
Seperti Biasa aku melihat pemandangan yang sebenarnya tidak begitu aku sukai, ternyata Zio membawaku untuk menghadiri acara penghargaan orang orang yang berjasa dalam bidang bisnis.
Acara ini sudah sangat populer diantara kalangan pebisnis kelas kakap yang juga berjuang untuk mempromosikan produk dalam negeri dan membantu ekonomi rakyat secara luas.
Tampak wanita wanita kelas atas Dengan gaun menjuntai dan para pria dengan Tuxedo dengan harga selangit.
Tanpa sengaja aku melihat Sepasang suami istri yang begitu mesra, aku terkejut karena ternyata mereka cukup mendapat perhatian dari para pengusaha lainnya.
Dia adalah Zea dan juga suaminya, mereka tampak serasi dalam balutan serba putih seperti pasangan yang baru saja menikah.
" Dia memang luar biasa" kata Zio sambil tersenyum, aku rasa dia memuji Zea tanpa memikirkan perasaan ku.
" Zea sekarang sudah cukup dikenal di dunia fashion bahkan ia berhasil mendongkrak popularitas produk Indonesia ke luar negeri"
" Oh ya?? Kataku pura pura antusias padahal aku tidak berminat membahas nya
" Dia sudah sangat terkenal hingga beberapa artis Hollywood sudah memakai rancangan batik buatan nya"
" Dia memang cerdas seperti biasanya" kata Zio membuat hatiku semakin panas
" Bisakah kita tidak membahas nya atau aku pulang saja" kataku dengan ketus
Zio akhirnya terdiam dan iapun menuntun ku sebuah kursi agar aku tidak terlalu banyak bergerak. Sementara aku duduk Zio malah pergi menghampiri Zea, tentu saja aku semakin tidak karuan, hatiku mendadak panas melihat keramahan Zea bersama dengan Zio.
Walaupun Zio berusaha keras mencari perhatian Zea tapi ia seorang wanita yang cukup bijaksana. Ia selalu berada di samping suaminya bahkan tangannya tidak bergeser dari lingkaran tangan suaminya.
" Seharusnya kamu sadar Zio, kamu tidak akan pernah mendapatkan Zea. Lihat saja dia begitu perhatian dan lengket pada suaminya tapi kamu??"
Aku baru menyadari ternyata perhatian yang diberikan Zio selama ini adalah sebuah sandiwara dan kebohongan. Ciuman ciuman yang dia berikan juga palsu, dia tidak akan bisa mampu melupakan masa lalunya.
Aku memaki diriku sendiri betapa bodohnya aku bisa percaya dan mulai luluh dengan sikap palsu Zio. Aku yang tahan melihat Kedekatan Zio dan Zea, aku ingin menangis tapi tidak di tempat ini
__ADS_1
Dengan langkah pelan aku berjalan ke kamar mandi, aku berusaha untuk menahan tangisku di sepanjang jalan. Begitu sampai di kamar mandi, airmata ku tumpah ruah, aku tidak bisa menahan rasa sakit yang ada di dalam hatiku.
Hampir 15 menit menangis akhirnya aku bisa menguasai diriku, aku sungguh bodoh jika aku harus menangis pada lelaki yang sama sekali tidak menganggap ku..
Aku memperbaiki makeup ku dan siap kembali ke tempat acara, tapi pada saat keluar dari kamar mandi tiba tiba saja keseimbangan ku hilang.
Aku hampir saja terpeleset karena kaki dan juva lantai yang sedikit basah.
" Hati hati nona" suara laki laki itu mengagetkan ku, untungnya dia juga menahan tubuhku yang hampir mendarat di lantai.
"Awwwww" Kakiku kembali terasa sakit
" Kenapa apa kaki anda keram??"
" Tolong aku"kataku sambil menahan sakit
Akhirnya lelaki itu membawa ke sebuah kursi yang tidak jauh dari toilet, ia kemudian berlutut dan membuka high hells ku.
" Tidak usah " kataku mencegah nya
Untungnya aku menutup mulutku hingga suaraku tidak mengagetkan orang orang yang berlalu lalang disana.
" Coba gerakkan"
Aku mencoba menggerakkan kakiku
" Sudah membaik terimakasih" kataku sambil tersenyum simpul
" Kau Istri nya Zio Zacheri ya??" tanya lelaki itu, ia memiliki rupa yang tidak kalah tampan
" Iya Tuan" kataku
__ADS_1
" Jangan memanggilku Tuan kenalkan aku Ricardo" kata lelaki muda itu mengulurkan tangannya
" Ak...aku"
" Okta Delanie kan??" kata lelaki yang bernama Ricardo itu
Terang saja aku kaget bagaimana bisa ia mengetahui nama panjangku.
" Bagaimana anda tahu??" kataku dengan takjub, karena aku bukanlah orang yang cukup populer di kalangan para pengusaha.
" Aku pernah melihatmu menari balet aku pernah menonton konsermu pada saat pembukaan gedung Fixie"
Aku langsung teringat pada kejadian beberapa tahun lalu, konser itu sudah berlangsung cukup lama sekali.
" Benarkah??" kataku sambil tersenyum
" Benar nona Delanie aku adalah penggemar mu"
Aku spontan tersipu malu baru kali ini aku memiliki penggemar seorang lelaki muda yang cukup tampan. Jarang sekali ada laki-laki yang tertarik pada dunia Belerina, hanya segelintir orang saja yang menyukai tarian ini.
" Senang bertemu dengan anda nona Delanie dan jangan menangis lagi" kata Ricardo yang kemudian beranjak pergi
" Dia tahu aku menangis??"
Aku kemudian mengambil sebuah cermin kecil dari dalam tasku, aku melihat wajahku apakah masih sembab atau tidak.
" Sepertinya tidak lagi" kataku sambil menambahkan bedak padat ke wajahku.
Akhirnya aku kembali ke aula tempat acara dilaksanakan dan disana Zio sedang mencari ku. Akupun menghampiri nya
" Kau darimana saja?? Acaranya hampir dimulai" kata Zio
__ADS_1
Aku diam saja kerena tidak ingin berdebat dengannya, seharusnya ia tahu aku pergi kerena dirinya.
Ayo.... jangan lupa like, komen vote dan juga follow author ya... Dukungan kalian sangat berarti bagi author untuk tetap semangat