Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Makan malam keluarga Zio Zacheri


__ADS_3

Hidup ku semakin ribet karena aku mendapat kan undangan untuk makan malam bersama Zio Zacheri.


Makan malam ini bertema perkenalan keluarga Zio kepadaku sekaligus mengumumkan hari pernikahan kami. Zio memang orang yang mendominasi setiap hal apapun, termasuk pernikahan kami.


Aku harus menunggu keputusan Darinya untuk hari, tanggal, gedung dekorasi, gaun pengantin dan segalanya. Aku hanya duduk manis sambil menanti kan apa saja yang dilakukan oleh Zio


"'Benar benar menyebalkan" kataku membaca pesan chat dari Zio, dan kali ini Zio menginginkan hanya aku saja yang ikut..hanya aku , dia tidak melibatkan Dady dalam hal ini.


Aku sedikit bertanya mengapa Dady tidak ikut padahal ia adalah bagian keluar yang paling penting dalam hidupku.


Ingin protes tapi rasanya bagai menulis di atas air karena Zio pasti akan menghukum ku. Belum kami menikah tapi aku sudah mendapatkan perlakuan yang sama sekali tidak menyenangkan.


Aku akhirnya bersiap dengan gaun merah menyala yang sudah dikirimkan Zio kepadaku, gaun dengan punggung yang terbuka itu sedikit membuat ku Sangat tidak nyaman.


Sebenarnya aku bukanlah wanita ribet yang selalu memperhatikan penampilan, aku tidak terikat dengan brand atau harga yang selangit. Aku hanyalah gadis biasa yang memakai apa yang aku suka , tidak perduli orang memuji atau mencemooh ku.


Tapi sekarang aku harus bertindak di bawah kendali seorang Zio, pengusaha muda dengan gelar konglomerat.


" Ya ampun renda ini membuat ku tidak nyaman , mengapa lelaki dingin ini memilih gaun yang seperti ini"Gerutu ku


Penderitaan ku semakin lengkap karena aku harus memakai heels dengan panjang 7 cm,


" Ya Tuhan ini benar benar mimpi buruk, Bagaimaa kalau aku terjatuh "


Heels Hitam itu memang terlihat sangat mewah dan menggoda tapi aku bukan tipe wanita yang suka memakai heels di atas 3 cm. Aku sudah terbiasa dengan flatshoes, sniker, sport atau paling parah aku memakai heels 3 cm.


Aku memasukkan kakiku dan begitu terpakai dengan sempurna aku merasa jauh lebih tinggi tapi sayangnya aku tidak nyaman.


" Pasrah sajalah"

__ADS_1


Aku kemudian melirik jam di tanganku, aku semakin bergegas sehingga aku tidak sempat untuk mem blow rambut sehingga aku memilih untuk menggulung nya begitu saja.


Aku semakin panik ketika aku mendengar suara Limousine Para pengawal Zio telah tiba,


" Aku bahkan sampai hapal suaranya"


Aku bergegas turun tapi karena aku harus turun dari lantai dua maka aku kembali melepaskan heels itu. dan memakai nya di dalam mobil.


Selama perjalanan aku memilih diam tanpa banyak bertanya, karena aku tahu kalau para pengawal ini begitu setia dengan tuannya


Setelah 15 menit berkendara akhirnya kamu sampai di sebuah hotel dengan tulisan " Wellcome to Zio Zacheri"


" Silahkan turun nyonya besar"


" Terimakasih " kataku


Sungguh rasanya jantungku Hampir copot dan membayangkan bagaimana tanggapan keluarga orang besar ini padaku.


Bukannya berdoa agar keluarga nya menyukainya malah aku berdoa sebaliknya agar mereka tidak menyukai ku sehingga membatalkan pernikahan ini.


Pengawal itu mengantarkan ku sampai ke sebuah ruangan dengan tulisan VVIP, sebelum pengawal itu meninggal kan ku aku menanyakan siapa namanya


" Tian Nyonya" katak pengawal itu dengan dingin, tidak ada senyuman hanya ada wajah datar yang sungguh menjengkelkan.


" Tuan dan pengawalnya sama saja" gerutuku dalam hati


Rupanya Zio sudah menunggu ku, tidak seperti yang aku bayangkan ternyata Zio hanya duduk dengan seorang perempuan saja. Padahal di benakku sudah terbayang sebuah keluarga yang cukup banyak.


" Silahkan Delanie" kata Zio sambil membuka sebuah kursi tepat di samping wanita anggun itu.

__ADS_1


" Terimakasih Tuan Zio" kataku spontan dan Wanita itu langsung tertawa terbahak bahak


Aku hanya terdiam dan juga keheranan, aku menjadi salah tingkah dan berpikir telah melakukan kesalahan


" Ha....ha...kakak dipanggil tuan, bukankah ini calon istri?? bukannya calon karyawan"


Tapi Wajah Zio tetap datar dan tidak perduli dengan ucapan adiknya


" Ini Yuna adikku" kata Zio


Wanita yang bernama Yuna ini langsung mengulurkan tangannya dan memamerkan senyum manisnya.


" Aku Yuna kak Delanie, senang bertemu dengan mu"


Aku tentu menyambut uluran tangan itu dengan ramah, sungguh aku bersyukur ternyata Yuna orang yang baik dan cukup ramah.


" Kalau mama dan papa tuan Zio dimana?? apa mereka belum datang??" kataku


Yuna dan Zio seketika terdiam, ini membuatku jadi salah tingkah lagi


" Kami yatim piatu kak" kata Yuna dengan nada sedih, ia menatap Zio. yang juga kelihatan tidak nyaman dengan pertanyaan ku


" Sungguh aku minta maaf aku tidak tahu, maaf tuan Zio" kataku sambil memelas.


" Tidak usah minta maaf padanya Kak Delanie, dia pasti akan diam saja lebih baik kita makan saja"


Ternyata Yuna orang yang sungguh baik, selamat acara makan malam ia selalu mengajakku mengobrol dan selalu memuji penampilan ku


" Ahhh seandainya Zio juga seperti ini" kataku sambil menatap Zio yang hanya fokus pada makanan nya, ia bahkan tidak melihat ku ataupun ikut andil dalam pembicaraan kami.

__ADS_1


__ADS_2