Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Dengarkan penjelasan ku...


__ADS_3

Aku kehilangan arah lututku serasa lemas saat memandang Kantor Ricardo yang berdiri tegak dihadapan ku. Rasanya aku ingin lari dari kenyataan yang ada, aku ingin kembali ke masa lalu dan tidak menyerahkan seluruh hatiku untuk laki laki pembohong seperti Ricardo.


Aku melangkah sambil menghapus airmata ku, aku menggunakan kaca mata hitam agar tidak ada yang melihat mata sembabku karena terus menerus menangis.


Aku tidak menghiraukan sapaan kara karyawan yang menyapaku aku hanya berjalan untuk sampai ke ruangan Ricardo untuk meminta penjelasan. Begitu sampai aku langsung masuk ke dalam ruangan orang nomor satu di kantor itu..


" Sayang.... kejutan lagi...." kata Ricardo menyambut dan langsung memeluk ku.


Langsung saja aku mendorong tubuh Ricardo hingga menjauh dariku, rasa jijik kembali datang ketika Ricardo bersentuhan dengan ku. Rasa cinta ku seolah hilang saat itu berganti dengan rasa tidak percaya pada sosok yang begitu ku kagumi itu.


" Ada apa sayang, are you oke??" tanya Ricardo dengan tatapan bingung. Aku membuka kacamata hitam ku dan menatap Ricardo dengan tatapan marah.


"A...da apa sayang??" Kata Ricardo menanyakan pertanyaan yang sama.


" Aku menyesal telah memberikan segalanya untukmu Ricardo, aku benar benar menyesal dan aku tidak menyangka semua yang kau katakan adalah sebuah omong kosong belaka" kataku


" Aku tidak mengerti sayang jelaskan padaku" kata Ricardo mencoba mendekati ku


" PLAKKKKK"


Sebuah tamparan yang begitu keras langsung mendarat di pipi Ricardo, tamparan itu membuktikan betapa marahnya aku padanya.

__ADS_1


" Kau telah menyia nyiakan Ryana dan juga ibunya"


Perkataan itu ternyata bisa membuat wajah raut Ricardo menjadi berubah, aku tahu ada ketakutan disana itu terbukti saat Ricardo hanya diam sambil menatap ku.


" Ka...u tau dari mana??" Tanya Ricardo


" Apa Nur menemui?? Pasti dia sudah mengarang cerita tentang aku dan Dia" kata Ricardo


" Apa Ryana bukan anakmu??" tanyaku lagi


" Ya...ya memang dia darah dagingku tapi aku.."


"Cukup....itu sudah cukup aku tidak mendengar yang lain lagi, aku tidak ingin mendengar apa apa lagi" Kataku Sambil menutup telinga ku, rasanya aku sangat lelah mendengar semua hal hal yang akan membuat ku semakin sakit dan juga terluka.


" Delanie" kata Ricardo sambil mengejar ku yang hendak membuka pintu ruangan itu, aku sebenarnya ingin berlari tapi Ricardo dengan sigap memelukku dan memohon agar aku tidak pergi.


"Jangan pergi sayang.. please aku mohon sayang...aku akan menceritakan yang sebenarnya " Kata Ricardo yang terus-menerus memeluk dan mencium ku


" Hentikan ini Ricardo aku ingin pergi...aku ingin pergi aku mohon" kataku sambil berusaha melepaskan tangan Ricardo yang melingkar di tubuhku. Aku sudah terlalu lelah dengan semua keadaan yang ada.


"Tidak...kau tidak boleh pergi aku bisa mati jika kau membiarkan aku sendirian. Aku dan Nur tidak ada apa apa itu terjadi hanya Kerena sebuah kesalahan"

__ADS_1


" Lepaskan aku mas,aku ingin sendiri aku mohon" punyak


Akhirnya Ricardo tangannya dan membiarkan aku pergi untuk memikirkan apa langkah selanjutnya yang akan kuambil. Aku kemudian melajukan mobil ku kembali ke rumah tapi tanpa kusadari ternyata Ricardo juga ikut dan mengikuti ku.


Aku cukup terkejut ketika melihat ia berada di belakang ku, aku merasa bodoh karena tidak melihat keberadaan nya.


" Sayang dengarkan aku biar aku menjelaskan apa yang terjadi" pinta Ricardo saat sudah berada di dalam kamar


" Keluar mas aku ingin kita kembali ke perjanjian awal, aku ingin pisah kamar sampai aku memutuskan apa yang harus kulakukan selanjutnya" kata ku


" Sayang...aku mohon" kata Ricardo sambil berlutut di hadapan ku, aku jadi teringat akan permintaan Nur yang juga berlutut di hadapan ku.


Aku menggigit bibir ku dan mencoba untuk tidak menangis lagi tapi percuma saja kerena airmata masih saja menggenangi mataku.


" Aku tidak mau mendengar apa apa lagi sekarang jadi tolong keluar dan tidak usah menemui ku sampai aku bisa menerima semua kenyataan ini mas. Entah sampai kapan aku bisa menerima nya atau tidak sama sekali"


Ricardo akhirnya keluar sementara aku hanyalah bisa menangis di balik pintu dengan posisi duduk.


" Aku akan menunggu mu disini Delanie sampai kau mau mendengarkan penjelasan ku, aku akan menunggu"kata Ricardo dari balik pintu.


" Hikss....." aku masih tetap menangis untuk semua nasib yang kualami, Rasanya dunia tidak adil karena telah membuatku jatuh ke dalam lubang yang sama.

__ADS_1


Aku telah jatuh cinta pada orang yang terikat dengan masa lalunya, sekarang malah semakin rumit karena anak Ryana anak yang tidak bersalah dalam hubungan ini.


__ADS_2