah, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan ekspresi yang menurutku sangat lucu.

__ADS_1


" A...aku tidak mengingat nya, aku rasa kau yang ceroboh" kata Zio melunak, suaranya terdengar tidak mendominasi lagi


" Tentu saja tuan tidak mengingat nya" kataku sedikit ketus


" Beraninya kau..aku itu tidak pernah salah" kata Zio


" Ya...aku yang salah bukan tuan" kataku, aku begitu malas untuk bertengkar pagi ini


" Sekarang siapkan air hangat untukku, aku ingin mandi"


" Apa?? " kataku


" Apa kau tuli, siapkan air hangat untukku" kata Zio


" Tu....tuan mau mandi??" kataku dengan lidah yang kelu, aku sangat takut jika Zio mengajakku mandi bersama nya


" Ada apa dengan mu, biar aku saja" kata Zio


Ia kemudian beranjak dan masuk kedalam kamar mandi, saat itu aku bisa bernafas dengan lega.


" Untung saja" kataku sambil mengelus dada, aku tidak perlu melakukan hal hal yang menurut ku tidak pantas kami lakukan.


" Siapkan bajuku saja" teriak Zio dari dalam kamar mandi


" Baik Tuan" kataku


Aku langsung membuka sebuah lemari yang cukup besar dan begitu lemari itu terbuka aku melihat begitu banyak kaos dan kemeja yang tergantung disana.


" Mengapa banyak baju baju disini?? apa Zio sering menghabiskan waktu disini?? atau jangan-jangan dia tinggal disini"


Aku mengambil sebuah kaos putih dan juga celana pendek berbahan katun, dan tidak sengaja aku melihat nama Zea Fashion tertera disana.


" Ini pasti dari butik Zea"


Aku mengambil beberapa kaos lagi dan semuanya itu tertulis nama Zea Fashion.

__ADS_1


" Benar apa yang dikatakan oleh Yuna, Zio begitu terobsesi dengan Zea.


"Ah.... seandainya ia menikah dengan Zea aku sudah bisa menikmati hidup, mengapa hidup terlalu sulit untuk dijalani"


__ADS_2